DPRD Sulsel Ingatkan Kontraktor Jaga Kualitas Aspal Proyek Multiyears 2025–2027

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 13 April 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar, mewanti-wanti para kontraktor pemenang proyek pengaspalan jalan dalam paket multiyears 2025-2027 agar tidak menggunakan aspal berkualitas rendah atau abal-abal.

Dewan menegaskan rekanan proyek pengaspalan jalan di Sulsel tidak membeli aspal kualitas rendah demi mengejar keuntungan semata dan merugikan masyarakat.

Hal ini disampaikan Muhammad Sadar dalam rapat kerja bersama kontraktor paket 2 proyek multiyears PT Jaya Konstruksi di kantor sementara DPRD Sulsel, Kantor Dinas Bina Marga dan Konstruksi, Kota Makassar, Senin (13/4/2026).

Muhammad Sadar mencecar pihak konsultan pengawas dan pelaksana terkait sumber material aspal yang digunakan.

Ia menaruh kecurigaan pada masuknya aspal impor yang dinilai tidak berkualitas.

“Kenapa kita koreksi seperti ini? Karena banyak aspal masuk dari luar negeri yang kualitasnya tidak bagus. Kalau dibeli dalam negeri mana bukti dokumennya?,” tegas Sadar.

Proyek pengaspalan jalan paket 2 yang dibiayai APBD Sulsel selama tiga tahun berlokasi di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar dan Jeneponto.

Bendahara Partai NasDem Sulsel ini mengingatkan bahwa dengan kondisi perang global saat ini, harga aspal impor berpotensi melonjak

Namun, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi kontraktor untuk mencari aspal murah yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Ia meminta konsultan pengawas lebih ketat dalam melakukan uji laboratorium.

“Semua material harus masuk laboratorium termasuk pasir, chipping. Nanti setelah dicampur, tetap dilab lagi. Pihak konsultan harus minta rekanan hasil labnya, jenis aspal yang dipakai. Prioritaskan produk dalam negeri selama itu berkualitas,” tambahnya.

Secara umum, legislator Dapil Sulsel 6 ini juga menyoroti pengawasan terhadap proyek infrastruktur jalan sepanjang 295 kilometer dengan nilai total Rp2,7 triliun tersebut.
Menurutnya, 3 juta lebih kendaraan akan melalui jalan paket 2 sehingga proyek tersebut wajib dijaga kualitasnya.

Selain itu, meminta pengawas memastikan ketebalan aspal sesuai kontrak, yakni AC-BC sebesar 6 cm dan lapisan lainnya 4 cm, sehingga total ketebalan mencapai 10 cm.

“Bukan kami mencari-cari kesalahan, kami prihatin karena kondisi seperti ini. Kami ingin pengerjaan on time (tepat waktu),” kata Sadar.

Selain masalah kualitas aspal, Sadar juga mengingatkan para kontraktor untuk memperhatikan faktor cuaca.

Ia meminta agar proses pengaspalan tidak dipaksakan pada musim hujan karena akan merusak daya tahan jalan yang dibangun.

Berita Terkait

Kejati Sulsel – KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi
TP PKK Sulsel Libatkan 3.060 Kader Tekan Stunting
PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan
Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw
Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa
Pansus DPRD Sulsel Konsultasi Aturan Profit Sharing IUPK ke Kementerian ESDM
Nahkodai PSSI Sulsel, Appi  Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda
Pemprov Sulsel Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Ini Tujuannya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:14 WIB

Kejati Sulsel – KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

TP PKK Sulsel Libatkan 3.060 Kader Tekan Stunting

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:13 WIB

PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa

Berita Terbaru