BMKG Rilis 12 Daerah Rawan Terdampak Cuaca Ekstrem Akhir Tahun

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 28 Desember 2025 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem akhir tahun 2025. Setidaknya 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) terdampak potensi cuaca ekstrem dengan status siaga.

Peringatan dini curah hujan tinggi (PDCHT) diperkirakan berlangsung selama periode dasarian III Desember 2025 tepatnya dimulai sejak 21-31 Desember. Daerah terdampak diimbau mewaspadai potensi bencana alam seperti banjir, angin kencang, hingga tanah longsor.

“Sejak adanya rilis dari BMKG bahwa Sulawesi Selatan ini masuk musim penghujan, semua perangkat BPBD provinsi maupun kabupaten dan kota sudah masuk status siap siaga,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo kepada detikSulsel, Minggu (28/12/2025).

Berdasarkan rilis BMKG, 12 kabupaten/kota berpotensi dilanda curah hujan tinggi, yakni Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Makassar, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng dan Takalar. 12 daerah itu ada yang masuk kategori waspada, siaga dan awas.

“Ini sangat rawan terhadap terjadinya banjir bandang dan longsor, termasuk juga yang patut diwaspadai ada beberapa daerah masuk status siaga berdasarkan rilis dari BMKG,” tuturnya.

Untuk daerah kategori waspada, curah hujannya bisa mencapai 150-220 milimeter (mm). Sementara status siaga dengan curah hujan 200-300 mm, sedangkan kategori awas dengan curah hujan di atas 300 mm.

Sementara khusus Makassar masuk kategori siaga. Potensi hujan lebat di Makassar berpotensi tersebar di 14 kecamatan, yakni Biringkanaya, Bontoala, Makassar, Mamajang, Manggala, Maros, Panakkukang, Rappocini, Tallo, Tamalanrea, Tamalate, Ujung Pandang, Ujung Tanah dan Wajo.

“Kita tidak bisa juga menutup kemungkinan daerah lain yang tidak berada di status ini tidak menjadi perhatian. Karena kemungkinan bahkan ada kejadian bukan pada status ini tetap bisa menimbulkan longsor,” imbuh Amson.

Amson mengaku telah memerintahkan BPBD kabupaten dan kota membangun posko kedaruratan untuk mengantisipasi potensi bencana. Pihaknya juga telah menyalurkan buffer stok logistik ke tiap daerah.

“Kita juga sudah meminjamkan beberapa perahu di daerah yang rawan, kita pinjamkan untuk antisipasi digunakan. Kita sudah standby-kan juga mobil tangki air kalau tiba-tiba membutuhkan air bersih,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

Kejati Sulsel – KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi
TP PKK Sulsel Libatkan 3.060 Kader Tekan Stunting
PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan
Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw
Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa
Pansus DPRD Sulsel Konsultasi Aturan Profit Sharing IUPK ke Kementerian ESDM
Nahkodai PSSI Sulsel, Appi  Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda
Pemprov Sulsel Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Ini Tujuannya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:14 WIB

Kejati Sulsel – KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

TP PKK Sulsel Libatkan 3.060 Kader Tekan Stunting

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:13 WIB

PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa

Berita Terbaru