Banyak Jalan Nasional Rusak, Komisi D Desak BBPJN Sulsel Rehabilitasi Sebelum Lebaran

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 11 Maret 2026 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Banyaknya jalan nasional mengalami rusak parah di sejumlah daerah menjadi perhatian serius Komisi D DRPD Sulsel yang membidangi infrastruktur.

Komisi D DRPD Sulsel menggelar Rapat Kerja bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan (BBPJN Sulsel), Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulsel, Dinas Bina Marga Bina Konstruksi dan Dinas Perhubungan serta pihak terkait, Selasa, (10/3/2026).

Dalam rapat itu, Ketua Komisi D DRPD Sulsel Kadir Halid, mendesak BBPJN Sulsel segera memperbaiki jalan-jalan nasional yang rusak parah sebelum masuk masa mudik lebaran 1447 Hijriah.

“Kesimpulannya jalan nasional yang belum diperbaiki segera diselesaikan sebelum lebaran ini,” desak Kadir dalam rapat yang berlangsung di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jl AP Pettarani.

Selain itu, Komisi D juga berencana mengunjungi Kementrian Perhubungan dan Kementrian PU untuk berkonsultasi perihal jalan nasional serta transportasi di Sulsel.

Termasuk rencana mengambil alih terminal dan pelabuhan untuk dikembalikan kewenangannya ke provinsi.

“Tentu akan ada rencana kunjungan ke Kementrian Perhubungan konsultasi terkait jalan nasional di Sulsel,” ujarnya.

Kepala BBPJN Sulsel, Indra Cahya Kusuma, menjelaskan berkaitan dengan rusaknya jalanan sudah dilakukan evaluasi. Temuannya, berkaitan dengan cuaca, serta historis jalan yang rata-rata 9 tahun penanganan terakhir.

“Berkaitan dengan penanganan jalan ini, kami sudah punya tools terkait aset jalan ini. Dan ruas-ruasnya sudah ada historis penanganannya juga,” jelas Indra.

Dia juga memaparkan hambatan yang dialami timnya di lapangan. Antaranya, jasa konstruksi yang mulai tidak tertarik merehabilitasi jalan nasional. Terutama ruas Maros-Pangkep.

“Karena pada saat penanganan lubangnya itu berkali-kali sementara pembayarannya satu kali saja, jadi beberapa kami lihat lebih memilih ke ruas yang tidak dilewati kendaraan besar dengan bermuatan besar. Sebagai contoh ruas Maros-Pangkep banyak yang tidak tertarik. Beda dengan ruas di ke arah Jeneponto – Bulukumba itu lebih tertarik,” imbuhnya.(*)

Berita Terkait

Kejati Sulsel – KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi
TP PKK Sulsel Libatkan 3.060 Kader Tekan Stunting
PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan
Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw
Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa
Pansus DPRD Sulsel Konsultasi Aturan Profit Sharing IUPK ke Kementerian ESDM
Nahkodai PSSI Sulsel, Appi  Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda
Pemprov Sulsel Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Ini Tujuannya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:14 WIB

Kejati Sulsel – KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

TP PKK Sulsel Libatkan 3.060 Kader Tekan Stunting

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:13 WIB

PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa

Berita Terbaru