HALLOMAKASSAR.COM— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia tengah serius melakukan evaluasi menyeluruh serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) di masa non-tahapan pemilu.
Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu RI, Herwyn JH Malonda, dalam kegiatan diskusi terarah atau Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Makassar, Jumat (24/10).
Menurut Herwyn, masa non-tahapan merupakan waktu yang tepat bagi Bawaslu untuk berintrospeksi dan memperbaiki sistem internal.
“Memang kita rancang untuk menggali masukan dan kritikan dari suara-suara di daerah. Evaluasi yang kami lakukan dari berbagai sisi,” ujarnya.
Herwyn menegaskan bahwa Bawaslu terbuka terhadap segala bentuk kritik, termasuk pendapat yang mungkin tidak menyenangkan.
“Justru pendapat yang kurang enak didengar juga kami dengarkan. Itu bisa menjadi suara kritis untuk introspeksi Bawaslu, terutama terkait apa yang akan kita lakukan ke depan,” jelasnya.
Ia menyebutkan tiga poin utama dalam agenda evaluasi dan pengembangan Bawaslu.
Pertama, penguatan dan pengembangan SDM yang dinilai masih terbatas namun terus diupayakan peningkatannya.
“Sambil memperbaiki regulasi, kita juga mengevaluasi kondisi SDM. Mudah-mudahan kita bisa melakukan pemetaan dan membuat blueprint untuk melihat problematika SDM Bawaslu,” kata Herwyn.
Baca Juga:
Enam Inovasi DPPKB Antar Makassar Raih Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional
Judo Makassar Raih 8 Emas Hari ini, Ismail Apresiasi Perjuangan Atlet
ASUS Perkenalkan Rekomendasi Laptop Terbaik 2026, Perkuat Kualitas dan Layanan Purnajual di Makassar
Kedua, Bawaslu perlu mengantisipasi dua hal utama di masa depan, yakni fungsi pengawasan dan penegakan hukum, terutama setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Ketiga, Bawaslu akan memanfaatkan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan Artificial Intelligence/AI, dalam kerja-kerja pengawasan. AI diharapkan dapat membantu pemetaan data survei dan pengawasan.
“Namun, ini tentu punya dua sisi. Penggunaan AI harus tetap dikontrol agar benar-benar membantu Bawaslu,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel) Mardiana Rusli menyatakan bahwa ide besar mendengarkan suara pemilih juga telah diterapkan di tingkat provinsi.
Baca Juga:
Tim Sepak Bola Putra Makassar Tahan Imbang Lawan Luwu Timur di Porprov Sulsel
Sepak Bola Putri Makassar Libas Barru 8-2 di Porprov Sulsel 2026
HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Award untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
“Ada ide besar yang ingin dibangun lewat kegiatan-kegiatan ini, yaitu mendengar suara-suara pemilih,” kata Mardiana.
“Kami di Sulsel juga mengadopsinya dengan mendistribusikan kegiatan ke kabupaten/kota. Jadi kita dalam proses bekerja dan belajar bersama,” tambahnya.(*)








