Riset Google: 90 Persen Pekerja Teknologi Andalkan AI

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 26 September 2025 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM— Riset terbaru dari Google mengungkap 90 persen pekerja di industri teknologi kini menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Angka ini naik 14 persen dibanding tahun lalu.

Laporan terbaru dari divisi riset DORA milik Google, temuan ini berdasarkan survei terhadap 5.000 profesional teknologi di berbagai negara. AI paling banyak digunakan untuk tugas seperti menulis dan memodifikasi kode.

Kondisi ini muncul di tengah perdebatan soal dampak AI terhadap lapangan kerja dan ekonomi secara umum. Beberapa tokoh industri, termasuk CEO Anthropic Dario Amodei, sempat mengungkapkan kekhawatiran AI dapat meningkatkan angka pengangguran.

Namun, sebagian pelaku industri lainnya menilai kekhawatiran tersebut terlalu berlebihan.

Di sisi lain, data menunjukkan bahwa lulusan baru di bidang teknik komputer dan ilmu komputer mengalami tantangan lebih besar dalam mencari pekerjaan.

Menurut data dari The New York Fed, tingkat pengangguran untuk lulusan jurusan ini kini lebih tinggi dibanding bidang seperti sejarah seni dan bahasa Inggris.

Sementara itu, jumlah lowongan kerja untuk insinyur perangkat lunak di platform Indeed dilaporkan turun 71 persen antara Februari 2022 hingga Agustus 2025.

Google menjadi salah satu perusahaan yang mendorong penggunaan AI dalam pengembangan perangkat lunak. Perusahaan ini menawarkan berbagai alat bantu bertenaga AI, mulai dari versi gratis hingga berbayar seharga US$45 per bulan.

Persaingan di ranah AI semakin ketat, dengan kehadiran perusahaan seperti Microsoft, OpenAI, dan Anthropic, serta sejumlah startup seperti Replit dan Anysphere yang nilainya terus meroket seiring adopsi AI yang makin meluas.

Ryan J. Salva, kepala divisi pengembangan alat bantu pemrograman di Google, menyebut bahwa sebagian besar tim internal Google sudah memanfaatkan AI. Ia menyebut AI kini terintegrasi dalam berbagai aspek pekerjaan teknis, termasuk dokumentasi dan editor kode.

“Kalau Anda adalah insinyur di Google, hampir tidak mungkin Anda tidak memakai AI dalam pekerjaan harian,” ujar Salva, melansir CNN, Selasa (23/9).

Namun, meski penggunaan AI meningkat, tidak semua profesional teknologi merasa yakin dengan hasilnya.

Sebanyak 46 persen responden mengatakan mereka “agak” mempercayai kualitas kode yang dihasilkan AI. Sebanyak 23 persen hanya mempercayainya “sedikit”, dan 20 persen mengaku “sangat” percaya.

Dari sisi kualitas kode, 31 persen responden merasa AI hanya “sedikit meningkatkan” hasil kerja mereka, sementara 30 persen merasa tidak ada dampak sama sekali.

Salva menjelaskan bahwa saat ini kemampuan AI dalam pengembangan perangkat lunak berada di antara level tiga dan empat dari lima skala kematangan. Artinya, AI sudah bisa melakukan pemecahan masalah lintas sistem, tapi masih membutuhkan pengawasan manusia dan berbagai lapisan pengaman.

Meski adopsi AI berkembang pesat, Salva termasuk pihak yang meyakini bahwa ada bagian penting dalam pengembangan perangkat lunak yang tidak bisa diotomatisasi. Ia menilai AI justru akan membantu menyederhanakan tugas-tugas yang dianggap membosankan oleh para pekerja.

Namun, ia juga mengakui bahwa peningkatan penggunaan AI kemungkinan besar turut didorong oleh hype atau gaung besar seputar teknologi ini.

“Pengembangan perangkat lunak itu seperti industri fesyen. Kita semua berlomba mengejar gaya celana jeans terbaru,” ujarnya.

“Dan ketika pembicaraan soal ini begitu ramai, semua orang jadi antusias mencoba hal baru,” pungkas dia.(*)

Berita Terkait

Road to Fazzio Youth Festival 2025 di Makassar   Dimulai, Akan Sambangi 15 Sekolah
Pelindo Marine Bekali Perajin Batik Eks-Dolly Hadapi Era Industri 5.0
300 Riders Aerox Ramaikan GTA Vol. 3, Jadi Ajang Silaturahmi dan Ekspresi Kreativitas
Bukan Sekadar Riding, GTA Aerox Vol. 3 Padukan Komunitas, Kreativitas, dan Urban Lifestyle
Yamaha GEAR ULTIMA Tuntaskan Ekspedisi 2.740 Kilometer di Sulawesi, Buktikan Ketangguhan Skutik Hybrid
Reuni Putih Abu-Abu 93,  Kolaborasi Lintas Generasi Bangun Kota Makassar
SPJM Berbagi Ramadan, Salurkan Donasi ke Rumah Ibadah
Meriahkan Jappa Jokka Cap Go Meh 2026, SJAM Akan Undi Grand Prize Rumah Hingga Motor di Pecinan Makassar

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 10:09 WIB

Road to Fazzio Youth Festival 2025 di Makassar   Dimulai, Akan Sambangi 15 Sekolah

Kamis, 17 September 2026 - 08:41 WIB

Pelindo Marine Bekali Perajin Batik Eks-Dolly Hadapi Era Industri 5.0

Senin, 14 September 2026 - 12:42 WIB

300 Riders Aerox Ramaikan GTA Vol. 3, Jadi Ajang Silaturahmi dan Ekspresi Kreativitas

Minggu, 13 September 2026 - 11:17 WIB

Bukan Sekadar Riding, GTA Aerox Vol. 3 Padukan Komunitas, Kreativitas, dan Urban Lifestyle

Senin, 13 Juli 2026 - 11:32 WIB

Yamaha GEAR ULTIMA Tuntaskan Ekspedisi 2.740 Kilometer di Sulawesi, Buktikan Ketangguhan Skutik Hybrid

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

PDPB Triwulan III, Bawaslu Sulsel Minta Data Anomali Diverifikasi Faktual

Senin, 21 Sep 2026 - 14:03 WIB