HALLOMAKASSAR.COM -Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan dijadwalkan menggelar Muktamar untuk memilih Ketua Umum baru pada 27-29 September mendatang. Muktamar rencananya di gelar, Merlynn Park Hotel, Jakarta.
Ketua PPP Sulsel, Imam Fauzan Amir Uskara mengaku sudah siap mengikuti Muktamar. PPP Sulsel dipastikan satu suara untuk satu nama.
Menurut Imam, pihaknya tidak mempersoalkan mengenai figur Calon Ketua Umum baru. Baik eksternal maupun internal. Asalkan kata dia, figur tersebut mampu mengembalikan PPP ke Senayan atau DPR RI.
” Intinya, siapa pun yang menjadi ketua umum harus mampu mengembalikan PPP ke parlemen. Mau eksternal atau internal, gagasan utama mengembalikan PPP ke parlemen,” tegasnya kepada wartawan di Makassar, Kamis, 18 September 2025.
Menurut Imam, dalam Muktamar nanti PPP Sulsel memiliki 40 suara. Semuanya sudah solid ke satu nama. Hanya saja, Imam masih merahasiakan nama tersebut.
“Saya jamin suara Sulsel solid ke satu nama. Siapa pun namanya, kami bulat ke satu nama itu. Gagasan saya bukan membahas sosok calon. Siapa pun ketua umumnya harus bisa mengembalikan PPP ke parlemen,” tegasnya.
Menjelang Muktamar PPP, nama mantan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menguat menghadapi Mardiono selaku Inkumben.
Apalagi para kiai sepuh PPP, yang terdiri dari kiai yang duduk di pimpinan majelis-majelis DPP, dan dihadiri sejumlah pengurus harian DPP, DPW serta badan otonom, telah mendeklarasikan mantan Agus Suparmanto sebagai calon ketua umum DPP PPP pada Muktamar X 2025.
“Pak Agus Suparmanto telah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon ketua umum DPP PPP di hadapan para pimpinan majelis DPP, mayoritas pengurus harian DPP, 30 DPW dan 3 badan otonom, dalam acara musyawarah Majelis Masyayikh DPP PPP, Senin, 15 September 2025, kemarin,” kata Sekretaris Majelis Syariah DPP PPP KH Dr Fadlolan Musyaffa’ Lc MA.
Menurut Kiai Fadholan, Agus Suparanto dianggap memenuhi syarat mendekati ideal untuk memimpin partai berlambang kakbah itu. Selain pernah di eksekutif, Agus juga dikenal sebagai pengusaha dan sosok dari kalangan pondok pesantren.
“Tepatnya, istri Pak Agus ini memiliki pesantren di Madura. Jadi sesuai harapan kami, para masyayikh untuk mengembalikan PPP pada ulama dan tokoh dari kalangan kiai pondok pesantren. Pak Agus diharapkan mengembalikan kejayaan PPP dan lolos ke parlemen pada pemilu 2029 nanti,” ucap KH Fadholan. (*)







