Pemprov Sulsel Akan Salurkan Insentif untuk Balita Stunting

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) akan menyalurkan insentif untuk balita stunting.

Insentif program penanganan stunting sebesar Rp1 juta kepada 15.120 balita yang tersebar di Kabupaten/Kota di Sulsel.

Insentif itu akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima.

“Sementara koordinasi dengan Bank Sulselbar Syariah, manajernya. Lagi difasilitasi untuk buku rekening. Jadi penerima juga dibuatkan rekening bank. Penyalurannya secepatnya tergantung kesiapan bank,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Ishaq Iskandar kepada wartawan, Selasa, 26 Agustus 2025.

Bantuan tersebut merupakan inisiasi Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman untuk membantu anak dan balita keluar dari stunting dan permasalahan gizi lainnya. Bantuan itu merupakan bagian dari program Aksi Stop Stunting (ASS).

“Penerimanya anak yang bermasalah gizi sebanyak 15.120 anak yang tersebar di 24 kabupaten/kota terdiri dari 504 lokus atau desa. Pendataan dilakukan tenaga pendamping gizi di setiap desa se-Sulsel,” ujar Ishaq.

Menurut dia, skema bantuan yang diberikan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama Rp 300 ribu diberikan jika anak tersebut berkenan mengikuti program ASS, sedangkan tahap kedua sebesar Rp 700 ribu diberikan setelah anak mengikuti program tersebut selama 56 hari.

“Pembayarannya dibagi dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 300 ribu, dan tahap kedua Rp 700 ribu. Ini diterima setelah program intervensi selesai selama 56 hari. Jadi mulai di tabungan dikasih Rp 300 ribu dulu, setelah selesai programnya di kasih Rp 700 ribu lagi,” jelasnya.

Menurut Ishaq, program penanganan stunting itu juga meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, edukasi gizi, periksa kesehatan. Semua penerima wajib mengikuti program tersebut untuk keluar dari masalah stunting.

“Intervensi pemberian makanan tambahan balita dimulai 8 Agustus 2025. Pemberian makanan tambahan selama 56 hari sesuai juknis Kementerian Kesehatan. Makanan tambahan diberikan setiap hari, tidak bisa putus selama 56 hari, sehari dapat sekali,” jelasnya.

Selain itu, makanan tersebut diambil orang tua anak ke rumah gizi di setiap lokus. Namun jika orang tua tak sempat mengambil makanan tambahan, akan diantarkan tim pendamping.

“Orang tua penerima datang ke rumah gizi di setiap lokus, tapi kalau tidak bisa di antarkan ke rumahnya oleh petugas. Menunya itu kandungannya dobel protein,” pungkasnya.

Program ini melibatkan 1.000 tim pendamping gizi daerah (TPGD) dan 1.000 kader PKK di tiap desa. Mereka juga memberikan pendampingan terhadap 1.008 ibu hamil. Program ini diharap mampu memperbaiki angka prevalensi Stunting Sulsel dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Diketahui, 2024 lalu, SSGI menempatkan Sulsel di urutan 17 dari 38 provinsi di Indonesia dengan angka prevalensi Stunting 23,3 persen. Angka ini masih berada di atas angka prevalensi Stunting nasional yakni 19,8 persen.***

Berita Terkait

Pemprov Perkuat Transformasi Perpustakaan di Era AI
Bawaslu Sulsel – Universitas Bosowa Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pemilu
Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Lewat Program Agrosolution di Bone Bolango
Pastikan Pelayanan Jemaah Berjalan Baik, Ombudsman Sulsel Pantau Embarkasi Makassar
Fraksi PKB – Demokrat DPRD Sulsel Soroti Pengawasan Aset hingga Keadilan Pajak
Buka P2P di Maros, Ketua Bawaslu Sulsel Tekankan Pentingnya Pengawasan Masyarakat di Pemilu
DKPP, Unhas, dan UMI Bedah Integritas Penyelenggara Pemilu di Makassar
Komcad ASN di Sulsel Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:36 WIB

Pemprov Perkuat Transformasi Perpustakaan di Era AI

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:12 WIB

Bawaslu Sulsel – Universitas Bosowa Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pemilu

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:11 WIB

Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Lewat Program Agrosolution di Bone Bolango

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:39 WIB

Pastikan Pelayanan Jemaah Berjalan Baik, Ombudsman Sulsel Pantau Embarkasi Makassar

Senin, 18 Mei 2026 - 18:28 WIB

Fraksi PKB – Demokrat DPRD Sulsel Soroti Pengawasan Aset hingga Keadilan Pajak

Berita Terbaru

Nasional

Terindikasi Judol, Komidigi Blokir Website Polymarket

Senin, 25 Mei 2026 - 12:20 WIB

Info Makassar

Pemprov Sulsel Terima 25 Ekor Sapi Kurban dari Presiden Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 - 09:46 WIB

Opini

Ketika Keramaian Tak Lagi Meninggalkan Sampah

Senin, 25 Mei 2026 - 07:07 WIB