HALLOMAKASSAR.COM – Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang mulai menguji coba program pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber sebagai bagian dari upaya mendukung Program Makassar Zero Waste serta persiapan penutupan bertahap TPA Tamangapa dari sampah organik.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan Kelurahan Baru ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan pilot project yang akan menjadi percontohan sebelum diterapkan di seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Ujung Pandang.
“Pilot project ini merupakan langkah awal untuk membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah. Keberhasilan program di Kelurahan Baru nantinya akan menjadi model pelaksanaan bagi sembilan kelurahan lainnya di Kecamatan Ujung Pandang,” ujar Nanin Sudiar dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (2/7/2026).
Program uji coba tersebut dilaksanakan di RT 002 dan RW 001 Kelurahan Baru dengan melibatkan sekitar 80 kepala keluarga. Warga mulai menerapkan sistem pemilahan sampah menjadi tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik, dan residu.
Menurut Nanin, pemilahan sampah dari hulu menjadi langkah penting untuk mengurangi volume sampah dibuang ke tempat pemrosesan akhir sekaligus meningkatkan pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa mulai 1 Agustus 2026, TPA Tamangapa hanya akan menerima sampah residu, yakni sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali setelah melalui proses pemilahan.
“Karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Perubahan ini hanya bisa berhasil apabila warga membiasakan memilah sampah sejak dari rumah,” katanya.
Keberhasilan pelaksanaan pilot project di Kelurahan Baru akan menjadi dasar replikasi program ke sembilan kelurahan lainnya di Kecamatan Ujung Pandang.
Implementasi tersebut dijadwalkan dimulai secara bertahap pada pekan depan sebagai bagian dari percepatan penerapan sistem pemilahan sampah di seluruh wilayah kecamatan.
Nanin berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat mewujudkan target Makassar Zero Waste sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Pilah sampah dari rumah, kelola sampah dengan bijak. Keberhasilan Program Makassar Zero Waste dimulai dari kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat,” tutupnya.(*)







