Istri Butuh Biaya Operasi, Akademisi Unhas Sulit Cairkan Uang di Bank BUMN

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 14 April 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM— Akademisi Universitas Hasanuddin, Dr Hasrullah berjuang mencairkan tabungannya di salah satu bank BUMN Selasa, (14/4/2026).

Uang tersebut ingin digunakan biaya operasi sang istri yang terbaring di RS Unhas. Bagi Hasrullah, tabungannya di Bank jadi solusi penyelamat.

Mirisnya, Hasrullah mengaku dipersulit pihak Bank. Padahal ia hanya meminta haknya.

Hasrullah menuturkan, istrinya telah menjalani operasi selama tiga hari di RS Unhas dan membutuhkan biaya tambahan untuk proses perawatan lanjutan serta kepulangan dari rumah sakit.

Dalam kondisi mendesak, ia berinisiatif mencairkan sebagian tabungannya.
Ia mengaku telah mengikuti prosedur dan sempat mendapat informasi awal dari pihak bank bahwa pencairan bisa dilakukan dengan solusi tertentu.

“Saya hanya ingin mencairkan sebagian dana karena kebutuhan mendesak. Istri saya harus segera keluar dari rumah sakit, tapi dana saya justru sulit dicairkan,” ujar Hasrullah dalam keterangannya.

Ia menyebut proses pencairan berlarut-larut hingga lebih dari sepekan tanpa kejelasan.
Padahal, menurutnya, ia telah menyampaikan kondisi darurat yang sedang dihadapi, termasuk bukti istrinya yang tengah dirawat intensif.

Hasrullah menilai pelayanan yang diterimanya tidak mencerminkan empati terhadap nasabah dalam situasi krisis.

Ia bahkan mengaku siap menerima konsekuensi pemotongan atau penalti atas pencairan tabungannya itu sebelum jatuh tempo.

“Saya tidak masalah kalau ada potongan. Tapi jangan sampai hak nasabah dihalangi dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk perbankan, khususnya deposito, jika sewaktu-waktu membutuhkan dana cepat untuk kebutuhan darurat.

Lebih lanjut, Hasrullah mendesak pimpinan cabang bank BUMN itu di Sulawesi Selatan untuk bertanggung jawab atas pelayanan yang dialaminya. Ia juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum jika ditemukan adanya pelanggaran prosedur.

“Saya minta ada evaluasi serius. Kalau memang ada kesalahan, saya akan proses secara hukum,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak bank belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. ‎(*)

Berita Terkait

Gubernur Sulsel Bicara Soal Penanganan ATS di Pusat, Harap Kolaborasi Semua Pihak
Beri Kuliah Umum di Unhas, Mentan Amran Langsung Cabut Izin Distributor Pupuk Nakal
Gubernur Sulsel Apresiasi Pengungkapan Penyalahgunaan BBM-LPG
DPRD Sulsel Akan Kaji Polemik Seleksi Paskibraka, Mulai Dugaan Diskriminasi Hingga Transparansi
Abdul Malik: P2P Bawaslu Perkuat Kesadaran Kritis Masyarakat terhadap Potensi Pelanggaran Pemilu
Baru Sepekan Menjabat, Kombes Taufik Herdiansyah Bongkar Mafia BBM Ilegal di Sulsel
Jemput Jemaah Haji, Bupati Sidrap Dikira Petugas Bandara
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp1 M untuk RS Syekh Yusuf Gowa

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:59 WIB

Beri Kuliah Umum di Unhas, Mentan Amran Langsung Cabut Izin Distributor Pupuk Nakal

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:21 WIB

Gubernur Sulsel Apresiasi Pengungkapan Penyalahgunaan BBM-LPG

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:54 WIB

DPRD Sulsel Akan Kaji Polemik Seleksi Paskibraka, Mulai Dugaan Diskriminasi Hingga Transparansi

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:42 WIB

Abdul Malik: P2P Bawaslu Perkuat Kesadaran Kritis Masyarakat terhadap Potensi Pelanggaran Pemilu

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:23 WIB

Baru Sepekan Menjabat, Kombes Taufik Herdiansyah Bongkar Mafia BBM Ilegal di Sulsel

Berita Terbaru