Urus Pelayanan Publik, Warga Taliabu Harus Bertaruh Nyali di Jalan Rusak

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Buruknya akses infrastruktur kembali menjadi sorotan dalam pembahasan pelayanan publik di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Hal itu terungkap dalam dialog publik ILC yang digelar Forum Komunikasi Pemuda (FKP) Malut-Makassar yang bertajuk “Partisipasi Civil Society: Navigasi Good Governance di Maluku Utara” di Naff Cafe, Selasa (20/1/2026).

Ketua Himpunan Mahasiswa Taliabu (HMT) Cabang Makassar, Rahul Jabar, mengungkapkan bahwa persoalan pelayanan publik di daerah tersebut masih sangat memprihatinkan akibat kondisi jalan yang rusak parah.

Rahul menjelaskan, kalau daerah kepulauan lain yang terkendala jarak antar-pulau, Taliabu justru memiliki persoalan di satu daratan yang sama. Namun, akses jalan menuju pusat pelayanan di Ibu Kota Kabupaten Pulau Taliabu tidak layak dilalui.

“Kalau ada contoh kasus tadi satu daerah tapi menyerang pulau untuk aktivitas pelayanan, di Taliabu itu satu daratan. Tapi akses jalan menuju pusat pelayanan sangat parah,” ujar Rahul.

Ia menuturkan, kondisi jalan dari Desa Lede menuju Desa Ngele sudah seperti sungai kering. Akibatnya, warga yang hendak mengurus administrasi dan pelayanan publik terpaksa menggunakan rakit untuk mencapai ibu kota kabupaten.

“Jalan itu sudah seperti sungai kering, jadi kita harus naik rakit lagi untuk sampai di Ibu Kota Kabupaten Taliabu kalau ada pengurusan,” jelasnya.

Menurut Rahul, jalur darat sebenarnya masih bisa dilewati, namun hanya oleh pengendara dengan kemampuan di atas rata-rata. Karena risiko yang tinggi, sebagian besar warga lebih memilih menggunakan rakit sebagai alternatif transportasi.

“Kalau mau lewat darat juga bisa, tapi kebanyakan pilih naik rakit karena kondisi jalan yang sangat hancur. Kalau lewat jalan darat, mesti punya skil bawa motor di atas rata-rata,” tambahnya.

Rahul menegaskan, kondisi ini menunjukkan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan sebagai penunjang utama pelayanan publik. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah serius agar masyarakat tidak terus menjadi korban buruknya tata kelola pembangunan. (*)

Berita Terkait

5 Anggota Polsek Tallo Diperiksa Propam, Imbas Seorang Remaja Diduga Terkena Peluru saat Terjadi Tawuran
Perumda Parkir Sterilkan Jalan Mawas Pasca insiden Penikaman
Truk Diduga Langgar Jam Operasional di Gowa, Kaki Pemotor Hancur Terlindas
Kisruh BBM dan Energi di Sulsel, Warakaf Desak Presiden Copot Bahlil Lahadalia dari Menteri ESDM
Ari Lasso Puji Pilot Garuda GA 604 yang Berhasil Mendarat dengan Kondisi Roda Bermasalah
Kebakaran Kandea Makassar, 37 Rumah Rusak dan 245 Warga Terdampak
Kebakaran Terjadi di Lantai 4 NIPAH Mall Makassa, Dua Orang Alami Sesak Napas
Warga Tamalanrea Tolak PSEL Dekat Permukiman, Desak Pemerintah Evaluasi Lokasi

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:54 WIB

5 Anggota Polsek Tallo Diperiksa Propam, Imbas Seorang Remaja Diduga Terkena Peluru saat Terjadi Tawuran

Sabtu, 19 September 2026 - 23:16 WIB

Perumda Parkir Sterilkan Jalan Mawas Pasca insiden Penikaman

Sabtu, 19 September 2026 - 08:51 WIB

Truk Diduga Langgar Jam Operasional di Gowa, Kaki Pemotor Hancur Terlindas

Sabtu, 12 September 2026 - 11:51 WIB

Kisruh BBM dan Energi di Sulsel, Warakaf Desak Presiden Copot Bahlil Lahadalia dari Menteri ESDM

Kamis, 3 September 2026 - 12:22 WIB

Ari Lasso Puji Pilot Garuda GA 604 yang Berhasil Mendarat dengan Kondisi Roda Bermasalah

Berita Terbaru

Politik

IAS Minta Pengurus Golkar Melek Media Dan Digital

Jumat, 6 Nov 2026 - 17:44 WIB