Polda Sulsel Ungkap Penyalahgunaan Narkoba Alami Peningkatan di 2025

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM— Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mencatat tren penurunan jumlah tindak pidana umum sepanjang tahun 2025. Sebaliknya, pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika mengalami peningkatan.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyebut sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 20.987 perkara tindak pidana umum. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 23.359 perkara atau berkurang 2.372 perkara.

“Untuk tindak pidana umum, terjadi penurunan jumlah perkara dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Irjen Pol. Djuhandhani dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Aula Mappaodang, Mapolda Sulsel, Senin (29/12).

Dari jumlah tersebut, Polda Sulsel dan jajaran berhasil menyelesaikan 18.306 perkara sepanjang 2025. Sementara pada tahun 2024, penyelesaian perkara tercatat sebanyak 19.462 kasus. Penurunan jumlah perkara ini dinilai sebagai salah satu indikator stabilitas keamanan di wilayah Sulawesi Selatan.

Meski demikian, tren berbeda terlihat pada penanganan tindak pidana narkotika. Kapolda Sulsel mengungkapkan bahwa selama tahun 2025, Polda Sulsel berhasil mengungkap sebanyak 2.789 perkara narkotika. Jumlah ini meningkat 213 perkara dibandingkan tahun 2024.

“Pengungkapan kasus narkotika mengalami peningkatan. Ini menunjukkan masih tingginya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Sulsel,” kata Djuhandhani.

Dari ribuan perkara tersebut, sebanyak 2.150 perkara berhasil diselesaikan. Jumlah tersangka yang diamankan mencapai 4.235 orang, terdiri dari 3.976 laki-laki dan 259 perempuan. Data tersebut menunjukkan bahwa narkotika masih menjadi salah satu kejahatan yang mendominasi penanganan perkara pidana di Sulawesi Selatan.

Selain narkotika, Polda Sulsel juga mencatat perkembangan penanganan tindak pidana khusus. Sepanjang 2025, tercatat 141 perkara tindak pidana khusus, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 125 perkara. Dari jumlah tersebut, 121 perkara berhasil diselesaikan.

Dalam penanganan tindak pidana khusus, Ditreskrimsus Polda Sulsel berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 74.948.254.000 sepanjang 2025. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 2.595.000.000.

“Penyelamatan uang negara menjadi salah satu fokus kami dalam penanganan tindak pidana khusus,” ujar Kapolda.

Kapolda Sulsel juga menyinggung sejumlah operasi kepolisian yang digelar sepanjang 2025 dalam rangka menekan angka kriminalitas. Operasi tersebut meliputi operasi terpusat seperti Operasi Ketupat dan Operasi Lilin, serta operasi kewilayahan seperti Operasi Pekat Lipu dan Operasi Antik Lipu yang menyasar penyakit masyarakat dan peredaran narkotika.

Menurut Kapolda, operasi-operasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya preventif dan represif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami berupaya menyeimbangkan upaya pencegahan dan penegakan hukum agar situasi kamtibmas tetap terjaga,” katanya.

Meski angka kriminalitas umum menurun, Kapolda menegaskan pihaknya akan wasapada terhadap tindak kriminalitas umum, khususnya terhadap kejahatan narkotika yang dinilai memiliki dampak luas terhadap masyarakat.

Data Polda Sulsel juga menunjukkan bahwa sepanjang 2025, penanganan perkara pidana di wilayah Sulawesi Selatan masih didominasi oleh kejahatan konvensional dan narkotika, dengan tren penurunan pada tindak pidana umum dan peningkatan pada pengungkapan kasus narkoba.(*)

Berita Terkait

Pekerjaan Jalan Aroepala – Hertasning Selesai, Ruas Jalan Dibuka Full
Gubernur Sulsel Paparkan Capaian Digitalisasi Keuangan di Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026
Tanggapan Pemprov Sulsel Atas Penetapan Tersangka Bupati Gowa
Sosialisasikan TanyaIbu.com, Ketua KPP Sulsel Andi Nirawati Dorong Perempuan Perkuat Literasi Digital
Hari Tani Nasional, Asri Tadda Soroti Nasib Petani di Tengah Paradoks Pembangunan
Mitigasi Penyelewengan Dana Pensiun, Kejati Sulsel Beri Penerangan Hukum PT Taspen
Pemprov Sulsel Berhasil Renegosiasi PI Migas 2,5% Jadi 10%
PDPB Triwulan III, Bawaslu Sulsel Minta Data Anomali Diverifikasi Faktual
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 08:24 WIB

Pekerjaan Jalan Aroepala – Hertasning Selesai, Ruas Jalan Dibuka Full

Sabtu, 26 September 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Sulsel Paparkan Capaian Digitalisasi Keuangan di Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026

Jumat, 25 September 2026 - 20:09 WIB

Tanggapan Pemprov Sulsel Atas Penetapan Tersangka Bupati Gowa

Jumat, 25 September 2026 - 16:44 WIB

Sosialisasikan TanyaIbu.com, Ketua KPP Sulsel Andi Nirawati Dorong Perempuan Perkuat Literasi Digital

Kamis, 24 September 2026 - 13:45 WIB

Hari Tani Nasional, Asri Tadda Soroti Nasib Petani di Tengah Paradoks Pembangunan

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Pekerjaan Jalan Aroepala – Hertasning Selesai, Ruas Jalan Dibuka Full

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:24 WIB