Disdik Sulsel Batasi Penggunaan HP untuk Siswa di Sekolah

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan menerapkan aturan pembatasan penggunaan handphone (HP) bagi siswa di sekolah. Kebijakan ini mulai disosialisasikan dan ditargetkan diterapkan secara merata di seluruh SMA/SMK di1 Sulsel.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Najamuddin mengatakan bahwa aturan pembatasan HP telah dimasukkan ke dalam tata tertib sekolah dan telah disebarkan ke seluruh satuan pendidikan.

“Jadi penggunaan HP itu dimungkinkan digunakan dalam rangka mendukung pembelajaran. Tapi di luar itu kami kontrol,” ujar Iqbal Najamuddin dikutip, Selasa, (8/12/2025).

Maka dari itu, kata dia, sekolah menyediakan tempat penyimpanan khusus seperti loker untuk menertibkan penggunaan HP selama proses belajar-mengajar berlangsung.

“Mungkin kami akan simpan nanti, ada loker-loker di sekolah pada saat pembelajaran atau pada waktu-waktu tertentu yang tidak boleh siswa menggunakannya,” jelasnya.

Namun, penggunaan HP tetap diperbolehkan dalam kondisi darurat atau kebutuhan tertentu yang berkaitan langsung dengan kegiatan belajar.

“Untuk keadaan darurat, misalnya mau menghubungi orang tua, silakan. Jika hape itu bermanfaat untuk kegiatan pembelajaran, itu juga dipersilakan,” tambah Iqbal.

Ia menyebutkan pembatasan dilakukan sebagai bentuk dukungan menjaga fokus belajar siswa dan mencegah dampak negatif dari penggunaan gawai di lingkungan sekolah.

“Artinya kepentingan HP ini hanya untuk kepentingan darurat. Kalau hanya digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat di sekolah, tentu ada pembatasan,” tegasnya.

Iqbal mengungkapkan, kebijakan tersebut sebenarnya telah diterapkan oleh sebagian sekolah, namun belum maksimal. Dinas Pendidikan akan menegaskan agar penerapannya seragam di seluruh sekolah.

“Ini sudah mau dilakukan. Sudah kita lakukan. Tinggal sosialisasi dan aplikasinya. Semua sekolah harus menyiapkan loker-lokernya,” ujarnya.

Sedangkan untuk tingkat SD, ia menjelaskan hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

“Itu nanti disampaikan di masing-masing sekolah karena kewenangannya mereka. Tapi tentu mereka sendiri yang harus melakukan proteksi di sekolahnya,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Kejati Sulsel – KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi
TP PKK Sulsel Libatkan 3.060 Kader Tekan Stunting
PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan
Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw
Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa
Pansus DPRD Sulsel Konsultasi Aturan Profit Sharing IUPK ke Kementerian ESDM
Nahkodai PSSI Sulsel, Appi  Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda
Pemprov Sulsel Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Ini Tujuannya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:14 WIB

Kejati Sulsel – KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

TP PKK Sulsel Libatkan 3.060 Kader Tekan Stunting

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:13 WIB

PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa

Berita Terbaru