Pegiat Pemilu Tekankan Pengawasan Partisipatif sebagai Gerakan Sosial, Bukan Sekadar Tugas Lembaga

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 18 November 2025 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu mendapat penekanan penting dari sisi pemberdayaan komunitas.

Dalam sesi P2P yang digelar Bawaslu Sulsel, akademisi dan pegiat pemilu Dr. Sy. Raehana, menegaskan bahwa penguatan jaringan kolaboratif dan pemberdayaan komunitas adalah fondasi utama untuk memastikan terciptanya pemilu yang berintegritas dan inklusif.

Dr. Raehana menyampaikan pandangannya bahwa pengawasan partisipatif tidak boleh hanya dipandang sebagai strategi teknis, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi.

“Penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas dalam pengawasan partisipatif merupakan fondasi utama untuk memastikan terciptanya pemilu yang berintegritas dan inklusif,” ujar Dr. Sy. Raehana, Selasa, (18/11).

Pengawasan Partisipatif sebagai Gerakan Sosial
Menurut Dr. Raehana, melalui jaringan kolaboratif yang solid serta komunitas yang berdaya, proses pengawasan tidak hanya terbatas pada tugas lembaga pengawas, tetapi akan berkembang menjadi gerakan sosial yang hidup dalam masyarakat.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif warga, peningkatan kapasitas lokal, dan sinergi antar-aktor memainkan peran krusial.

Hal ini memungkinkan deteksi dini pelanggaran yang lebih efektif di lapangan. Sekaligus, upaya ini berfungsi untuk membangun budaya politik yang sehat dan bertanggung jawab.

Dr. Raehana menyimpulkan, penguatan jejaring dan pemberdayaan komunitas adalah kunci keberlanjutan proses elektoral, baik di tingkat lokal maupun nasional. Upaya ini memastikan bahwa kualitas demokrasi terus terjaga melalui pengawasan yang inklusif dan transparan.

Keterangan Dr. Raehana ini melengkapi materi dalam P2P Bawaslu yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran kritis masyarakat agar semakin berdaya dan aktif dalam mengawal proses demokrasi.(*)

Berita Terkait

Bawaslu Sulsel Tingkatkan Kompetensi Jajaran Sekretariat dalam Mengawal Kualitas Data Pemilih Berkelanjutan
Ombudsman Sulsel Dorong Pelayanan Publik yang Bernilai dan Bebas Maladministrasi dalam FKP KPKNL Makassar
Dugaan Cinta Segitiga Pencabutan Beasiswa Program Doktor Rezqila dari Pemkab Gowa
Komisi B DPRD Sulsel – Pemkab Barru Bahas DBH  Pembiayaan BPJS Kesehatan
Ketua Bawaslu Sulsel Hadiri Pelantikan DPW PPP, Perkuat Komunikasi Konstruktif dan Kolaborasi
Pemprov Libatkan TNI Bangung Rumah Layak Huni di
Rawat Harmoni Keberagaman, Kontingen Pesparawi Sulsel Gelar Ramah Tamah di Papua Barat
Jurnal IPDN Ungkap Ketimpangan Pembangunan Sulsel, Luwu Raya Dinilai Layak Jadi Provinsi

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:34 WIB

Bawaslu Sulsel Tingkatkan Kompetensi Jajaran Sekretariat dalam Mengawal Kualitas Data Pemilih Berkelanjutan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:50 WIB

Ombudsman Sulsel Dorong Pelayanan Publik yang Bernilai dan Bebas Maladministrasi dalam FKP KPKNL Makassar

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:47 WIB

Dugaan Cinta Segitiga Pencabutan Beasiswa Program Doktor Rezqila dari Pemkab Gowa

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:20 WIB

Komisi B DPRD Sulsel – Pemkab Barru Bahas DBH  Pembiayaan BPJS Kesehatan

Senin, 22 Juni 2026 - 09:01 WIB

Ketua Bawaslu Sulsel Hadiri Pelantikan DPW PPP, Perkuat Komunikasi Konstruktif dan Kolaborasi

Berita Terbaru