21 DPD II Golkar  Bersatu Dukung Appi di Musda, Pengamat: Jalan Mulus Menuju Ketua DPD I 

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026, dinamika politik internal partai berlambang pohon beringin tersebut semakin menguat dan menjadi perhatian publik politik.

Konsolidasi kekuatan di tingkat akar rumput partai menunjukkan arah yang kian jelas, seiring menguatnya arus dukungan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Dukungan tersebut secara konsisten mengerucut kepada Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai figur yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta legitimasi politik untuk memimpin DPD I Partai Golkar Sulsel pada periode selanjutnya.

Mengalirnya dukungan ini menjadi sinyal kuat adanya keinginan kolektif dari struktur partai di daerah untuk menghadirkan kepemimpinan yang solid, inklusif, dan mampu mengonsolidasikan kekuatan Golkar di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, sebanyak 19 DPD II Partai Golkar secara terbuka telah menyatakan kesiapan dan dukungan penuh kepada Munafri Arifuddin untuk maju dalam Musda.

Dukungan tersebut tidak hanya disampaikan secara simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen politik bersama dalam rangka menjaga soliditas partai dan memperkuat posisi Golkar ke depan.

Gelombang dukungan itu kembali bertambah setelah DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu Timur serta Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Toraja Utara secara resmi menyatakan dukungannya pada Jumat malam, 9 Januari 2026.

Dengan tambahan dukungan tersebut, total sebanyak 21 DPD II Partai Golkar kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan telah menyatakan sikap politiknya untuk mendukung Munafri Arifuddin sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel pada Musda yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Mengalirnya dukungan mayoritas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan kepada Munafri Arifuddin untuk memimpin DPD I Partai Golkar Sulsel mendapat perhatian serius dari kalangan pengamat politik.

Pengamat politik sekaligus Direktur Nurani Strategic Consulting, Dr. Nurmal Idrus, menilai soliditas dukungan yang diberikan DPD II kepada Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar tersebut merupakan sinyal positif bagi masa depan Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

“Bertambahnya dukungan dari mayoritas DPD II ini semakin mempertegas posisi Munafri Arifuddin sebagai figur kuat dan potensial dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel,” ujarnya, Sabtu (10/1).

Derasnya dukungan DPD II kepada Appi, sekaligus mencerminkan kuatnya harapan kader di daerah terhadap kepemimpinan yang mampu membawa Partai Golkar semakin solid.

Mantan Ketua KPU Kota Makassar itu menyebutkan bahwa menguatnya dukungan dari struktur partai di tingkat kabupaten dan kota menunjukkan adanya konsolidasi internal yang sehat.

Menurutnya, soliditas suara DPD II tidak hanya memperlihatkan kekuatan basis Munafri Arifuddin di akar rumput partai, tetapi juga menjadi indikator kebangkitan dan penguatan kembali suara Partai Golkar ke depan.

“Solidnya dukungan DPD II kepada Munafri Arifuddin adalah hal yang sangat positif,” tuturnya.

“Ini membuktikan bahwa Golkar sedang berada dalam fase konsolidasi dan memiliki peluang besar untuk kembali bangkit dengan kepemimpinan yang kuat,” tambah Dr. Nurmal Idrus.

Ia melanjutkan, jika melihat eskalasi dukungan yang begitu masif dalam waktu relatif singkat, peluang Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, untuk menahkodai DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang kini berada di atas angin.

Disebutkan, dukungan 21 dari total 24 DPD II kabupaten dan kota di Sulsel, menurutnya, bukan sekadar angka statistik semata, melainkan sinyal kuat adanya kehendak kolektif untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Angka 21 DPD II itu sangat menentukan. Dalam tradisi Golkar, suara DPD II adalah pemegang kunci. Ini menunjukkan bahwa Appi berhasil membangun simpul kepercayaan yang kuat di tingkat daerah,” jelasnya.

Dr. Nurmal juga menilai, dengan telah mengantongi mayoritas suara sah, baik secara tertulis maupun lisan, secara matematis posisi Munafri Arifuddin hampir sulit dibendung dalam Musda.

Bahkan, ia menilai peluang terpilihnya Appi secara aklamasi terbuka lebar jika tidak muncul dinamika signifikan menjelang pelaksanaan Musda.

Peluang tersebut, lanjut Nurmal, semakin menguat karena posisi Munafri Arifuddin saat ini dinilai sedang berada di puncak performa politiknya.

Keberhasilannya mengelola DPD II Partai Golkar Kota Makassar, dan Wali Kota Makassar menjadi barometer penting bagi DPD II lain di Sulawesi Selatan dalam melihat kapasitas kepemimpinannya.

“Para Ketua DPD II melihat Appi sebagai figur yang membawa energi baru. Apalagi memiliki logistik politik yang stabil serta kemampuan manajerial organisasi yang dibutuhkan Golkar untuk menghadapi tantangan politik dan pemilu ke depan,” ungkapnya.

Dia juga menilai, bergabungnya DPD II Partai Golkar Luwu Timur dan Toraja Utara dalam barisan pendukung Munafri juga dinilai sebagai sinyal bahwa dukungan tersebut tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi telah mampu menembus basis-basis daerah yang sebelumnya masih dinamis.

Nurmal menyebutkan, hal ini memperlihatkan bahwa Appi dipandang sebagai figur jalan tengah yang mampu merangkul berbagai faksi di internal Golkar Sulsel yang selama ini dikenal memiliki dinamika politik yang kuat.

Meski demikian, Dr. Nurmal mengingatkan bahwa Munafri tetap tidak boleh mengabaikan satu faktor krusial dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel, yakni pendekatan dengan pengurus DPP di Jakarta.

Meskipun dukungan DPD II telah mencapai sekitar 81 persen, keputusan akhir tetap melibatkan pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

“Variabel terakhir tetap ada di DPP Golkar di Jakarta. Biasanya DPP akan bersikap realistis, tetapi penentuan pemenang Musda provinsi tidak selalu ditentukan semata oleh suara terbanyak di tingkat DPD II,” saran Nurmal.

“Faktor inilah yang perlu dicermati dengan baik agar tidak menjadi batu sandungan,” tambah Nurmal, menutup analisis peluang Munafri memimpin Golkar Sulsel. (*)

Berita Terkait

Golkar Sulsel Akan Mulai Roadshow ke Kabupaten/Kota
Ilham Ari Fauzi Serahkan SK 14 DPC PPP Sulsel, Delapan Daerah Masih Ditahan
Gerindra Target 10 Kursi DPR RI Dapil Sulsel: 3 – 4 – 3
Dasco Kukuhkan 7 Ketua DPC Gerindra Sulsel, Lima Di Antaranya Bupati Aktif
Dasco Serahkan 7 SK Ketua DPC Gerindra Kabupaten/Kota Besok
Gelora Mulai Bersiap Hadapi Pemilu 2029, Pastikan Verifikasi Parpol KPU Penuhi Syarat
Gerindra Sulsel Gelar Rakorda 4 Agustus, Dasco Hadir dan Siapkan Kejutan untuk Tujuh DPC
Ketua DPC PKB di Sulsel Akan  Dievaluasi Jika Gagal Capai Target Pemilu 2029

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Golkar Sulsel Akan Mulai Roadshow ke Kabupaten/Kota

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Ilham Ari Fauzi Serahkan SK 14 DPC PPP Sulsel, Delapan Daerah Masih Ditahan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Gerindra Target 10 Kursi DPR RI Dapil Sulsel: 3 – 4 – 3

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Dasco Kukuhkan 7 Ketua DPC Gerindra Sulsel, Lima Di Antaranya Bupati Aktif

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Dasco Serahkan 7 SK Ketua DPC Gerindra Kabupaten/Kota Besok

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Polda Sulsel Genjot 2 Kasus yang Menyeret Nama Bupati Gowa

Kamis, 13 Agu 2026 - 08:15 WIB