HALLOMAKASSAR.COM– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto diklaim mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Jayadi Nas, mengungkapkan program tersebut membuka peluang kerja yang luas, terutama di sektor penyediaan dan distribusi makanan.
“Dari sisi tenaga kerja, itu kan satu dapur 47 tenaga kerja,” ujar Jayadi kepada wartawan, Kamis, 25 September 2025.
Menurut Jayadi, jika dikalikan dengan jumlah dapur yang beroperasi di seluruh wilayah, maka jumlah tenaga kerja yang terserap dari program MBG ini sangat besar. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan kompetensi para pekerja di lapangan.
“Hanya saja tentu kami tetap melakukan monitor bagaimana dengan kemampuannya dalam hal keterampilannya atau kemampuan dalam melaksanakan tugasnya di setiap dapur itu. Karena ini kan menyangkut kepentingan orang banyak,” lanjutnya.
Jayadi menjelaskan, selain tenaga kerja yang bertugas di dapur, program MBG juga menciptakan peluang kerja lain melalui rantai pasok bahan kebutuhan makanan.
“Di MBG itu kan yang hanya di dapur, yaitu 47 orang. Belum lagi mitra-mitra kerja yang lain. Tentu kan, misalnya siapkan bagaimana kebutuhan pokoknya, seperti beras, sayur, daging, telur, dan sejumlah kebutuhan MBG lainnya,” paparnya.
Ia menambahkan, efek domino dari program ini secara tidak langsung mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui terbukanya lapangan kerja, baik sebagai tenaga kerja langsung maupun tenaga kerja mandiri.
“Sehingga itulah yang membuat kami terus terang, kami berterima kasih banyak kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden yang telah membuat program tersebut. Karena kemudian tentu ada efeknya terhadap bagaimana terbukanya lapangan kerja,” pungkasnya. ***
Baca Juga:
Komisi VI DPR RI Kawal Ketat Moratorium Semen : Investasi Tak Boleh Langgar Hukum dan Tata Ruang
Pembenahan TPA Antang Sesuai Aturan, Tanah Urug Berasal dari Tambang Berizin
Mouser Electronics Raih Penghargaan Top Customer Count Asia 2025 dari NXP untuk Pertama Kalinya







