Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakornas) yang ke XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) tahun 2026.

Forum nasional bertajuk “Ketahanan Nasional: Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global’ itu diikuti pengurus APINDO dari seluruh Indonesia. Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla, turut hadir membuka kegiatan tersebut.

Dalam forum tersebut, Munafri tampil sebagai pembicara bersama Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan Asrul Sani, Kepala DPMPTSP Kalimantan Utara, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, serta Direktur Investasi dan Perdagangan Luar Negeri APINDO Sherly Susilo.

Di hadapan para pengusaha, Munafri yang akrab disapa Appi memaparkan sejumlah keunggulan Kota Makassar yang dinilai menjadi modal penting dalam menarik investasi.

Ia merangkumnya dalam tiga alasan utama, yakni posisi geografis yang strategis, pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, serta iklim investasi yang didukung tata kelola pemerintahan berbasis Smart City.

“Kenapa Makassar? Kami memiliki beberapa alasan, tetapi saya menampilkan tiga alasan utama. Yang pertama adalah Makassar dengan lokasi yang sangat strategis, dengan ekonomi yang terus tumbuh dan berkembang, dan menjadi kota yang sangat ramah terhadap investasi yang menerapkan sistem pemerintahan berbasis Smart City,” jelasnya.

Ia melanjutkan, posisi Makassar semakin strategis karena berada pada jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menghubungkan aktivitas ekonomi antara Australia, Asia, hingga benua lainnya. Posisi tersebut memperkuat Makassar sebagai hub pergerakan barang, jasa, sekaligus tenaga kerja di kawasan Indonesia Timur.

Appi menegaskan, investasi menjadi salah satu sektor penting bagi Makassar karena kota ini tidak memiliki sumber daya alam seperti sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan. Karena itu, Pemkot Makassar berupaya memastikan kemudahan, hospitality, serta jaminan bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di Makassar.

“Dan mungkin satu-satunya yang ada di Sulawesi Selatan, kota yang punya dua alur penghubung ekonomi, yaitu Pelabuhan Internasional dan Bandara Internasional, yang mampu menghubungkan proses barang dan jasa langsung ke tujuan ekspor dan impor,” ujarnya.

Ia juga memaparkan tren realisasi investasi Makassar yang terus meningkat. Setelah mengalami koreksi pada 2024, realisasi investasi kembali menunjukkan rebound pada 2025, ditandai dengan meningkatnya investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) sekaligus pertumbuhan investasi dalam negeri.

Appi menyebut lima negara yang memiliki investasi besar di Kota Makassar, yakni Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, dan Jepang. Ia juga memperkenalkan sejumlah potensi dan proyek pengembangan yang dapat menjadi ruang investasi baru.

Di sektor pariwisata, lanjutnya, Pemkot Makassar tengah mendorong pengembangan kawasan sports tourism di Untia yang diawali pembangunan stadion sepak bola milik pemerintah kota.

Selain itu, gugusan Kepulauan Spermonde dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata maritim sekaligus memperpanjang length of stay wisatawan di Makassar.

Sementara dari sektor industri, Munafri menyoroti Kawasan Industri Makassar (KIMA) yang tingkat okupansinya telah mencapai lebih dari 90 persen.

Kawasan tersebut menjadi pusat hilirisasi berbagai komoditas dari daerah lain, termasuk kopi dan hasil perikanan, sekaligus mendukung aktivitas ekspor-impor dari Makassar.

“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar, kami siap untuk menerima investasi bersama-sama dengan supporting infrastruktur yang dimiliki oleh kota ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, potensi perikanan, pertanian, industri pengolahan makanan, hingga dukungan perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin menjadi ekosistem yang dapat memperkuat investasi dan riset di Kota Makassar.

Menutup paparannya, Appi menegaskan Makassar merupakan kota yang terus tumbuh dan terbuka terhadap peluang investasi. Ia juga mengajak para peserta forum menikmati potensi lain yang menjadi identitas Makassar.

“Makassar terkenal dengan kuliner yang sangat nikmat. Jadi kalau di Makassar, peraturannya: dilarang diet,” tutupnya.(*)

Berita Terkait

Wali Kota Appi Tawarkan Kolaborasi Nyata, Ajak Kader IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan
Di HUT ke-78 GPIB Immanuel, Wali Kota Appi Tekankan Pentingnya Peran Gereja Jaga Keharmonisan Kota
Makassar Punya Modal Jadi Pusat Kesehatan Regional, Appi Ajak dokter dan Akademisi Bergerak Bersama
Investasi Makassar Capai Rp5 Triliun, Sektor Ini Paling Besar
Wamen Kebudayaan Apresiasi Wali Kota Appi, Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026
Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku, Dilengkapi U-Ditch
Pemkot Makassar Perkuat Edukasi Warga, Pembenahan Sampah Dilakukan dari Hulu ke Hilir
Resmikan Tawa Mahjong di CPI, Wali Kota Appi Minta Utamakan Tenaga Kerja Lokal 

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Wali Kota Appi Tawarkan Kolaborasi Nyata, Ajak Kader IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Di HUT ke-78 GPIB Immanuel, Wali Kota Appi Tekankan Pentingnya Peran Gereja Jaga Keharmonisan Kota

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Makassar Punya Modal Jadi Pusat Kesehatan Regional, Appi Ajak dokter dan Akademisi Bergerak Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Investasi Makassar Capai Rp5 Triliun, Sektor Ini Paling Besar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Wamen Kebudayaan Apresiasi Wali Kota Appi, Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026

Berita Terbaru

Opini

Dari Limbah Pasar Menjadi Berkah Biru

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:41 WIB

Sulawesi Selatan

PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 12:13 WIB