HALLOMAKASSAR.COM –Partai Demokrat Sulawesi Selatan mulai berbenah atas turbolensi atau penurunan yang dialami pasca Pemilu 2025. Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Demokrat Sulsel mulai melakukan evaluasi kinerja mesin partai.
Dalam tiga kali Pemilihan Legislatif (Pileg) sebelumnya, Partai Demokrat Sulsel memperoleh raihan kursi cukup positif. Namun pada Pileg 2024, mengalami penurunan suara signifikan.
Pileg 2009-2014, Partai Demokrat meraih 10 kursi di DPRD Sulsel, selanjutnya Pileg 2014-2019 naik menjadi 11 kursi, dan Pileg 2019-2024 kembali 10 kursi. Namun, hasil Pileg 2024-2029 turun tujuh kursi.
Begitupun di Kota Makassar, dalam tiga periode terakhir kursinya terus merosot. Pileg 2014-2019 Partai Demokrat mendapat 7 kursi, kemudian Pileg 2019-2024 turun jadi 6 kursi dan terakhir Pileg 2024-2029 hanya sisa 3 kursi.
Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah Erbe mengatakan, Rakerda yang digelar di Claro Hotel, Kamis (13/11/2025),
menjadi ajang konsolidasi dan penguatan institusi partai.
“Untuk konsolidasi terutama, makanya tema kegiatannya soal penguatan institusi,” ujar Ni’matullah.
Mantan legislator DPRD Sulsel itu mengatakan, Rakerda ini juga menjadi langkah awal Demokrat Sulsel dalam menyusun strategi kebangkitan partai menuju Pemilu 2029. Ia menyebut pentingnya persiapan matang sejak dini untuk memastikan kekuatan struktur partai tetap solid.
“Kami mau persiapkan lebih dini, lebih awal, terutama struktur partai dan sebagainya,” jelasnya.
Ni’matullah menegaskan struktur organisasi partai menjadi fokus utama yang akan diperkuat dalam kegiatan besok. Ia ingin memastikan kesiapan Demokrat Sulsel menghadapi dinamika politik ke depan.
Dia membeberkan sejumlah hal yang akan dibahas dalam Rakerda tersebut. Fokus pembahasan utamanya meliputi tiga poin besar, yakni konsolidasi, program BPOKK, dan rencana kerja BSN.
“Tiga hal itu, terutama konsolidasi, kemudian BPOKK. BPOKK itu, kan, organisasi kaderisasi dan keanggotaan,” ujar dia.
Selain itu, lanjut Ni’matullah, tim BSN juga akan memaparkan rencana kerja mereka terkait penyiapan saksi di seluruh daerah sejak dini. “Kemudian BSN itu badan saksi. Jadi mereka mau memaparkan rencana kerja, penyiapan saksi sejak dini,” katanya.
Begitupun bidang OKK (Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan) disebut akan membahas penyempurnaan struktur partai di tingkat daerah agar lebih tertata secara administrasi. Tak hanya itu, agenda kaderisasi juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Ni’matullah menyebut sejumlah rencana pelatihan dan pengkaderan akan dipertajam dalam forum tersebut.
Baca Juga:
Munafri-Aliyah Rangkul Buruh, Peringati May Day 2026 Bersama Lewat Fun Walk
Asian Beach Games ke-6 di Sanya Resmi Berakhir, Tim China Menempati Posisi Teratas Klasemen Medali
Gubernur Sulsel Gelar Welcome Dinner Mewah di Rujab untuk Alumni UNHAS
“Kemudian rencana pelaksanaan sejumlah pengkaderan, kaderisasi, dan sebagainya. Hal-hal itu yang mau dipertajam besok,” ujar dia.
Dia menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak akan membahas soal verifikasi faktual karena partai mereka sudah berpengalaman mengikuti pemilu berkali-kali. Mengenai jumlah peserta, Ni’matullah menyebut ada sekitar 200-240 orang yang akan hadir dalam kegiatan tersebut.
Dia menambahkan, seluruh unsur pengurus partai dari berbagai tingkatan akan dilibatkan dalam kegiatan ini, termasuk anggota DPRD Fraksi Demokrat se-Suslel dan pengurus DPC dari seluruh kabupaten dan kota di Sulsel.
“Seluruh pengurus DPD, seluruh anggota DPRD, dari 24 DPC itu ada tiga orang, ketua, sekretaris dan ketua organisasi,” ucap Ni’matullah.
“Hasil Pemilu 2024 adalah cermin yang harus kita baca dengan bijak. Tapi Demokrat adalah partai yang tangguh, kita punya kader, punya jaringan, dan punya semangat untuk bangkit. Rakerda ini adalah langkah awal menatap masa depan yang lebih baik,” sambung Ni’matullah.(*)






