Ketua Karang Taruna Makassar Bela Wali Kota Makassar: Yang Disinggung Oknum, Bukan Semua Wartawan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM—  Ketua Karang Tarunan Makassar, Muhammad Zulkifli, ‘pasang badan’ membela Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan menilai tidak ada yang keliru dari pernyataan soal oknum wartawan “abal-abal” yang disampaikan dalam forum resmi konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Pria yang akrab disapa Zul itu menilai pernyataan Wali Kota Makassar tidak salah dan tidak ditujukan untuk menggeneralisasi seluruh profesi wartawan.

Menurutnya, apa yang disampaikan Munafri merupakan hal positif terhadap segelintir oknum yang tidak menjalankan profesinya sesuai kaidah jurnalistik.

“Saya perlu sampaikan, jika ada pihak yang menganggap bahasa Pak Wali mengeneralisasikan seluruh wartawan, itu sangat keliru. Kalau kita melihat dan menganalisis video yang beredar secara utuh, jelas ada kalimat ‘kadang-kadang ada yang mau simpel, tinggal copy paste berita’. Itu menunjukkan bahwa yang dimaksud hanya sebagian kecil oknum, bukan seluruh wartawan,” kata Zul, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan kalimat “kadang-kadang” dalam pernyataan tersebut justru mempertegas bahwa perilaku yang disorot tidak dilakukan oleh semua wartawan, melainkan hanya oknum tertentu yang mengabaikan etika dan aturan jurnalistik.

Menurutnya, apa yang disampaikan Wlai Kota Aappi merujuk pada praktik pemberitaan yang hanya menyalin informasi tanpa verifikasi, membuat judul yang tidak sesuai isi berita, hingga menghasilkan informasi yang berpotensi menyesatkan publik.

“Kadang-kadang itu artinya tidak selalu. Hanya ada oknum tertentu yang melakukan hal seperti itu. Copy paste berita, kemudian membuat judul yang berbeda dengan isi. Jangan dipelintir,” ujarnya.

Ketua Karang Taruna Kota Makassar itu juga menilai perumpamaan yang digunakan Wali Kota Makassar dalam penyampaiannya merupakan bagian dari gaya komunikasi yang bertujuan menggambarkan kondisi di lapangan, bukan untuk menyerang profesi wartawan secara keseluruhan.

Dia menegaskan bahwa Munafri bahkan sudah membedakan secara jelas antara wartawan yang bekerja sesuai aturan dengan oknum yang mengabaikan kaidah jurnalistik.

“Kalau diperhatikan secara utuh, ada bagian ketika Pak Wali membandingkan wartawan yang memahami aturan dengan oknum yang tidak menjalankan profesinya dengan baik,” saran Zul.

“Makanya ada kalimat ‘kalian yang abal-abal’. Itu merujuk pada oknum yang tidak memahami atau mengabaikan aturan jurnalistik, bukan seluruh wartawan,” tambah dia.

Selain menjabat Ketua BMI Makassar/Sulsel, Zul yang juga merupakan Ketua Karang Taruna Kota Makassar menilai pernyataan tersebut justru dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi insan pers maupun organisasi profesi untuk terus menjaga kualitas dan integritas jurnalisme.

Menurutnya, forum penyampaian pernyataan tersebut juga perlu dipahami secara utuh karena disampaikan dalam kegiatan resmi PWI, bukan dalam wawancara khusus maupun pernyataan kepada media.

“Pak Wali menyampaikan itu di forum resmi PWI, bukan saat doorstop atau wawancara umum. Justru saya melihat itu sebagai bentuk perhatian agar profesi wartawan tetap menjaga marwah dan profesionalismenya,” katanya.

Zul menambahkan, apa yang disampaikan Munafri merupakan realitas yang memang kerap ditemukan di lapangan.

Dia mengaku pernah mengalami sendiri kejadian saat ada pihak yang mengaku wartawan dan membawa nama pejabat tertentu, namun setelah ditelusuri ternyata tidak memiliki kapasitas maupun legalitas yang jelas.

“Saya sendiri pernah mengalami ada yang datang mengaku wartawan bahkan mengatasnamakan Pak Wali, padahal tidak benar. Jadi fenomena seperti ini memang ada dan menjadi kenyataan yang harus dibahas secara terbuka,” ungkapnya.

Karena itu, ia menilai tidak ada alasan untuk mempersoalkan pernyataan Wali Kota Makassar tersebut. Terlebih, Munafri tidak menyebut nama individu, media, maupun lembaga tertentu dalam penyampaiannya.

“Pak Wali tidak menyebut nama orang, tidak menyebut media, bahkan tidak menyebut lembaga tertentu. Jadi saya kira tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Kalau ada yang merasa tersinggung, mungkin perlu melihat kembali konteks utuh dari pernyataan tersebut,” tuturnya.

Zul berharap polemik yang berkembang dapat disikapi secara proporsional dan menjadi momentum memperkuat profesionalisme insan pers serta menjaga hubungan baik antara pemerintah dan media.

“Yang disampaikan Pak Wali adalah gambaran kondisi di lapangan yang bisa menjadi bahan evaluasi bersama. Tujuannya bukan menyerang profesi wartawan, tetapi mengingatkan bahwa masih ada oknum yang perlu berbenah. Saya melihat itu sebagai kritik yang konstruktif,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

HUT ke-419 Kota Makassar, Pemkot Siapkan 50 Agenda Sosial dan Budaya untuk Masyarakat
Wali Kota Appi Tawarkan Kolaborasi Nyata, Ajak Kader IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan
Di HUT ke-78 GPIB Immanuel, Wali Kota Appi Tekankan Pentingnya Peran Gereja Jaga Keharmonisan Kota
Makassar Punya Modal Jadi Pusat Kesehatan Regional, Appi Ajak dokter dan Akademisi Bergerak Bersama
Investasi Makassar Capai Rp5 Triliun, Sektor Ini Paling Besar
Wamen Kebudayaan Apresiasi Wali Kota Appi, Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026
Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku, Dilengkapi U-Ditch
Pemkot Makassar Perkuat Edukasi Warga, Pembenahan Sampah Dilakukan dari Hulu ke Hilir

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:37 WIB

HUT ke-419 Kota Makassar, Pemkot Siapkan 50 Agenda Sosial dan Budaya untuk Masyarakat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Wali Kota Appi Tawarkan Kolaborasi Nyata, Ajak Kader IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Makassar Punya Modal Jadi Pusat Kesehatan Regional, Appi Ajak dokter dan Akademisi Bergerak Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Investasi Makassar Capai Rp5 Triliun, Sektor Ini Paling Besar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Wamen Kebudayaan Apresiasi Wali Kota Appi, Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026

Berita Terbaru

Opini

Dari Limbah Pasar Menjadi Berkah Biru

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:41 WIB

Sulawesi Selatan

PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 12:13 WIB