FKP Malut-Makassar Ingatkan Ancaman SDM: Pendidikan Maluku Utara Perlu Rekonstruksi

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM — Sejumlah persoalan pendidikan di Provinsi Maluku Utara (Malut) mendapat sorotan dalam dialog publik yang digelar Forum Komunikasi Pemuda (FKP) Malut-Makassar di Caffe Naf.Space, Kota Makassar, Selasa (6/1/2026) malam.

Koordinator II FKP Malut-Makassar, Ardhi Mahrifal mengungkapkan adanya jumlah pengangguran dan usia produktif di Maluku Utara yang harus menjadi tantangan serius pemerintah, karena persoalan ini berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM).

“Presentase pengangguran 4,55% meningkat sebesar 29 basis poin. Sementara terdapat 9,49 ribu orang usia produktif siap bekerja dan hal ini menimbulkan dampak negatif jika SDM Malut tidak dapat bersaing dan mengikuti perkembangan teknologi dan lingkungan,” ujar Ardi dalam dialog publik bertajuk ‘Penguatan Pendidikan di Malut: Evaluasi dan Rekonstruksi SDM’.

Berdasarkan data BPS, pada kelompok pendidikan mengalami deflasi y-on-y sebesar 19,71 persen di Maluku Utara pada November 2025. Hal ini kata dia, terjadi persoalan karena intervensi pemerintah dalam penguatan kualitas pendidikan masih lemah. Meskipun dalam beberapa kebijakan terhadap bidang pendidikan mengalami perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

“Deflasi pendidikan Malut 19,71 %, meski biaya komite dan SPP berdampak positif terhadap akses pendidikan, tetapi bisa berpotensi berdampak terhadap kualitas pendidikan jika tidak ada intervensi pemerintah dalam peningkatan kualitas,” ungkapnya.

Selain itu, tingkat kedalaman literasi di Maluku Utara pun ikut disoroti. Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini berharap agar pemerintah lebih memberikan perhatian serius dalam penguatan pendidikan.

“Kami berharap pemerintah lebih memaksimalkan peningkatan kedalaman literasi, karna indikator Pendidikan tidak bisa hanya diukur melalui angka statistik. Jumlah angka melek aksara saja sementara kedalaman membaca dan pengguna perpustakaan Malut masih berada di urutan ke 32 dari 38 Provinsi ( 10 Besar terendah),” jelasnya.

Sementara Ketum HIPMA HALSEL-Makassar Julfikar Husen menilai, keberpihak pemerintah terhadap kesejahteraan guru honorer masih perlu ditingkatkan. Sebab ini juga indikator kualitas pendidikan di Maluku Utara.

“Meski sudah ada beberapa program yang berpihak kepada bidang pendidikan, tapi itu belum maksimal jika guru yang statusnya tenaga honorer belum mendapat upah yang layak,” bebernya.

Disisi lain, Ketum HIPMIN Makassar Az-zahra menyoroti tingkat SDM khususnya di Kota Tidore Kepulauan. Ia menilai sebagian masyarakat masih mudah terpolarisasi sehingga kerap kali menimbulkan keretakan sosial.

Hal itu kata dia dapat dilihat dari berbagai isu beberapa kali bergulir dalam setahun terakhir, terutama pada momentum Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada).

“Memang penguatan pendidikan sangat penting baik secara formal maupun informal. Kita bisa lihat dalam beberapa isu masyarakat di Tidore sangat mudah terpecah,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Karang Taruna Wajo Siapkan Sayembara Logo Kecamatan, Terbuka untuk Umum
Unhas Dalami Dugaan Kekerasan Mahasiswa di FMIPA
Waketum Iskindo Desak Pemerintah Kembalikan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten/Kota
81 Peserta  Ikut Sertifikasi Pembimbing Haji Kemenhaj Kolaborasi UIN Alauddin
KAHMI Sulsel Uji Gagasan Masa Depan Hubungan Pusat dan Daerah
BRI Beri Ruang Setara bagi Penyandang Disabilitas di Sulsel, Beri Pelatihan dan Pemagangan
Tahapan Pilrek UNM Dimulai
Jelang Pelantikan dan Rakerprov, Hasbi Syamsu Ali Ungkap Filosofi Gateball dan Arah Baru PERGATSI Sulsel

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Karang Taruna Wajo Siapkan Sayembara Logo Kecamatan, Terbuka untuk Umum

Rabu, 9 September 2026 - 06:20 WIB

Unhas Dalami Dugaan Kekerasan Mahasiswa di FMIPA

Selasa, 8 September 2026 - 16:08 WIB

Waketum Iskindo Desak Pemerintah Kembalikan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten/Kota

Sabtu, 5 September 2026 - 16:43 WIB

81 Peserta  Ikut Sertifikasi Pembimbing Haji Kemenhaj Kolaborasi UIN Alauddin

Sabtu, 5 September 2026 - 08:27 WIB

KAHMI Sulsel Uji Gagasan Masa Depan Hubungan Pusat dan Daerah

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

PDPB Triwulan III, Bawaslu Sulsel Minta Data Anomali Diverifikasi Faktual

Senin, 21 Sep 2026 - 14:03 WIB