DPRD Sulsel Soroti Koperasi Merah Putih: Banyak Terbentuk, Sedikit yang Jalan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 19 November 2025 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM— Ketua Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, Andi Azizah Irma, menyoroti lambatnya progres aktivasi Koperasi Merah Putih yang telah dibentuk di seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Menurutnya, ribuan koperasi tersebut tidak akan memberi dampak apa-apa jika hanya berhenti pada tahap pembentukan.

“Kita tidak ingin program ini hanya berhenti pada pembentukan. Koperasi Merah Putih harus benar-benar hidup, beraktivitas, dan memberi manfaat ekonomi di daerah,” tegas Azizah.

Azizah menilai persoalan terbesar saat ini adalah minimnya pendampingan dari pemerintah provinsi. Pada tahun anggaran 2026, Dinas Koperasi Sulsel hanya menyiapkan sekitar Rp97 juta untuk pendampingan, dan itu hanya mencakup 7 kabupaten/kota, jauh dari total 24 kabupaten/kota yang ada.

“Pendampingan untuk 7 kabupaten saja itu sangat tidak cukup. Kalau pendampingannya terbatas, kita tidak bisa berharap ribuan koperasi bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Ia menilai perlu ada penambahan anggaran dan perluasan cakupan pendampingan agar koperasi yang sudah terbentuk dapat segera aktif. Menurutnya, pendampingan adalah faktor krusial yang akan menentukan apakah koperasi benar-benar produktif atau hanya jadi “nama di atas kertas”.

“Kami mendorong agar pendampingan diperluas. Kalau mau berhasil, anggarannya harus ditambah. Tidak mungkin ribuan koperasi berjalan tanpa pembinaan yang memadai,” jelas Azizah.

Komisi B juga mendorong evaluasi triwulanan agar perkembangan di lapangan bisa terpantau secara berkala. Azizah menegaskan bahwa evaluasi tiga bulanan akan mencegah stagnasi dan mempermudah koreksi dini.

“Setiap tiga bulan harus ada evaluasi. Dinas harus melaporkan progres, Komisi B akan mengawasi. Kami tidak ingin menunggu akhir tahun baru tahu ada masalah,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Heriwawan, mengungkap gambaran lebih rinci terkait kondisi di lapangan. Menurutnya, dari sekitar 3.000 Koperasi Merah Putih yang telah dibentuk, hanya sekitar 130 yang benar-benar mulai beroperasi.

“Yang terbentuk itu ribuan, tapi yang berjalan baru seratus sekian. Sangat kecil kalau dihitung persentasenya,” ungkapnya.

Heriwawan menilai banyak masyarakat sebelumnya beramai-ramai mengusulkan pembentukan Koperasi Merah Putih. Namun setelah terbentuk, banyak yang tidak tahu tindak lanjutnya, termasuk pembinaan dari dinas.

“Waktu program dibuka, masyarakat berlomba-lomba mengusulkan. Tapi setelah selesai, banyak yang tanya bagaimana kelanjutannya. Itu banyak muncul dalam reses,” ujarnya.

Ia juga menyebut beberapa contoh koperasi yang sudah berjalan, seperti koperasi sayur, kedai kebutuhan harian, hingga koperasi desa yang bergerak di usaha pupuk di Pinrang. Namun jumlah tersebut masih jauh dari memadai.

Terkait pendampingan hanya untuk 7 kabupaten/kota, Heriwawan menilai hal itu tidak sebanding dengan skala program yang mencakup ribuan koperasi di seluruh Sulsel.

“Anggaran pendampingannya hanya untuk 7 kabupaten. Sisanya belum tersentuh. Itu sangat terbatas untuk program sebesar ini,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Komisi B akan terus melakukan pengawasan melalui reses dan kunjungan ke dapil. Sementara itu, pelaksanaan teknis tetap menjadi tanggung jawab dinas.

“Kami support penuh. Tapi pelaksana teknisnya ada di dinas. Kami kawal lewat reses dan pengawasan dapil, pasti temuan seperti ini akan selalu muncul,” tutup Heriwawan.

Berita Terkait

ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI
ASOSIASI DOKTER GIGI TERBESAR DI ASIA PASIFIK DORONG PERUBAHAN PENDEKATAN KESEHATAN MULUT MENUJU MODEL PREVENTIF, DIDUKUNG BUKTI ILMIAH TERBARU YANG BERSKALA GLOBAL
Ragnarok Zero: Gravity Game Unite Gelar OBT Global Perdana, Antusiasme Pemain Global Terus Mengalir!
CGN Gelar “Open Day” Serentak di Lima Negara, Dorong Edukasi Energi Hijau dan Pertukaran Budaya
ATxEnterprise 2026 Tandai Transformasi AI di Dunia Usaha Asia Tenggara, Beralih dari Tahap Eksperimen Menuju Penerapan Nyata
Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Shanghai Electric Perkuat Praktik Ramah Lingkungan di Berbagai Proyek Lokal
Midea Building Technologies Luncurkan Solusi Pendingin Pusat Data Terintegrasi untuk Infrastruktur AI di Malaysia
Haier dan Departemen Pendidikan Jasmani Thailand Gelar “DPE x Haier CUP 2026”

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 03:56 WIB

ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI

Senin, 25 Mei 2026 - 03:00 WIB

ASOSIASI DOKTER GIGI TERBESAR DI ASIA PASIFIK DORONG PERUBAHAN PENDEKATAN KESEHATAN MULUT MENUJU MODEL PREVENTIF, DIDUKUNG BUKTI ILMIAH TERBARU YANG BERSKALA GLOBAL

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:32 WIB

Ragnarok Zero: Gravity Game Unite Gelar OBT Global Perdana, Antusiasme Pemain Global Terus Mengalir!

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:50 WIB

CGN Gelar “Open Day” Serentak di Lima Negara, Dorong Edukasi Energi Hijau dan Pertukaran Budaya

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:40 WIB

ATxEnterprise 2026 Tandai Transformasi AI di Dunia Usaha Asia Tenggara, Beralih dari Tahap Eksperimen Menuju Penerapan Nyata

Berita Terbaru

Nasional

Terindikasi Judol, Komidigi Blokir Website Polymarket

Senin, 25 Mei 2026 - 12:20 WIB

Info Makassar

Pemprov Sulsel Terima 25 Ekor Sapi Kurban dari Presiden Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 - 09:46 WIB

Opini

Ketika Keramaian Tak Lagi Meninggalkan Sampah

Senin, 25 Mei 2026 - 07:07 WIB