HALLOMAKASSAR.COM– Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan antisipasi pohon tumbang di musim penghujan.
Kepala Bidang Keanekaragaman Hayati DLH Makassar, Taufiq Djabbar menjelaskan, pemantauan pohon berlangsung secara rutin. Kegiatan ini tidak terbatas hanya pada periode menjelang musim hujan.
“Kami melakukan pelayanan setiap hari, baik pemangkasan dan penebangan melalui surat permohonan yang masuk ke DLH,” kata Taufiq dikutip, Kamis, (4/12/2025).
DLH juga menyiagakan posko siaga pohon tumbang yang berlokasi di belakang Kantor PD Pasar Kerung Kerung. Setiap laporan pohon tumbang dari masyarakat langsung diterima melalui layanan darurat 112.
“Saat kondisi hujan deras atau cuaca ekstrim, otomatis posko siaga pohon tumbang aktif, dan menunggu info melalui 112 atau info yang masuk ke posko pohon tumbang,” kata Taufiq.
Namun di sisi lain, DLH saat ini masih mengandalkan pengamatan visual untuk memantau kondisi pohon. Keterbatasan alat seperti USG pohon (tomograf) dan jumlah personel membuat pengawasan di seluruh wilayah kota menjadi terbatas.
Taufiq menjelaskan pohon yang rawan tumbang biasanya menunjukkan gejala tertentu, seperti batang rapuh, patah, berlubang, atau pohon yang mati secara alami. Gejala lain yang menjadi indikasi termasuk pohon yang miring dan akar yang terangkat dari tanah.
“Jika pohon sudah miring dan rawan tumbang, pohon mati (mati alami bukan yang sengaja dimatikan melalui pembakaran, menguliti, menyuntik/menyiram oli, dan lain-lain), akar terangkat, batang rapuh, batang patah, batang lubang, akan kami tindaklanjuti dengan penebangan,” imbuhnya.(*)







