Dinsos Makassar Gerak Senyap Tangani Lansia Viral yang Hidup Sebatang Kara di Tamalate

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait seorang lanjut usia (lansia) terlantar yang sempat viral di media sosial.

Lansia tersebut diketahui bernama Ahmad Saleh (78) yang hidup sebatang kara di Jalan Bonto Ramba Lorong 1A, Kelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Muhammad Zuhur Daeng Ranca, mengatakan kemarin Sabtu (18/7), pihaknya langsung menerjunkan pekerja sosial Bidang Rehabilitasi Sosial wilayah Dapil V.

Tujunaya untuk melakukan asesmen lapangan setelah menerima informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Tim pekerja sosial kami langsung melakukan asesmen untuk memastikan kondisi lansia tersebut sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang diperlukan,” ujar Zuhur, Minggu (19/7/2026).

Dari hasil asesmen, Ahmad Saleh masuk dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lansia terlantar.

Zuhur meuturkan, tercatat kakek lansia itu berada pada kategori desil 0, yang menunjukkan kondisi kesejahteraan paling rendah.

“Serta belum pernah menerima bantuan sosial pemerintah dan belum memiliki jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS),” tuturnya.

Selama kurang lebih 20 tahun, Ahmad Saleh diketahui menumpang tinggal di atas lahan milik Johan Daeng Bella di Jalan Bonto Ramba Lorong 1A.

Menurut pemilik lahan, ia memperbolehkan Ahmad tinggal di lokasi tersebut karena merasa iba melihat kondisinya yang hidup seorang diri tanpa keluarga.

Sebelum menetap di lokasi tersebut, Ahmad Saleh disebut pernah tinggal di sekitar kawasan Sekolah Pertiwi. Namun, ia kemudian meninggalkan lokasi tersebut setelah tidak lagi diperbolehkan tinggal di sana.

“Pemilik lahan juga mengaku telah beberapa kali berupaya mencari keberadaan keluarga Ahmad Saleh. Namun hingga kini, tidak ada keluarga yang berhasil ditemukan maupun dihubungi,” jelas Zuhur menceritakan kronologis di lapangan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ahmad Saleh bekerja sebagai tukang parkir di sekitar Sekolah Pertiwi mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WITA.

Dari pekerjaan tersebut, ia hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per hari, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dalam proses asesmen, pekerja sosial juga memperoleh informasi dari pemilik lahan bahwa Ahmad Saleh beberapa kali menerima bantuan dari warga sekitar berupa beras, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya.

Namun, menurut keterangan tersebut, sebagian bantuan itu pernah dijual kembali oleh Ahmad, dan uangnya diduga digunakan untuk membeli minuman keras.

Meski demikian, Zuhur menegaskan Dinas Sosial Kota Makassar tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam penanganan kasus tersebut.

“Langkah awal yang kami lakukan yakni berkoordinasi dengan Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) untuk mengurus kepesertaan BPJS KIS agar Ahmad Saleh mendapatkan akses layanan kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Sosial juga akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, termasuk ketua RT dan RW, guna memastikan kondisi serta keberlanjutan pendampingan terhadap Ahmad Saleh.

Sebagai solusi jangka panjang, Dinas Sosial menyusun rencana intervensi lanjutan dengan mempertimbangkan rujukan Ahmad Saleh ke panti sosial lanjut usia atau Sentra Wirajaya.

“Hal ini, agar mendapatkan perawatan dan pendampingan yang lebih layak sesuai kebutuhannya,” imbuh Zuhur.

Sementara itu, kisah Ahmad Saleh yang viral di media sosial turut mengundang simpati masyarakat. Sejumlah warga dan komunitas disebut telah datang langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan.

Pemerintah Kelurahan Pa’baeng-baeng juga telah memberikan perhatian dan bantuan kepada lansia tersebut. (*)

Berita Terkait

Komdigi Siap Kolaborasi di MCH Nusantara, untuk Cetak Talenta Digital dan Technopreneur Muda
Wali Kota Munafri Resmikan MCH Kedua di Jalan Nusantara,  Jadi Ruang Tumbuh Anak Muda Kreatif
BKPSDM Makassar Hadirkan AKSI ASN, Inovasi Berbasis AI  Tingkatkan Kompetensi Aparatur
Wali Kota Munafri  Minta OPD Fokus pada Program Prioritas, APBD Harus Berdampak
Resmi Daftar di Kemenkum, Asri Tadda: Partai Gerakan Rakyat Dibangun Tanpa Patron Oligarki
Damkarmat Makassar Luncurkan API BAHARI, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau
Perumda Pasar dan IBK Nitro Luncurkan Program Beasiswa Bagi Anak Pedagang Pasar di Makassar
Distaru Makassar Bentuk Relawan Tata Ruang, Perkuat Pengawasan Berbasis WebGIS dan Drone

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 05:26 WIB

Komdigi Siap Kolaborasi di MCH Nusantara, untuk Cetak Talenta Digital dan Technopreneur Muda

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:10 WIB

Wali Kota Munafri Resmikan MCH Kedua di Jalan Nusantara,  Jadi Ruang Tumbuh Anak Muda Kreatif

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:10 WIB

Wali Kota Munafri  Minta OPD Fokus pada Program Prioritas, APBD Harus Berdampak

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:54 WIB

Resmi Daftar di Kemenkum, Asri Tadda: Partai Gerakan Rakyat Dibangun Tanpa Patron Oligarki

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:10 WIB

Damkarmat Makassar Luncurkan API BAHARI, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau

Berita Terbaru