Dinkes Sulsel Perketat Pengawasan MBG

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 10 September 2025 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan akan melakukan pengawasan secara massif terhadap Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah. Ini seiring maraknya kasus keracunan makanan
di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar, menyampaikan bahwa upaya pencegahan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk Badan POM, Dinas Ketahanan Pangan, serta dukungan Satgas hingga Kantor Pelayanan Gizi (KPPG) di Makassar.

“Ini tugas bersama dari Badan POM, juga dari Dinkes, dari Ketapang juga tentu bersama-sama untuk ada Satgasnya kan. Termasuk sudah ada KPPG-nya di Makassar,” ujar Ishaq, Selasa (9/9/2025).

Ia menjelaskan, dapur gizi di sekolah maupun penyedia makanan sudah dilengkapi tenaga pengawas.

“Dapur gizi itu sudah ada tenaga pengawasnya, masing-masing ada tiga, yaitu tenaga gizi, tenaga sarjana penggerak, dan pengawas langsung,” jelasnya.

Ishaq menilai faktor utama yang menyebabkan keracunan adalah persoalan higienitas.

“Mungkin itu persoalan higienis ya. Kalau makanannya basi, ada kemungkinan bakteri, E.coli, atau virus yang bisa menyebabkan keracunan,” terangnya.

Pihaknya juga berkomitmen melakukan tindak lanjut bila ditemukan kasus serupa di Sulsel.

“Tetap kami juga akan membantu, melihat, dan setiap ada hal-hal seperti itu, pasti kita akan tindak lanjuti. Insya Allah,” tambahnya.

Ishaq pun mengimbau masyarakat, khususnya penyedia makanan, untuk selalu menjaga kualitas makanan yang diberikan.

“Agar dijaga kebersihannya, higienisnya, sanitasinya, semuanya. Terutama oleh penjaga makanan atau pihak yang memberikan,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama
Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga
Dahua Technology Luncurkan WizColor 2.0, Tingkatkan Solusi Pemantauan Berwarna di Kondisi Minim Cahaya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:18 WIB

Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka

Jumat, 17 April 2026 - 07:10 WIB

Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 09:01 WIB

Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang

Kamis, 16 April 2026 - 02:30 WIB

Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama

Berita Terbaru