HALLOMAKASSAR.COM– Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan akan melakukan pengawasan secara massif terhadap Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah. Ini seiring maraknya kasus keracunan makanan
di sejumlah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar, menyampaikan bahwa upaya pencegahan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk Badan POM, Dinas Ketahanan Pangan, serta dukungan Satgas hingga Kantor Pelayanan Gizi (KPPG) di Makassar.
“Ini tugas bersama dari Badan POM, juga dari Dinkes, dari Ketapang juga tentu bersama-sama untuk ada Satgasnya kan. Termasuk sudah ada KPPG-nya di Makassar,” ujar Ishaq, Selasa (9/9/2025).
Ia menjelaskan, dapur gizi di sekolah maupun penyedia makanan sudah dilengkapi tenaga pengawas.
“Dapur gizi itu sudah ada tenaga pengawasnya, masing-masing ada tiga, yaitu tenaga gizi, tenaga sarjana penggerak, dan pengawas langsung,” jelasnya.
Ishaq menilai faktor utama yang menyebabkan keracunan adalah persoalan higienitas.
“Mungkin itu persoalan higienis ya. Kalau makanannya basi, ada kemungkinan bakteri, E.coli, atau virus yang bisa menyebabkan keracunan,” terangnya.
Pihaknya juga berkomitmen melakukan tindak lanjut bila ditemukan kasus serupa di Sulsel.
“Tetap kami juga akan membantu, melihat, dan setiap ada hal-hal seperti itu, pasti kita akan tindak lanjuti. Insya Allah,” tambahnya.
Baca Juga:
Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko Backup Air Bersih
Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar, 68 Pendaftar Berlatar Belakang Aktivis hingga Profesor
Penertiban Humanis di Tallo, Lapak di Atas Drainase Ditata, Sebagian Dibongkar Mandiri
Ishaq pun mengimbau masyarakat, khususnya penyedia makanan, untuk selalu menjaga kualitas makanan yang diberikan.
“Agar dijaga kebersihannya, higienisnya, sanitasinya, semuanya. Terutama oleh penjaga makanan atau pihak yang memberikan,” pungkasnya. ***







