BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai November 2026

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 24 September 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2026 di Indonesia akan mulai terjadi November. Namun awal musim hujan hingga memasuki masa puncak akan berbeda di tiap wilayah.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan membenarkan, awal musim hujan di Indonesia tidak akan terjadi secara bersamaan. Sebagian besar wilayah baru akan mengawali musim hujan mulai November tetapi adapula yang mulai pada Desember 2026.

“Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026, yaitu sebanyak 185 zona musim atau 24,66% luas daratan Indonesia, kemudian masuknya musim hujan itu pada periode Desember 2026 yaitu sebanyak 266 zona musim atau 17,31% luas daratan Indonesia,” kata Ardhasena saat konferensi pers terkait prediksi musim hujan, Selasa (22/9/2026).

Adapun cakupan wilayah yang mengalami awal musim hujan yang dimulai November 2026, di antaranya yaitu sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan.

Sementara wilayah yang mengalami musim hujan mula Desember 2026 dialami sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan (Kalsel), sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Malut, sebagian Maluku, dan Papua Selatan bagian selatan.

“Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur yaitu 529 zona musim atau 61,08% luas daratan Indonesia,” ungkap Ardhasena.

Di sisi lain, BMKG juga memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami puncak musim hujan 2026/2027 pada bulan Desember 2026 yaitu sebanyak 155 ZOM atau 36,94% luas daratan Indonesia. Sementara pada Januari 2027 yaitu sebanyak 162 ZOM atau 25,68% luas daratan Indonesia), dan pada Februari 2027 yaitu sebanyak 190 ZOM atau 16,79% luas daratan Indonesia.

“Sebagian besar wilayah Indonesia di 482 zona musim atau 51,90% luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan 2026-2027 yang lebih pendek dari normalnya,” beber Ardhasena.

Adapun wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026 adalah sebagian besar Sumatera, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi Utara, pesisir selatan Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian barat, sebagian kecil Papua Barat, Papua bagian utara, Papua Tengah bagian timur, dan Papua Selatan bagian barat.

Sementara itu wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027 adalah Riau bagian selatan, Kepulauan Riau bagian tengah, sebagian kecil Jambi, Bengkulu bagian utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian utara, sebagian Jawa, Bali bagian tengah, NTB bagian barat, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku Utara, Maluku bagian barat, dan sebagian Pulau Papua

Adapun wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Februari 2027 adalah Lampung bagian tengah, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, sebagian besar NTT, Sulawesi Barat bagian selatan, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.

“Jika dibandingkan dengan normalnya, durasi musim hujan 2026/2027 di wilayah Indonesia diprediksi lebih pendek dari normalnya pada 482 ZOM yang mencakup 51,90% luas daratan Indonesia, lebih panjang dari normalnya pada 60 ZOM yang mencakup 8,58% luas daratan Indonesia, dan sama dengan normalnya pada 40 ZOM yang mencakup 5,06% luas daratan Indonesia,” imbuh Ardhasena.

Berita Terkait

Pemuda ICMI Sulsel Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045
Intip Kemeriahan Malam Pembubaran Panitia PATSI UMI: Dari LPJ Transparan Hingga Bernyanyi Bersama
Ketua ISLA Unhas Usung Gagasan Strategis Pembangunan Kelautan  di Munas Iskindo
Kantongi Dukungan 30 Persen, Suwardi Annas Daftar Pilrek UNM Didampingi 50 Guru Besar
Talenta Menyala dari Unhas
Meriahkan Milad ke-33, Pemuda ICMI Sulsel Gelar Senam Sehat hingga Cek Kesehatan Gratis di CFD Boulevard
Ibunda Ferdy Sambo Dimakamkan di Patane Keluarga di Luwu, Tradisi Pengusungan Jenazah Viral
MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa Husniah Talenrang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Pemuda ICMI Sulsel Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Intip Kemeriahan Malam Pembubaran Panitia PATSI UMI: Dari LPJ Transparan Hingga Bernyanyi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Ketua ISLA Unhas Usung Gagasan Strategis Pembangunan Kelautan  di Munas Iskindo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Kantongi Dukungan 30 Persen, Suwardi Annas Daftar Pilrek UNM Didampingi 50 Guru Besar

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Talenta Menyala dari Unhas

Berita Terbaru

Info Makassar

KDMP Diharapkan Utamakan Produk UMKM Lokal

Minggu, 11 Okt 2026 - 13:50 WIB