Kasus HIV di Sulsel Meningkat, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 23 September 2025 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan menilai tren peningkatan kasus HIV disebabkan berbagai faktor. Salah satunya semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sukarela.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar, menjelaskan bahwa masyarakat kini lebih terbuka untuk melakukan voluntary testing (tes sukarela), baik secara mandiri maupun melalui program di sejumlah tempat berisiko.

“Ya mungkin karena masyarakat sudah banyak yang mau diperiksa diri kan dulu saat ini kan secara sukarela ya, visitinya itu. Jadi secara testingnya itu dia secara voluntary testingnya ini kan dia sudah sukarela, jadi mereka banyak yang datang periksa,” ujar Ishaq, Senin (22/9/2025).

Ia menyebutkan, kelompok berisiko seperti penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas), pekerja di tempat hiburan malam, maupun di lokalisasi prostitusi sudah mulai menyadari pentingnya pemeriksaan.

Bahkan, menurutnya, beberapa tempat hiburan malam telah menginisiasi pemeriksaan bagi para pekerjanya.

“Berarti pola pikir masyarakat sudah lebih terbuka terhadap kasus HIV. Bahkan ada juga calon pengantin yang datang periksa supaya tahu kondisi mereka. Apalagi kalau dia sudah pernah melakukan hal-hal berisiko, biasanya mereka sadar, seperti kelompok gay misalnya, mereka datang untuk periksa,” jelasnya.

Terkait langkah pencegahan, Ishaq menegaskan bahwa sosialisasi rutin tetap menjadi kunci utama. Program ini menyasar berbagai lapisan, mulai dari anak usia dini, kelompok usia muda, populasi kunci, hingga pekerja di lokasi berisiko.

“Memang harusnya kita lakukan sosialisasi secara rutin ya. Semua mulai juga dari pendidikan, dari anak-anak usia dini untuk bagaimana mencegah hal ini terjadi ya. Terutama juga koordinasi dengan populasi-populasi kunci, dengan kelompok-kelompok usia muda, tempat kerja, tempat-tempat berisiko, itu semua harus dikoordinasikan dengan baik,” ujarnya.

Selain sosialisasi, Dinkes Sulsel juga mendorong pemeriksaan rutin dan berkala agar kasus dapat lebih cepat ditemukan dan ditangani.

“Intinya kalau semua masyarakat paham dengan hal-hal seperti ini, biasanya lebih mudah untuk ditemukan dan diobati sampai sembuh. Dan jangan menularkan kepada yang lain. Temukan, obati sampai sembuh, tidak menularkan kepada yang lain,” tegasnya.

Menurut Ishaq, penderita HIV yang sudah sadar dan menjalani pengobatan akan mampu mencegah penularan serta mengurangi risiko komplikasi.

“Intinya bagaimana sebenarnya itu bisa mencegah, bisa menangani yang ada, supaya tidak menularkan dan yang sudah kena itu tidak menderita. Diberikan pengobatan sehingga dia tidak terjadi hal-hal yang infeksi-infeksi lainnya,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Ketua DPRD Sulsel Cicu Ikuti Retret Nasional di Magelang, Asah Visi Kepemimpinan
Dewan Ultimatum Dinas SDA Soal Pembangunan Embung: Jangan Sampai yang di Bone Terulang
Istri Butuh Biaya Operasi, Akademisi Unhas Sulit Cairkan Uang di Bank BUMN
Dewan Kecewa Anggaran Bencana Sulsel Dipangkas
Kuliah Tamu Pemilu, Bawaslu Sulsel Tekankan Pengawasan Partisipatif dan Kolaboratif
Kanwil Ditjenpas Sulsel Lantik 54 Pejabat Manajerial, Perkuat Kinerja dan Integritas Organisasi
Kajati Sulsel Dimutasi
DPRD Sulsel Ingatkan Kontraktor Jaga Kualitas Aspal Proyek Multiyears 2025–2027

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:27 WIB

Ketua DPRD Sulsel Cicu Ikuti Retret Nasional di Magelang, Asah Visi Kepemimpinan

Rabu, 15 April 2026 - 08:58 WIB

Dewan Ultimatum Dinas SDA Soal Pembangunan Embung: Jangan Sampai yang di Bone Terulang

Selasa, 14 April 2026 - 20:18 WIB

Istri Butuh Biaya Operasi, Akademisi Unhas Sulit Cairkan Uang di Bank BUMN

Selasa, 14 April 2026 - 17:42 WIB

Dewan Kecewa Anggaran Bencana Sulsel Dipangkas

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Kuliah Tamu Pemilu, Bawaslu Sulsel Tekankan Pengawasan Partisipatif dan Kolaboratif

Berita Terbaru