Makassar Punya Modal Jadi Pusat Kesehatan Regional, Appi Ajak dokter dan Akademisi Bergerak Bersama

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM — Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin, menekankan penguatan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan organisasi profesi kesehatan untuk menjadikan Makassar.

Hal ini, sebagai pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism di kawasan Indonesia Timur.

Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Silaturahmi dan Pertemuan Ilmiah Berkala Nasional (SPINAL) ke-6 Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (IKA FK UMI), di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Sabtu (31/10/2026).

“Kota Makassar memiliki modal besar untuk mewujudkan cita-cita ini. Mulai dari keberadaan rumah sakit, infrastruktur kesehatan, hingga sumber daya manusia (SDM) tenaga medis yang dinilai cukup memadai,” ujarnya.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan agar masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia Timur tidak lagi harus berobat ke luar daerah, bahkan ke luar negeri, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas.

Oleh sebab itu, Appi menyarankan agar pelayanan kesehatan yang optimal merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kualitas hidup dan keberlangsungan masyarakat.

Ia menyebutkan, pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan menghadirkan fasilitas, tetapi harus ditunjang tenaga medis profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Lanjut dia, Kota Makassar memiliki peluang besar menjadi pusat rujukan kesehatan di kawasan timur Indonesia.

Terlebih, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus kota terbesar di kawasan ini, Makassar telah memiliki berbagai fasilitas dan tenaga kesehatan yang dapat terus dikembangkan.

“Rumah sakit, infrastruktur kesehatan hampir lengkap di kota ini. Tenaga-tenaga kesehatan, dokter dan supporting-nya juga banyak sekali,” katanya.

Munafri juga menekankan bahwa perkembangan teknologi kedokteran membuka peluang besar bagi Makassar untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih modern, akurat, dan personal.

Ia mencontohkan pendekatan kedokteran presisi yang tidak hanya berfokus pada pengobatan gejala penyakit, tetapi juga mengidentifikasi penyebab dan kondisi mendasar yang dialami pasien.

Bahkan, ia berharap Makassar ke depan mampu mengembangkan ekosistem kesehatan seperti Mayo Clinic di Amerika Serikat, yang menjadi salah satu contoh pusat layanan medis dengan dukungan dokter spesialis dan pendekatan penanganan pasien secara komprehensif.

“Kota Makassar ini punya peluang yang sama untuk bisa besar. Kita tidak hanya ingin menghadirkan infrastruktur kesehatan, tetapi juga membangun yang namanya medical tourism,” tuturnya.

“Orang datang ke Makassar bukan hanya untuk berkunjung, tetapi juga mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,” sambung orang nomor satu Kota Makassar itu.

Di sisi lain, Munafri mengakui masih terdapat sejumlah persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari tingginya kasus HIV dan tuberkulosis (TB), hingga keterbatasan jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menyebut, dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, Makassar masih membutuhkan penguatan infrastruktur kesehatan yang lebih merata dan terencana.

Salah satu perhatian pemerintah kota adalah pengembangan fasilitas rumah sakit milik daerah agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Munafri menegaskan, pembangunan sektor kesehatan merupakan investasi kemanusiaan yang tidak boleh berjalan setengah-setengah.

“Sehingga, kami di Pemerintah Kota Makassar secara bertahap terus berupaya membenahi berbagai persoalan ini,” jelas Wali Kota.

Karena itu, ia berharap Fakultas Kedokteran UMI beserta seluruh alumninya dapat mengambil peran lebih besar melalui kontribusi pemikiran, keahlian, serta rekomendasi strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan di Makassar.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi serta profesi medis menjadi kunci untuk membangun sistem pelayanan kesehatan yang unggul dan berkelanjutan.

“Harapan saya kepada para alumni Fakultas Kedokteran UMI, ayo kita bersama-sama dengan pemerintah. Banyak hal yang bisa kita lakukan dan banyak orang yang menanti kita dalam rangka membangun kesehatan di kota ini,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Appi berharap pertemuan ilmiah tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaralumni.

Tetapi, juga ruang pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring profesi, serta perumusan solusi konkret terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat.

“Pemerintah Kota Makassar selalu membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh jajaran rumpun kesehatan UMI untuk bersama-sama membangun ekosistem kesehatan perkotaan yang unggul dan inklusif,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Di HUT ke-78 GPIB Immanuel, Wali Kota Appi Tekankan Pentingnya Peran Gereja Jaga Keharmonisan Kota
Investasi Makassar Capai Rp5 Triliun, Sektor Ini Paling Besar
Wamen Kebudayaan Apresiasi Wali Kota Appi, Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026
Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku, Dilengkapi U-Ditch
Pemkot Makassar Perkuat Edukasi Warga, Pembenahan Sampah Dilakukan dari Hulu ke Hilir
Resmikan Tawa Mahjong di CPI, Wali Kota Appi Minta Utamakan Tenaga Kerja Lokal 
Tindak Lanjuti Demo GMNI Soal Geng Motor – Kriminalitas Anak, Plt Sekban Kesbangpol Makassar Akan Teruskan ke Wali Kota
Kado HUT ke-419 Makassar, 419 Rumah Warga Jadi Sasaran Bedah Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Di HUT ke-78 GPIB Immanuel, Wali Kota Appi Tekankan Pentingnya Peran Gereja Jaga Keharmonisan Kota

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Makassar Punya Modal Jadi Pusat Kesehatan Regional, Appi Ajak dokter dan Akademisi Bergerak Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Investasi Makassar Capai Rp5 Triliun, Sektor Ini Paling Besar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku, Dilengkapi U-Ditch

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Pemkot Makassar Perkuat Edukasi Warga, Pembenahan Sampah Dilakukan dari Hulu ke Hilir

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 12:13 WIB

Info Makassar

Investasi Makassar Capai Rp5 Triliun, Sektor Ini Paling Besar

Sabtu, 31 Okt 2026 - 09:07 WIB