Jelang Inggris vs RD Kongo: Inggris Target 16 Besar, Bukan Penampilan Memukau

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM –Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 Timnas Inggris vs RD Kongo akan berlangsung di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026) waktu setempat atau pukul 23.00 WIB.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengungkapkan timnya akan mengikuti cetak biru adu penalti yang diterapkan pendahulunya, Gareth Southgate, jelang lawan Republik Demokratik Kongo.

Kemenangan dalam laga Inggris vs RD Kongo menjadi harga mati bagi Thomas Tuchel agar timnya mampu mengamankan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sebelum era kepemimpinan Gareth Southgate dimulai pada 2016, tim nasional Inggris dikenal memiliki catatan sejarah yang buruk dalam drama adu penalti di berbagai ajang turnamen besar.

Namun, di bawah arahan Southgate, mentalitas dan persiapan penalti tim tersebut berubah drastis, mencatatkan tiga kemenangan dari empat kesempatan selama kurun waktu 2018 hingga 2024.

“FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris) memiliki program yang telah berjalan selama bertahun-tahun dan kami mengikuti program tersebut,” kata Tuchel dikutip dari BBC Sport, Rabu (1/7/2026).

Meski begitu, Tuchel menyadari bahwa situasi di lapangan tidak sepenuhnya bisa diprediksi melalui simulasi latihan.

“Saya rasa sulit untuk mensimulasikan situasi (adu tembak),” lanjut pelatih kelahiran Krumbach pada 29 Agustus 1973 itu.

“Saya mendengar Thierry Henry mengatakan bahwa dia tidak ingat perjalanan dari garis tengah lapangan ke titik penalti dalam adu penalti pertamanya untuk Prancis – hal itu tidak bisa dilatih.”

Saat disinggung mengenai pemilihan eksekutor, Tuchel menegaskan bahwa sistem penunjukan sudah disiapkan dengan matang.

“Kami tahu siapa yang akan mengambilnya dan kami tahu urutannya, tetapi kami tidak tahu siapa yang akan menyelesaikan pertandingan,” ujarnya.

Thomas Tuchel menegaskan fokus utama timnya saat ini bukanlah menyuguhkan permainan yang indah secara estetika. Ia lebih mengutamakan efektivitas demi melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026.

“Kita sebenarnya menghadapi lawan yang mirip dengan Panama dan Ghana di babak 32 besar,” ungkap Thomas Tuchel.

“Kita akan melihat versi terbaik dari diri kita jika kita mampu melewati babak-babak selanjutnya dan melaju lebih jauh di turnamen ini, begitu tim-tim lain benar-benar ingin mengalahkan kita dan tidak menahan kita serta menolak untuk bermain melawan kita.”

“Kami berharap kami menang. Semua orang berharap kami menang. Jadi tidak banyak yang bisa dimenangkan selain memenuhi harapan kami.”

“Ini adalah saatnya untuk terus maju, menyelesaikan pekerjaan, meningkatkan kemampuan, menunjukkan kualitas individu dan momen-momen kecil,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Masalah Pembinaan Sepakbola Usia Muda di Makassar, Dany Soroti Disorientasi dan Infrastruktur Latihan
POPFEST 2026, Ruang Pelajar Makassar Berkompetisi – Kembangkan Kreativitas
Darije Kalezic Kembali Jadi Juru Taktik PSM Makassar, Kontrak 3 Tahun
Drama 10 Gol, Inggris Kalahkan Prancis 
Yuran Fernandes Gabung Persebaya, Usai Perkuat PSM Makassar Selama Musim
Salip Lionel Messi, Kylian Mbappe Puncaki Top Skor Piala Dunia 2026
PSG Juara Liga Champions Usai Kalahkan Arsenal Via Adu Penalti
Gelar La Liga Jadi Milik Barca Usai Tumbangkan Real Madrid 2- 0

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:41 WIB

Masalah Pembinaan Sepakbola Usia Muda di Makassar, Dany Soroti Disorientasi dan Infrastruktur Latihan

Selasa, 8 September 2026 - 07:03 WIB

POPFEST 2026, Ruang Pelajar Makassar Berkompetisi – Kembangkan Kreativitas

Senin, 20 Juli 2026 - 11:14 WIB

Darije Kalezic Kembali Jadi Juru Taktik PSM Makassar, Kontrak 3 Tahun

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:35 WIB

Drama 10 Gol, Inggris Kalahkan Prancis 

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:01 WIB

Yuran Fernandes Gabung Persebaya, Usai Perkuat PSM Makassar Selama Musim

Berita Terbaru

Pers Rilis

U.S. Soy Peringati 45 Tahun Kemitraan dengan Indonesia

Selasa, 15 Sep 2026 - 01:00 WIB