Makassar Tuan Rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series ke – 6 Dihadiri Delegasi dari 28 Negara

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 22 Juni 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati (tengah), 
Asisten III Pemerintah Kota Makassar sekaligus Koordinator Pelaksanaan IGS 2026, Firman Hamid Pagarra  (ujung kanan) dan Andi Widya Syadzwina (ujung kairi).

Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati (tengah), Asisten III Pemerintah Kota Makassar sekaligus Koordinator Pelaksanaan IGS 2026, Firman Hamid Pagarra (ujung kanan) dan Andi Widya Syadzwina (ujung kairi).

HALLOMAKASSAR.COM — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menunjuk Kota Makassar sebagai tuan rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) seri ke-6 yang digelar pada 23–24 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi publik Indonesia untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat internasional melalui kuliner.

Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati, menjelaskan program tersebut telah diluncurkan sejak Desember 2023 dan bertujuan membuka akses informasi mengenai berbagai potensi daerah di Indonesia.

“Jadi inisiatif ini kita luncurkan sejak bulan Desember tahun 2023 dengan tujuan utamanya adalah untuk mendukung dan menjembatani terbukanya informasi mengenai potensi yang dimiliki oleh daerah, baik di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, dan bidang-bidang strategis lainnya melalui kuliner sebagai sebuah instrumen yang kami nilai sangat efektif untuk mendekatkan negara-negara sahabat kepada Indonesia,” ujar Ani dalam konferensi pers di Hotel Rinra Makassar,  Senin, (22/6/2026).

Menurut Ani, gastrodiplomasi merupakan instrumen soft power yang efektif sekaligus mendukung program nasional Indonesia Spice Up the World dan promosi rempah-rempah Indonesia kepada dunia.

“Ini adalah instrumen dari soft power diplomasi yang cukup efektif dan secara visi besarnya kita ini juga mendukung sebuah kampanye nasional, program nasional Indonesia Spice Up World dan juga ada program rasa rempah Indonesia. Sehingga konstituen internasional, kalangan diplomatik, masyarakat asing itu bisa tidak hanya menikmati kuliner Indonesia tetapi yang terpenting adalah narasi di balik itu dan juga identitas yang dibawa,” katanya.

Sebelum digelar di Makassar, kegiatan serupa telah berlangsung di Nusa Tenggara Timur pada 2024 dan Nusa Tenggara Barat pada 2025. Ani menyebut pemilihan Makassar didasarkan pada posisi strategis kota ini sebagai pusat ekonomi dan maritim di kawasan Indonesia Timur.

“Makassar ini kan adalah salah satu jangkar, jangkar kota maritim, jangkar dari perdagangan logistik di wilayah atau di kawasan Indonesia Timur dengan berbagai macam potensi yang ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kemlu RI memiliki tanggung jawab bersama untuk memperkenalkan bahwa pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya berada di Pulau Jawa.

“Kita ini memiliki satu tanggung jawab. Our shared responsibility untuk bisa memperkenalkan bahwa epicentrum ekonomi Indonesia itu tidak hanya terpusat di Pulau Jawa,” tuturnya.

Selain itu, Makassar dinilai memiliki modal kuat melalui berbagai kerja sama internasional yang telah terjalin, termasuk hubungan sister city dengan sejumlah negara sahabat serta keberadaan beberapa kantor konsulat jenderal.

“Dan kami juga sudah mencatat bahwa Makassar ini memiliki sejumlah kerjasama atau sister city dengan sejumlah negara sahabat. Ada konsul jenderal juga ya, di sini Jepang, Australia. Nah ini merupakan shared responsibility, common responsibility dari kami kementerian luar negeri sebagai penghubung dengan pihak luar negeri,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, IGS Makassar mendapat respons positif dari komunitas internasional. Jumlah negara yang akan hadir bahkan bertambah menjadi 28 negara dari kawasan Asia Pasifik, Afrika, Amerika, dan Eropa.

“Ya jumlahnya nambah nih mbak, jadi 28 negara-negara sahabat dari kawasan Asia, Pasifik, Afrika dan juga dari Amerika dan Eropa. Jadi minatnya ke Makassar tinggi sekali ya,” ujar Ani.

Melalui kegiatan ini, Kemlu RI berharap dapat memperluas jejaring Kota Makassar dengan komunitas diplomatik internasional sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.

“Kita harus membangun jejaring, memperluas dari jejaring kota Makassar dengan komunitas diplomatik. Barangkali ada yang belum tereksplor dan belum pernah terkonek, nah ini kesempatan untuk konek,” katanya.

Selain agenda promosi kuliner, rangkaian kegiatan juga akan menghadirkan forum bisnis dan investasi yang mempertemukan delegasi asing dengan pelaku usaha serta pemangku kepentingan di Makassar.

“Di situ akan menjadi satu momentum yang sangat ideal untuk bisa memperkenalkan what we want to offer, apa yang ingin kita tawarkan, kolaborasi dan kemitraan dengan negara-negara sahabat. Karena kami meyakini peluang trade, tourism dan investment di Makassar itu sangat besar,” jelasnya.

Ani berharap momentum Indonesia Gastrodiplomacy Series dapat mendorong pelaku usaha lokal dan UMKM Makassar semakin dikenal di tingkat global.

“Kesempatan melalui Indonesia Gastro Diplomasi Series ini, kita ingin mempertemukan juga, kerjasama tentunya dengan Pemkot Makassar, dengan pelaku-pelaku usaha. Dan potensi dari UMKM, potensi dari local economy Makassar, supaya bisa lebih go global,” ujarnya.

Berikut naskah berita yang dirangkai dari keterangan Asisten III Pemkot Makassar, Firman Pagarra, tanpa mengubah isi kutipan:
Sementara Asisten III Pemerintah Kota Makassar sekaligus Koordinator Pelaksanaan IGS 2026, Firman Pagarra, mengatakan Pemkot Makassar bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan IGS tahun ini.

“Pemerintah Kota Makassar mengucapkan terima kasih atas terpilihnya dan ditunjuknya menjadi tuan rumah pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026,” ujarnya.

Menurut Firman, Makassar dipilih karena dinilai memiliki berbagai potensi strategis yang dapat diperkenalkan kepada negara-negara peserta.

“Karena Makassar dianggap memiliki potensi-potensi, baik itu secara ekonomi, secara jasa, dan mungkin secara investasi, memiliki nilai-nilai tersendiri yang mungkin bisa nanti terkoneksi kepada beberapa negara yang akan datang pada IGS 2026 ini,” katanya.

Ia menjelaskan, sejak pertama kali dihubungi untuk menjadi tuan rumah, Pemkot Makassar langsung melakukan berbagai persiapan dan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk unsur pengamanan.

“Kalau ditanya mengenai kesiapannya, Alhamdulillah, dari ketika pertama kali kami dari Pemerintah Kota Makassar dihubungi untuk menjadi tuan rumah, itu sudah melakukan beberapa persiapan-persiapan, dan sudah beberapa kali melakukan koordinasi juga dengan pihak-pihak pengamanan,” ungkapnya.

“Jadi inti acaranya itu di tanggal 23 hingga 24, semoga di 2 hari pelaksanaan acara tersebut berjalan dengan baik, berjalan dengan aman juga insya Allah,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum IGS juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi seluruh daerah di Sulawesi Selatan. Karena itu, seluruh kepala daerah dari 24 kabupaten/kota diundang untuk ikut berpartisipasi dalam forum bisnis dan investasi.

“Makassar menjadi, apa namanya, memberikan kesempatan kepada seluruh kepala daerah, bukan hanya kota Makassar, bagaimana untuk dapat kota atau kabupaten-kabupaten lain yang ada di Sulawesi Selatan, untuk dapat juga memperkenalkan potensinya masing-masing ke negara-negara yang akan datang di IGS 2026 ini,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan, delegasi akan mengikuti sejumlah agenda seperti welcome dinner di kawasan Fort Rotterdam, business and investment forum, hingga pelayaran Phinisi.

Firman menilai welcome dinner menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Makassar sebagai pintu masuk diplomasi.

“Kalau ditanya di acara mana yang akan menjadi most untuk memperkenalkan gastro ini, ya tentunya karena ini berbicara tentang gastro, bagaimana kita berdiskusi betul, berinteraksi nantinya melalui diskusinya itu harus melalui gastro, jadi kita awalnya dengan makan malam dulu,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai kuliner khas Makassar akan disajikan kepada para delegasi sebagai bagian dari pengalaman budaya yang berkesan.

“Kita akan menyediakan beberapa cita rasa makanan, dan ketika pembuka kick off itu sudah dilaksanakan, insyaallah kita mengharapkan semua pembicaraan bersifat diplomasi, formal, informal itu akan berjalan dengan baik, sehingga hari mereka balik lagi ke tempat mereka, ada kesannya,” tuturnya.

Firman juga memastikan seluruh pelaku UMKM dan perusahaan yang terlibat dalam forum bisnis telah melalui proses kurasi oleh perangkat daerah terkait.

“Di forum bisnis ini sudah ada kurasi dari beberapa UMKM, UMKM yang di kurasi oleh dinas terkait, yaitu dinas kooperasi UMKM dan dinas perdagangan. Untuk di perusahaan-perusahaan yang sudah ready to offer, atau ready to export itu juga sudah di kurasi dari teman-teman dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu,” jelasnya.

Ia menyebut Pemkot Makassar telah memiliki basis data UMKM dan perusahaan yang menjadi acuan dalam memilih peserta pameran dan business matching.

Pada forum tersebut akan ditampilkan 20 booth UMKM serta booth pelayanan investasi. Selain itu, akan digelar pertemuan antara pelaku usaha lokal dengan delegasi asing guna membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.

“Jadi itu sudah di kurasi semua, dan kami harapkan juga setelah mereka pertemuan pada hari itu, itu sudah ada nanti misalnya tindak lanjut, MOU atau misalnya akan ada perjanjian kerjasama dan lain-lain, untuk melanjutkan diskusi mereka yang dilaksanakan di kota Makassar ini,” ujarnya.

Melalui Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026, Pemerintah Kota Makassar berharap berbagai potensi ekonomi, investasi, dan produk unggulan daerah dapat semakin dikenal di tingkat internasional serta membuka peluang kerja sama baru dengan berbagai negara sahabat.(*)

Berita Terkait

IGS 2026 Jadi Pintu Investasi Global, Delapan Negara Siap Jajaki Kerja Sama dengan Makassar
DPRD Makassar Dukung Penuh IGS 2026, Dinilai Buka Peluang Investasi dan Dongkrak Ekonomi
Lewat Diplomasi Budaya dan Kuliner, Wali Kota Makassar Bidik Investasi dari 28 Negara
Wali Kota Munafri Promosikan Potensi Makassar di Hadapan Delegasi dari 28 Negara pada IGS 2026
Makassar Dorong Generasi Cerdas Finansial dan Cakap Digital
Camat Ujung Pandang Pimpin Rapat Persiapan IGS 2026, Tekankan Kebersihan dan Urban Farming
Lantik 369 Kepsek, Wali Kota Makassar Tekankan Pendidikan Harus Bersih dari Praktik Titip-Menitip
Pemkot – Pemprov  Kolaborasi Disdik Sulsel Wujudkan Sekolah Unggulan SMP-SMA Boarding School Terintegrasi

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:08 WIB

IGS 2026 Jadi Pintu Investasi Global, Delapan Negara Siap Jajaki Kerja Sama dengan Makassar

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:01 WIB

DPRD Makassar Dukung Penuh IGS 2026, Dinilai Buka Peluang Investasi dan Dongkrak Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:36 WIB

Wali Kota Munafri Promosikan Potensi Makassar di Hadapan Delegasi dari 28 Negara pada IGS 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:25 WIB

Makassar Dorong Generasi Cerdas Finansial dan Cakap Digital

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:00 WIB

Camat Ujung Pandang Pimpin Rapat Persiapan IGS 2026, Tekankan Kebersihan dan Urban Farming

Berita Terbaru