Respons Cepat Aduan Warga, Pemkot Makassar Bersihkan Sampah yang Cemari Pantai Losari

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM — Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bergerak merespons laporan di Medsos terkait tumpukan sampah yang berserakan di kawasan Pantai Losari, Selasa (2/6/2026).

Aksi pembersihan langsung dilakukan oleh petugas kebersihan dan satuan tugas (Satgas) Kecamatan Ujung Pandang untuk mengangkut sampah yang menumpuk di bibir pantai dan perairan sekitar kawasan wisata ikonik tersebut.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, AP, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pembersihan wilayah pesisir sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar menjaga kebersihan lingkungan dan ekosistem laut.

“Kami dari Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Kecamatan Ujung Pandang, sudah semaksimal mungkin untuk menjaga, membersihkan wilayah-wilayah, terutama di Anjungan Pantai Losari,” ujarnya, merespon sampah di pesisir Anjungan Losari.

Sebelumnya, warganet melaporkan kondisi memprihatinkan di Pantai Losari dengan banyaknya sampah yang terbawa arus laut hingga menumpuk di sepanjang pesisir.

Bahkan, sebuah kasur yang dibuang ke laut dan terdampar di kawasan Pantai Losari mengganggu estetika kota. Hal itu, ditindak lanjut dan pihak kecamatan mengejutkan tim petugas kebersihan menangani secara cepat.

“Petugas kebersihan tim Kecamatan Ujung Pandang terjun ke lokasi. Di kawasan Pantai Losari, tim kami juga mengoperasikan dua unit perahu Pattasaki yang bertugas mengangkut sampah-sampah yang dibuang ke laut,” jelas Nanin.

Menurutnya, berbagai jenis sampah masih ditemukan setiap hari di kawasan pesisir, mulai dari sampah plastik hingga barang-barang berukuran besar yang sengaja dibuang ke laut.

“Sekarang kondisi di lokasi sudah bersih, tim Satgas Kebersihan turun membersihkan lokasi Anjungan Losari sempat viral di Medsos. Dan kini sudah bersih area pesisir,” katanya.

“Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan ke laut,” lanjutanya.

Nanin menegaskan, kebiasaan membuang sampah ke laut tidak hanya mencemari lingkungan dan merusak habitat laut, tetapi juga membutuhkan tenaga, waktu, dan anggaran yang besar untuk proses pembersihannya.

Selain mencemari habitat laut, pengangkatan sampah ini membutuhkan tenaga yang besar, waktu yang tidak sedikit, dan anggaran yang terus dikeluarkan.

“Karena itu kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat,” tambahnya.

Untuk mendukung kebersihan kawasan wisata tersebut, Kecamatan Ujung Pandang mengerahkan ratusan personel kebersihan yang tersebar di sejumlah wilayah kerja.

Jumlah personel satgas di Kecamatan Ujung Pandang lebih dari 300 orang yang terdiri dari penyapu jalan, petugas armada viar, operator truk, dan petugas kebersihan lainnya.

“Khusus kawasan Pantai Losari dan Pantai Panjang, kami menempatkan personel dan armada secara khusus agar sampah dapat segera diangkut,” jelas Nanin.

Dia menyebutkan wilayah pesisir Pantai Losari yang berada di Kelurahan Maloku dan Kelurahan Bulogading juga didukung armada pengangkut sampah yang siaga.

Dimana, setiap hari untuk mengantisipasi sampah kiriman maupun sampah yang dibuang secara langsung oleh oknum masyarakat.

Ia juga merespon terkait video viral yang menuding petugas kebersihan membuang sampah ke laut di kawasan Pantai Losari, Nanin menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Hal ini, dibantah, karena menurutnya, setelah dilakukan peninjauan terhadap rekaman video tersebut, tidak terlihat adanya tindakan petugas menyapu sampah langsung ke laut.

“Coba perhatikan baik-baik di video, setelah kami melihat berulang kali video tersebut, gerakan petugas bukan menyapu sampah ke laut,” tuturnya.

“Melainkan mengumpulkan sampah di pinggir pantai untuk kemudian diangkut. Kami juga akan meminta petugas yang bersangkutan memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar menjadi jelas,” sambung dia.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat umum dan pemilik akun medsos agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi serta memastikan kebenaran suatu peristiwa sebelum mempublikasikannya di media sosial.

“Kalau memviralkan sesuatu, jangan sampai menyebarkan informasi yang tidak benar. Kita harus melihat persoalan dengan jernih dan berdasarkan fakta,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nanin menjelaskan bahwa sebagian besar sampah yang menumpuk di Pantai Losari merupakan sampah kiriman yang terbawa arus dari berbagai wilayah pesisir dan saluran kanal yang bermuara ke laut.

Sampah kiriman ini bukan hanya berasal dari pulau, tetapi juga dari kawasan permukiman yang berada di pesisir maupun di sepanjang kanal.

“Ketika masyarakat membuang sampah ke kanal, akhirnya sampah itu terbawa hingga ke laut dan menumpuk di Pantai Losari,” ungkapnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus lewat Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang dan jajaran Kelurahan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan demi menjaga Pantai Losari sebagai ikon dan wajah Kota Makassar.

Menurutnya, pantai Losari adalah kebanggaan bersama warga Kota Makassar, dan Sulsel sehingga perlu menjaga kebersihannya, bersama-sama.

“Mari bersama-sama menjaga kebersihan, menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut dan menjaga lingkungan untuk generasi yang akan datang,” tutup Nanin. (*)

Berita Terkait

HUT ke-419 Makassar, Wali Kota Appi Instruksikan OPD Hadirkan Program Nyata untuk Warga
​Festival Bulan Budaya Makassar Sukses Digelar, Pemkot Perkuat Ruang Ekspresi Seniman Lokal
Pemkot-DPRD Makassar Siapkan Aturan Baru Pengawasan Minol Lebih Ketat
Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas
Sambut HUT Kota Makassar ke – 419, Dinas PPKB Akan Wisuda 350 Peserta Sekolah Lansia
Festival Bulan Budaya Makassar Resmi Dibuka, Syamsul Bahri Harap Pemuda Ambil Peran
Kedatuan Luwu Akan Tindak Lanjuti Sengketa Lahan Mangade To Magi di Luwu Timur
Launching Early Bird MHM 2027, Pemkot Makassar Tawarkan Diskon hingga 41 Persen

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:31 WIB

HUT ke-419 Makassar, Wali Kota Appi Instruksikan OPD Hadirkan Program Nyata untuk Warga

Selasa, 3 November 2026 - 09:37 WIB

​Festival Bulan Budaya Makassar Sukses Digelar, Pemkot Perkuat Ruang Ekspresi Seniman Lokal

Senin, 2 November 2026 - 20:31 WIB

Pemkot-DPRD Makassar Siapkan Aturan Baru Pengawasan Minol Lebih Ketat

Senin, 2 November 2026 - 17:59 WIB

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas

Senin, 2 November 2026 - 16:06 WIB

Sambut HUT Kota Makassar ke – 419, Dinas PPKB Akan Wisuda 350 Peserta Sekolah Lansia

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

DBS Raih Gelar Bank Digital Terbaik di Dunia

Selasa, 3 Nov 2026 - 02:00 WIB