HALLOMAKASSAR.COM– Tim SAR Gabungan kembali berhasil menemukan korban kedua korban
pesawat ATR 42-500 yang sempat hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita di lokasi dengan medan ekstrem berupa tebing terjal dan curam, Senin, (19/1/2025).
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafiin mengatakan,
penemuan korban kedua ini berdasarkan laporan tim di lapangan, posisi korban berada di area tebing dengan kedalaman diperkirakan mencapai sekitar 500 meter dari puncak.
“Dari hasil komunikasi dengan tim di lapangan, kemarin kita sudah menemukan satu korban, kemudian hari ini juga ditemukan satu korban lagi. Jadi sejauh ini sudah ada dua korban,” ujar Mohammad Syafii.
Ia menjelaskan kondisi lokasi penemuan korban kedua sangat menantang.
Tebing yang curam, vegetasi lebat, serta kontur tanah berbatu membuat pergerakan personel SAR harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Sehingga faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Meski demikian Syafii menegaskan l fokus utama operasi SAR tetap pada pencarian dan evakuasi korban.
“Alhamdulillah kurang dari 24 jam sejak lokasi jatuhnya pesawat ditemukan, operasi sudah bisa difokuskan penuh pada pencarian korban,” katanya.
Terkait identitas korban, Syafii menegaskan Basarnas tidak berwenang untuk menyampaikan informasi tersebut.
Proses identifikasi sepenuhnya menjadi tugas tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.
Namun, berdasarkan informasi awal di lapangan, korban pertama yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki, sementara korban kedua berjenis kelamin perempuan.(*)
Baca Juga:
Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar, 68 Pendaftar Berlatar Belakang Aktivis hingga Profesor
Penertiban Humanis di Tallo, Lapak di Atas Drainase Ditata, Sebagian Dibongkar Mandiri
Pemkot Makassar Siaga Hadapi “Godzilla El Nino”, BPBD Jadi Komando Darurat Air dan Kesehatan







