Reformasi Polri, Mahfud Md Sebut Soal Kepemimpinan dan Politik

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 17 Desember 2025 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM –Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) terus berupaya menyerap aspirasi bernagai kalangan untuk pembenahan institusi kepolisian.

Anggota KPRP, Mahfud Md, menyebut setidaknya dua faktor menjadi penghambat percepatan reformasi Polri, yakni, politik dan kepemimpinan.

“Pertama, Polri mulai bermasalah ketika unsur politik masuk terlalu jauh ke dalam tubuh institusi. Kedua, persoalan kepemimpinan (leadership),” kata Mantan Menkopolhukam itu usai melakukan diskusi reformasi Polri di Universitas Hasanuddin Makassar, Selasa, (16/12/2025).

Menurutnya, kunci untuk memperbaiki pelayanan publik di institusi kepolisian dengan menjauhkan pemimpinnya dari keterlibatan politik.

“ Jika pimpinan tidak terkontaminasi politik, maka ke bawah pun akan bersih. Itu kuncinya, politik dan kepemimpinan,” terangnya.

Selain itu, Mahfud mengaku pihaknya telah melakukan pemeriksaan terkait permasalahan yang menjadi sebab masyarakat tidak terlindungi.

“Secara struktural dan regulatif, sebenarnya Polri sudah cukup baik. Lalu mengapa masih terjadi berbagai persoalan? Yang terlihat rusak itu antara lain praktik pemerasan, kriminalisasi, hedonisme, flexing, kolaborasi dengan kejahatan, dan sebagainya. Akibatnya, masyarakat tidak terlindungi,” terangnya.

Menurut Mahfud, polri sudah cukup baik dalam hal melindungi, mengayomi, dan melayani. Namun, menjadi sorotan penegakan hukumnya.

“Kalau melayani, melindungi, dan mengayomi, masyarakat relatif masih menilai cukup baik. Namun, penegakan hukum ini masih compang-camping, terutama ketika bersinggungan dengan dunia bisnis dan kepentingan tertentu,” ungkapnya.

Ia menekankan Komisi Percepatan Reformasi Polri ini tidak sedang melakukan reformasi kembali, melainkan melakukan percepatan reformasi pelayanan publik dari Polri itu sendiri.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan kunjungan ke beberapa daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat dan secara bertahap akan memperbaiki beberapa pelayanan publik Polri.

“Perlu saya luruskan, kita tidak sedang melakukan reformasi Polri, karena reformasi itu secara formal sudah selesai, yang kita lakukan sekarang adalah percepatan reformasi pelayanan publik,” tegasnya.(*)

Berita Terkait

Gubernur Sulsel Paparkan Capaian Digitalisasi Keuangan di Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026
Tanggapan Pemprov Sulsel Atas Penetapan Tersangka Bupati Gowa
Sosialisasikan TanyaIbu.com, Ketua KPP Sulsel Andi Nirawati Dorong Perempuan Perkuat Literasi Digital
Hari Tani Nasional, Asri Tadda Soroti Nasib Petani di Tengah Paradoks Pembangunan
Mitigasi Penyelewengan Dana Pensiun, Kejati Sulsel Beri Penerangan Hukum PT Taspen
Pemprov Sulsel Berhasil Renegosiasi PI Migas 2,5% Jadi 10%
PDPB Triwulan III, Bawaslu Sulsel Minta Data Anomali Diverifikasi Faktual
Ombudsman Sulsel Soroti Standar Pelayanan Publik di Rutan Barru

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Sulsel Paparkan Capaian Digitalisasi Keuangan di Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026

Jumat, 25 September 2026 - 20:09 WIB

Tanggapan Pemprov Sulsel Atas Penetapan Tersangka Bupati Gowa

Jumat, 25 September 2026 - 16:44 WIB

Sosialisasikan TanyaIbu.com, Ketua KPP Sulsel Andi Nirawati Dorong Perempuan Perkuat Literasi Digital

Kamis, 24 September 2026 - 13:45 WIB

Hari Tani Nasional, Asri Tadda Soroti Nasib Petani di Tengah Paradoks Pembangunan

Rabu, 23 September 2026 - 09:04 WIB

Mitigasi Penyelewengan Dana Pensiun, Kejati Sulsel Beri Penerangan Hukum PT Taspen

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Tanggapan Pemprov Sulsel Atas Penetapan Tersangka Bupati Gowa

Jumat, 25 Sep 2026 - 20:09 WIB