HALLOMAKASSAR.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mencatat sebanyak 34 ruas jalan di Makassar rawan pohon tumbang. Ruas jalan tersebut dipadati pohon Trembesi.
Ruas jalan rawan pohon tumbang tersebut yakni Jalan Sultan Alauddin, Andalas, Arief Rate, Aroepala, BTP, Bulukunyi, Opu Dg Risaju, dr Soetomo, Gunung Bawakaraeng, Latimojong.
Selanjutnya, Jalan Gunung Merapi, Hertasning, Kasuari, Kima-Baddoka, Lamadukkelleng, Lanto dg Pasewang, Mallengkeri, Pattimura dan Jalan Penghibur.
Lalu sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan yakni sekitar bandara sampai Baddoka, Unhas-BTP dan wilayah sekitar M-Tos. Berikutnya, Jalan Pongtiku, Ratulangi, Riburane, Rusa, Slamet Riyadi, Sudirman, Sungai Saddang, Sungai Tangka, Tentara Pelajar, Ujung Pandang dan Veteran Selatan.
Diketahui, DLH Makassar melalui Sub Koordinator Pengelolaan dan Pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) merilis data penanganan pohon sepanjang tahun 2025.
Hingga Oktober, total 4.720 pohon telah ditangani melalui kegiatan pemangkasan, penebangan, dan penanganan pohon tumbang.
Pada kategori pemangkasan, DLH mencatat 3.923 pohon yang telah ditangani dengan luas area mencapai 14,12 hektare. Angka tertinggi terjadi pada Juli dengan 609 pohon.
Untuk penebangan, sebanyak 635 pohon ditindaklanjuti dengan total area 2,29 hektare, di mana Oktober menjadi bulan dengan jumlah penebangan terbanyak, yaitu 134 pohon.
Sementara itu, kategori pohon tumbang mencatat 162 pohon yang telah ditangani sepanjang Januari–Oktober dengan luas area 0,58 hektare. Februari menjadi bulan dengan kasus pohon tumbang terbanyak, sebanyak 48 pohon.
Baca Juga:
DPRD Makassar Dukung Penuh IGS 2026, Dinilai Buka Peluang Investasi dan Dongkrak Ekonomi
Komisi B DPRD Sulsel – Pemkab Barru Bahas DBH Pembiayaan BPJS Kesehatan
Kepala Bidang Keanekaragaman Hayati DLH Makassar, Taufiq Djabbar, S.T., M.T., menjelaskan bahwa data tersebut menjadi bagian penting dalam pemeliharaan RTH di kota ini.
“Data ini menjadi dasar kami dalam mengukur intensitas pekerjaan di lapangan, sekaligus memastikan pemeliharaan pohon berjalan optimal demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perhitungan luas area menggunakan standar teknis yang telah ditetapkan.
“Luas area dihitung berdasarkan standar 6 x 6 meter per pohon atau 0,0036 hektare. Angka tersebut kemudian dikalikan jumlah pohon yang ditangani setiap bulan,” jelasnya.
Baca Juga:
Lewat Diplomasi Budaya dan Kuliner, Wali Kota Makassar Bidik Investasi dari 28 Negara
Wali Kota Munafri Promosikan Potensi Makassar di Hadapan Delegasi dari 28 Negara pada IGS 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel) juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem saat ini. Cuaca ektrem dengan curah hujan tinggi diperkirakan akan terjadi pada 8 daerah dan 5 diantaranya dengan status siaga.
“Kami mengimbau dan mengharapkan warga masyarakat agar di kondisi cuaca yang ekstrem ini dan anomali cuaca agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan bencana karena bencana ini bisa terjadi di mana saja dan kapan saja,” ujar Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo.
Berdasarkan peringatan dini cuaca dan iklim BMKG Sulsel yang diterima BPBD Sulsel, 9 daerah status waspada dengan curah hujan 150-200 mm yakni Barru, Bone, Gowa, Makassar, Maros, Sinjai, Soppeng dan Takalar. Di wilayah tersebut terdapat 5 daerah status siaga dengan curah hujan 200-300 mm yakni di sejumlah kecamatan di Barru, Gowa, Makassar, Maros dan Pangkep.
Rinciannya di Barru, status cuaca siaga terjadi di Kecamatan Barru, Pujananting, Taneteriaja dan Tanete Rilau. Gowa yakni di Kecamatan Parangloe, Pattalassang, Sombaopu dan Tinggimoncong. Di Kota Makassar yakni Biringkanaya,
Bontoala, Makassar, Manggala, Panakkukang, Rappocini, Tallo,Tamalanrea, dan Tamalate.
Selanjutnya Maros yakni di Bantimurung, Bontoa, Cenrana, Lau, Mandai, Maros
Baru, Marusu, Moncongloe, Simbang, Tanralili, Tompobulu dan Turikale. Pangkep status siaga untuk Kecamatan Balocci, Bungoro, Labakkang, Liukangtupabbiring Utara, Liukangtupabbiring, Mandalle, Marang, Minasatene, Pangkajene, Segeri, dan Tondong Tallasa.
Warga di wilayah ini, kata Amson, diharapkan meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ektrem yang diperkirakan mulai 1-10 Desember. BPBD kabupaten/kota untuk wilayah ini juga telah disiapkan untuk antisipasi jika terjadi bencana angin kencang, banjir dan longsor.
“Kami berharap warga masyarakat menghindari tempat-tempat yang selama ini rawan bencana baik itu banjir maupun longsor dan khusus untuk masyarakat yang berada di zona rawan agar semua peralatan, atau dokumen penting disimpan pada tempat yang aman,” katanya.
Baca Juga:
Camat Ujung Pandang Pimpin Rapat Persiapan IGS 2026, Tekankan Kebersihan dan Urban Farming
Dalian Menjadi Sorotan Global, Kota Ini Menjadi Tuan Rumah Summer Davos untuk Kesembilan Kalinya
Lantik 369 Kepsek, Wali Kota Makassar Tekankan Pendidikan Harus Bersih dari Praktik Titip-Menitip
“Bagi yang memiliki anak atau anggota keluarga yang rentan, agar dijaga. Sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan mudah untuk dievakuasi. Selain itu, mengingat banyak juga angin kencang, agar menjauhi pohon atau bangunan rawan roboh, berlindunglah di tempat aman atau bangunan kokoh saat situasi darurat seperti angin kencang dan banjir,” sambung Amson.(*)







