Perokok Gampang Kena Gangguan Mental, Cek Penjelasannya

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 3 November 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Banyak orang mengira rokok bisa membantu menenangkan pikiran saat stres.Padahal, sejumlah penelitian justru menunjukkan sebaliknya.

Perokok cenderung lebih mudah mengalami gangguan mental seperti kecemasan, depresi, bahkan gangguan tidur dibanding mereka yang tidak merokok.

Kandungan nikotin di dalam rokok memang memberi efek “tenang” sesaat. Namun di balik sensasi itu, ada reaksi kimia yang justru membuat otak semakin ketergantungan.
Begitu kadar nikotin menurun, perasaan cemas dan gelisah muncul kembali. Dari sinilah siklus stres dan kecanduan dimulai.

Melansir Healthians, nikotin adalah zat yang sangat adiktif. Dalam beberapa detik setelah dihirup, nikotin langsung mencapai otak dan merangsang pelepasan dopamin, zat kimia yang membuat seseorang merasa senang dan fokus.

Namun efek ini tidak bertahan lama. Ketika kadar nikotin turun, kadar dopamin pun ikut menurun, membuat suasana hati jadi buruk dan muncul dorongan untuk merokok lagi.

Lama-kelamaan, otak berhenti memproduksi dopamin secara alami tanpa bantuan nikotin. Akibatnya, perokok akan merasa sulit bahagia atau tenang tanpa rokok.

Banyak perokok merasa lebih rileks setelah mengisap rokok. Tapi efek tersebut ternyata hanyalah ilusi sementara.

Menurut berbagai studi, nikotin justru meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, dua tanda fisik yang berkaitan dengan stres. Setelah efeknya hilang, tubuh malah mengalami gejala seperti gelisah, sulit fokus, dan emosi tidak stabil.

Dengan kata lain, rokok tidak mengatasi stres, hanya menundanya. Ketika efek nikotin menguap, stres yang sempat “disembunyikan” akan muncul kembali, bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

Hubungan rokok dan depresi
Perokok memiliki risiko depresi yang lebih tinggi. Nikotin memang memberi sensasi euforia singkat, tapi tubuh kemudian menagih efek yang sama terus-menerus.

Saat kebutuhan ini tak terpenuhi, suasana hati memburuk. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa perokok berat cenderung memiliki kadar serotonin dan dopamin lebih rendah, dua zat penting yang menjaga kestabilan emosi dan rasa bahagia.

Meski oleh beberapa orang rokok sering dianggap ‘penolong’, namun nikotin justru memperburuk gejala kecemasan dalam jangka panjang. Ketika efeknya hilang, tubuh mengalami reaksi mirip dengan serangan panik, detak jantung meningkat, napas pendek, dan pikiran tak menentu.
Inilah alasan banyak perokok merasa tidak bisa berhenti, bukan karena kenikmatannya, tetapi karena tubuh mereka menolak rasa cemas yang muncul ketika tidak merokok.

Bagi mereka yang sudah memiliki gangguan mental seperti depresi berat atau skizofrenia, rokok bisa memperburuk kondisi. Beberapa penelitian menemukan bahwa perokok dengan gangguan mental lebih sulit pulih dan memiliki harapan hidup lebih pendek dibanding non-perokok.

Nikotin juga dapat mengganggu efektivitas obat antidepresan dan obat penenang.

Berita baiknya, berhenti merokok bisa membawa perubahan besar, tidak hanya untuk kesehatan fisik, tapi juga mental. Setelah beberapa minggu tanpa nikotin, kadar dopamin dan serotonin mulai kembali normal.

Banyak mantan perokok mengaku tidur lebih nyenyak, merasa lebih tenang, dan punya energi lebih stabil setelah berhenti.(*)

Berita Terkait

SPJM Berbagi Ramadan, Salurkan Donasi ke Rumah Ibadah
Meriahkan Jappa Jokka Cap Go Meh 2026, SJAM Akan Undi Grand Prize Rumah Hingga Motor di Pecinan Makassar
Kaesang Pangarep Tutup Agenda di Sulsel Melalui Laga Persahabatan
Zumba Seru di CFD Boulevard: CitraCosmetic & Mabello Bagikan Berbagai Doorprize
50 Beauty Enthusiast Belajar Makeup Flawless bareng Hanasui dan CitraCosmetic
Beyond The Stage Siap Hentak Benteng Fort Rotterdam Bersama HIVI! dan Ten2Five
10 Tim Bersaing Rebut Total Hadiah Rp4,2 Juta di Nuface Estafet Makeup
Grebek Pasar Rame Yamaha 2025 Bakal Meriahkan Ramayana Fair

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:35 WIB

SPJM Berbagi Ramadan, Salurkan Donasi ke Rumah Ibadah

Senin, 23 Februari 2026 - 08:41 WIB

Meriahkan Jappa Jokka Cap Go Meh 2026, SJAM Akan Undi Grand Prize Rumah Hingga Motor di Pecinan Makassar

Senin, 2 Februari 2026 - 07:48 WIB

Kaesang Pangarep Tutup Agenda di Sulsel Melalui Laga Persahabatan

Senin, 26 Januari 2026 - 12:58 WIB

Zumba Seru di CFD Boulevard: CitraCosmetic & Mabello Bagikan Berbagai Doorprize

Jumat, 26 Desember 2025 - 20:47 WIB

50 Beauty Enthusiast Belajar Makeup Flawless bareng Hanasui dan CitraCosmetic

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

BGN Setop Dua SPPG di Sulsel, Ini Alasannya

Senin, 16 Mar 2026 - 06:51 WIB