Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Hilirisasi Pangan

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 21 September 2025 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Pemerintah menggelontorkan anggaran jumbo hampir Rp10 triliun, tepatnya Rp9,9 triliun untuk mendorong hilirisasi komoditas perkebunan pangan.

Dana itu akan dipakai untuk program peremajaan (replanting) hingga penanaman baru di sejumlah komoditas strategis perkebunan yang menghasilkan pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan, fokus program ini mencakup komoditas kelapa, kakao, mete, kopi, lada, hingga pala.

“Kita rencana hilirisasi, yaitu replanting dan tanam baru, (komoditasnya) kelapa, kakao, mete, kopi, lada, pala. Itu dianggarkan Rp9,9 triliun, kurang lebih Rp10 triliun,” kata Amran dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta.

Adapun targetnya, program tersebut mencakup lahan seluas 800 ribu hektare di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, Amran menyebut hilirisasi ini akan membuka jutaan lapangan kerja baru.

“Dan ini bisa kita tanami 800 ribu hektare seluruh Indonesia. Insya Allah membuka lapangan kerja 1,6 juta (tenaga kerja). Rencana kita dua tahun, selesai,” jelasnya.

Amran mengatakan, program ini adalah bagian dari strategi pangan nasional yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Di mana sepanjang 10 bulan pertama pemerintahannya, lanjut dia, tercatat sudah ada 17 instruksi di sektor pangan.

Instruksi tersebut mencakup beragam kebijakan, mulai dari kembalinya pupuk ZA bersubsidi bagi petani, bantuan bibit senilai Rp200 miliar, hingga kucuran dana Rp1,6 triliun untuk bongkar ratoon tebu di berbagai wilayah.

Selain itu, pemerintah juga memberi dukungan lewat pembangunan irigasi, operasi lahan (oplah), hingga program pompanisasi. Amran optimistis langkah itu akan berbuah cepat.

“Insya Allah mudah-mudahan tiga bulan ke depan tidak ada aral melintang, tidak ada kondisi iklim ekstrim. Insya Allah tahun ini, mudah-mudahan mimpi kita harusnya empat tahun swasembada pangan khususnya beras, tapi tahun ini Insya Allah bisa dicapai,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan hilirisasi perkebunan ini ditujukan langsung untuk menyejahterakan petani di berbagai subsektor.

“Nah, ini kabar baik sekaligus kami sampaikan untuk petani Indonesia, petani singkong, petani tebu, petani pangan, perkebunan, dan seterusnya,” pungkas Amran.***

Berita Terkait

Wali Kota Munafri Paparkan Strategi Makassar Keluar dari Krisis Sampah di Forum UCLG ASPAC
Forum Komunitas Hijau, Dukung Pemilahan Sampah dari Rumah: Pemulung Justru Punya Peluang Baru
Instruksi Wali Kota: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur
Kota Makassar Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos, Appi Ajak Warga Sukseskan Pendataan
BAST Renovasi Ditandatangani, DPRD Makassar Segera Tempati Gedung di Kantor Lama
Dampingi Tim Verifikasi, Appi Optimistis Gunung Sari Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional
Wali Kota Munafri Minta SKPD Peka Terhadap Persoalan Sosial: ASN Mata dan Telinga Pemerintah 
Komdigi Siap Kolaborasi di MCH Nusantara, untuk Cetak Talenta Digital dan Technopreneur Muda

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:19 WIB

Wali Kota Munafri Paparkan Strategi Makassar Keluar dari Krisis Sampah di Forum UCLG ASPAC

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:11 WIB

Forum Komunitas Hijau, Dukung Pemilahan Sampah dari Rumah: Pemulung Justru Punya Peluang Baru

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:25 WIB

Instruksi Wali Kota: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur

Senin, 27 Juli 2026 - 21:03 WIB

Kota Makassar Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos, Appi Ajak Warga Sukseskan Pendataan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:37 WIB

BAST Renovasi Ditandatangani, DPRD Makassar Segera Tempati Gedung di Kantor Lama

Berita Terbaru