Keterbatasan Lahan Tak Jadi Halangan, Kecamatan Ujung Pandang Maksimalkan Urban Farming

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 14 April 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM — Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang terus mengakselerasi program ketahanan lingkungan melalui pengembangan urban farming, pemanfaatan teba (lubang resapan sampah organik), pembuatan eco enzyme, serta penguatan pemilahan sampah di tingkat masyarakat.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang diinisiasi Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam mewujudkan Makassar MULIA.

Menurut Nanin, pihaknya bersama para lurah, RT/RW, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat aktif menggerakkan program berbasis lingkungan tersebut secara kolaboratif di wilayahnya.

“Ini bagian dari upaya kita mendukung program Makassar MULIA. Kami bergerak bersama lurah, RT/RW, PKK, serta stakeholder terkait untuk mendorong urban farming, pemilahan sampah, termasuk pengolahan melalui eco enzyme dan teba,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat empat titik pengembangan urban farming yang tengah berproses di Kecamatan Ujung Pandang, masing-masing berada di Kelurahan Pisang Selatan, Kelurahan Lajangiru, Kelurahan Pisang Utara, serta Kelurahan Sawerigading.

Dari total sepuluh kelurahan di wilayah tersebut, empat di antaranya telah memasuki tahap pengembangan awal, sementara sisanya masih dalam proses penyesuaian, terutama terkait ketersediaan lahan.

“Kita tahu Kecamatan Ujung Pandang ini memiliki keterbatasan lahan. Berbeda dengan kecamatan lain seperti Tallo yang lahannya relatif luas, di sini kita harus lebih kreatif memanfaatkan ruang yang ada,” jelasnya.

Sebagai solusi, pihak kecamatan mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan sempit seperti lorong, pekarangan rumah warga, hingga area pinggir jalan yang memungkinkan untuk dijadikan lokasi urban farming.

“Justru keunikan kita di sini. Lahan sempit bukan hambatan, tapi kita siasati agar tetap bisa produktif. Ada yang memanfaatkan lorong, halaman rumah, bahkan titik-titik kecil yang sebelumnya tidak termanfaatkan,” tambahnya.

Nanin menuturkan, pengembangan empat titik tersebut dilakukan dengan menggandeng sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, serta melibatkan peran aktif Tim Penggerak PKK dan RT/RW dalam pengelolaan serta keberlanjutan program.

Selain fokus pada produksi tanaman, program ini juga terintegrasi dengan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mulai dari pemilahan, pengolahan sampah organik melalui teba, hingga produksi eco enzyme yang memiliki nilai guna.

“Ini bukan hanya soal menanam, tapi bagaimana masyarakat juga terlibat dalam pengelolaan sampah dari rumah tangga. Jadi ada kesinambungan antara lingkungan bersih dan produktivitas,” katanya.

Terkait target, Nanin optimistis pengembangan urban farming di empat titik tersebut dapat mulai menunjukkan hasil dalam waktu dekat.

“Kita targetkan secepat mungkin, kalau bisa dalam dua bulan sudah terlihat hasilnya. Bibit sudah tersedia, tinggal dimaksimalkan pengelolaannya,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, karakteristik wilayah Kecamatan Ujung Pandang yang didominasi oleh perkantoran, sekolah, rumah sakit, serta kawasan permukiman padat, menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan program tersebut.

Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen mengoptimalkan setiap potensi lahan yang tersedia agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Lahannya memang terbatas, tapi justru itu yang kita maksimalkan. Bagaimana ruang-ruang kecil ini bisa produktif dan memberi dampak nyata,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Wali Kota Appi Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular melalui Sekolah dan Bank Sampah
Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik
Dispora Makassar Ikut Semarakkan World Cleanup Day 2026
Munafri Pimpin Bersih-Bersih Kanal, Tekankan Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan
Wali Kota Appi Ajak Alumni Athirah Jadi Jembatan Pendidikan Berkualitas bagi Anak Makassar
Pesan Munafri ke Wisudawan STIM-LPI Makassar: Ini Bukan Akhir Perjalanan, Tapi Awal untuk Memberi Manfaat
Kebijakan Pro Rakyat,  Wali Kota Munafri  Bawa Makassar Raih Dua Penghargaan dari Kemendagri
Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:16 WIB

Wali Kota Appi Bangun Ekosistem Ekonomi Sirkular melalui Sekolah dan Bank Sampah

Senin, 21 September 2026 - 16:09 WIB

Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik

Minggu, 20 September 2026 - 19:28 WIB

Dispora Makassar Ikut Semarakkan World Cleanup Day 2026

Minggu, 20 September 2026 - 11:06 WIB

Munafri Pimpin Bersih-Bersih Kanal, Tekankan Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan

Sabtu, 19 September 2026 - 16:19 WIB

Wali Kota Appi Ajak Alumni Athirah Jadi Jembatan Pendidikan Berkualitas bagi Anak Makassar

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

PDPB Triwulan III, Bawaslu Sulsel Minta Data Anomali Diverifikasi Faktual

Senin, 21 Sep 2026 - 14:03 WIB