HALLOMAKASSAR.COM– Pernyataan -pernyataan Presiden Prabowo Subianto di forum internasional mengenai perdamaian Gaza secara global, melahirkan sebutan-sebutan seperti “The Prabowo’s Ways” dan “Sultanos”.
Menanggapi viralnya dukungan internasional ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri menggelar seminar internasional untuk mengartikulasikan dan memperkuat posisi Indonesia, dengan langkah nyata kesiapan mengirimkan 20.000 personel pasukan perdamaian sebagai poin kunci.
Hal itu terungkap dalam Seminar Internasional bertajuk “Towards a Two-State Solution: Peran Kunci Presiden Prabowo Subianto dalam Mewujudkan Perdamaian di Gaza” yang digelar di UIN Alauddin Makassar, Senin (17/11).
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengonfirmasi gelombang dukungan internasional tersebut. “Sekarang di luar negeri sudah viral, sangat positif viralnya. Ada yang menjelaskan dengan The Prabowo’s Ways, ada yang menjelaskan dengan The Prabowo’s Solution. Bahkan ada yang melukiskan Bapak Presiden sebagai ‘Sultanos’,” ujarnya.
Menag menekankan, seminar ini adalah langkah proaktif untuk menindaklanjuti dan mengartikulasikan pernyataan Presiden sesuai kondisi objektif di lapangan.
“Jangan sampai Indonesia sendiri tidak siap mengisi statement-statement dari Bapak Presiden kita yang sedemikian dikagumi di luar negeri,” tekan Nasaruddin.
Seminar yang akan dilanjutkan di Medan, Surabaya, dan Jakarta ini bertujuan merumuskan konten keindonesiaan dan keislaman yang khas dari solusi yang ditawarkan, sebelum akhirnya diserahkan sebagai bahan masukan resmi kepada Kementerian Luar Negeri.
Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, juga menjelaskan, fondasi dukungan Indonesia kepada Palestina yang merupakan “utang sejarah” sejak era Presiden Soekarno. Namun, ia menyoroti perbedaan signifikan di era pemerintahan Presiden Prabowo.
“Yang membedakannya dengan sebelumnya adalah keinginan beliau untuk terlibat lebih jauh, termasuk di antaranya adalah mengirimkan pasukan perdamaian. Ini langkah yang membedakan pemerintahan beliau,” jelas Anis Matta.
Baca Juga:
Plt Camat Wajo Optimalkan Program Urban Farming untuk Ketahanan Pangan dan Penanganan Stunting
Kunjungi Dua Lokasi, Wali Kota Appi Pastikan Urban Farming Jadi Prioritas di Semua Kecamatan
Kajati Sulsel Berganti, Jaksa Agung Instruksikan Segera Adapatasi Penegakan Hukum
Lebih lanjut, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan gambaran konkret dari komitmen tersebut. “Pak Prabowo yang paling cepat memberikan satu solusi konkret dengan kesediaannya untuk memberikan bantuan pasukan perdamaian bahkan jika diperlukan sampai 20 ribu orang,” ulangnya.
Ia menambahkan bahwa yang akan dikirim nantinya lebih banyak terdiri dari tim dokter dan tim zeni (konstruksi) dari TNI.
Anis Matta menegaskan bahwa bentuk dan mandat pasukan perdamaian ini masih dalam negosiasi di PBB, namun prinsip kesediaan Indonesia sudah jelas.
Wamenlu Anis Matta juga menyoroti urgensi konflik Gaza yang telah berubah menjadi krisis kemanusiaan global. “Ini sudah menjadi genosida. Jika kita gagal, ini akan menjadi runtuhnya sistem internasional, runtuhnya hukum internasional dan runtuhnya lembaga-lembaga multilateral termasuk PBB,” paparnya.
Baca Juga:
Direksi Baru PDAM Makassar Tekad Tuntaskan Persoalan Air Utara Kota Jadi Prioritas Utama
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Keprihatinan inilah yang mendorong banyak negara, termasuk sekutu tradisional Israel, untuk mulai mendukung kemerdekaan Palestina. Dalam konteks inilah, kehadiran dan tekanan dari Presiden Prabowo dengan penawaran pasukan perdamaian dinilai sebagai dorongan yang sangat kuat dan tepat waktu.
Seminar ini menghadirkan sejumlah pakar internasional dan domestik, termasuk jurnalis Palestina Revda Selver Iseric dan Prof. Robert W. Hefner dari Boston University, untuk membedah peran strategis yang harus terus dimainkan oleh Presiden Prabowo dalam mewujudkan visi dua negara. (*)







