Guru Besar UIN Alauddin Dukung Larangan Konvoi Takbiran: Syiar Islam Tetap Khidmat, Ketertiban Terjaga

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Guru UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Munawir Kamaluddin, MA., MH., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kebijakan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terkait larangan konvoi dan penggunaan petasan pada malam takbiran Idulfitri 2026.

Munawir yang dikenal sebagai pakar pendidikan nilai dan karakter serta Direktur LAPSENUSA (Lembaga Advokasi dan Pengembangan Sosial Ekonomi Nusantara) menilai kebijakan tersebut tidak melarang takbiran, melainkan meluruskan esensi pelaksanaannya.

“Takbiran bukanlah sesuatu yang dilarang, melainkan justru merupakan syiar Islam yang harus dihidupkan dengan penuh kekhidmatan,” ujar Munawir dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Ia menilai kebijakan tersebut mencerminkan keseimbangan antara menjaga nilai spiritual keagamaan dan ketertiban sosial di masyarakat.

“Dalam perspektif pendidikan karakter, ini adalah integrasi antara ekspresi keagamaan dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.

Menurutnya, takbiran seharusnya tidak dimaknai sebagai euforia semata, melainkan sebagai bentuk rasa syukur yang dijalankan dengan adab dan kesadaran kolektif.

“Takbiran bukan sekadar ekspresi euforia, tetapi manifestasi rasa syukur yang harus dibingkai dengan adab, etika, dan kesadaran kolektif,” tegasnya.

Munawir juga menilai larangan konvoi berlebihan dan penggunaan petasan merupakan langkah edukatif, bukan pembatasan kebebasan beragama.

“Larangan terhadap konvoi berlebihan dan penggunaan petasan bukanlah pembatasan syiar, melainkan bentuk edukasi sosial agar umat tidak kehilangan esensi ibadah,” katanya.

Ia menambahkan, malam takbiran idealnya menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas sekaligus solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Ketika takbir dikumandangkan di masjid, mushalla, dan lingkungan masing-masing, akan tercipta suasana yang lebih khidmat, harmonis, dan inklusif tanpa menimbulkan gangguan publik,” ujarnya.

Ke depan, Munawir berharap semangat Ramadan dan Idulfitri tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga mampu memperkuat karakter umat.

“Kebebasan harus selalu diiringi dengan tanggung jawab. Inilah esensi kemenangan sejati, ketika nilai-nilai Ramadan terinternalisasi dalam perilaku sosial kita,” pungkasnya.

Berita Terkait

Enam Inovasi DPPKB Antar Makassar Raih Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional
HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Award untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
Disdag Makassar Siapkan Pasar Murah Tahap Ketiga, Fokus Sasar Wilayah Ekonomi Rentan
Disdukcapil Makassar Hadir di Tiga Pulau Terluar, Warga Bisa Urus KTP hingga Kartu Keluarga
Melinda Aksa Tinjau Urban Farming CV Dewi, Dorong Warga Aktif Kelola Sampah dan Lingkungan
Maksimalkan Pelayanan, Disdukcapil Makassar, Jemput Bola Layani Warga di Tiga Pulau Terluar
PSEL Makassar Tunggu Evaluasi Danantara, Wali Kota Appi: Aspirasi Warga Harus Didengar
Dispar Makassar Kembangkan Wisata Kepulauan, Dermaga Lanjukang Dibangun Awal 2027

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:48 WIB

Enam Inovasi DPPKB Antar Makassar Raih Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional

Kamis, 5 November 2026 - 08:45 WIB

Disdag Makassar Siapkan Pasar Murah Tahap Ketiga, Fokus Sasar Wilayah Ekonomi Rentan

Kamis, 5 November 2026 - 06:07 WIB

Disdukcapil Makassar Hadir di Tiga Pulau Terluar, Warga Bisa Urus KTP hingga Kartu Keluarga

Rabu, 4 November 2026 - 21:53 WIB

Melinda Aksa Tinjau Urban Farming CV Dewi, Dorong Warga Aktif Kelola Sampah dan Lingkungan

Rabu, 4 November 2026 - 17:40 WIB

Maksimalkan Pelayanan, Disdukcapil Makassar, Jemput Bola Layani Warga di Tiga Pulau Terluar

Berita Terbaru