Buku Puisi Beredar, Kadisdik Makassar:  Bukan Program Resmi, Jangan Dibeli!

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 12 Agustus 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM –  Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pihak, terutama lingkungan pendidikan, agar mewaspadai modus penipuan atau komersialisasi berkedok proyek sekolah.

Oknum tertentu diketahui mencatut nama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, serta pejabat di Dinas Pendidikan Kota Makassar, untuk kepentingan pengadaan proyek atau distribusi buku ke sekolah-sekolah.

Salah satu temuan yang mendapat sorotan adalah beredarnya buku berjudul “Kumpulan 100 Puisi untuk Munafri–Aliyah”. “TIDAK MAIN-MAIN” WATTUNAMI. Tim penulis Ahmadi Haruna, dan pengarah, H. Andi Muhammad Ansar.

Buku tersebut memuat foto Wali Kota Makassar pada halaman awal, disertai berbagai pengantar yang mencantumkan nama pejabat Disdik Makassar, antara lain “Selayang Pandang” oleh H. Munafri Arifuddin, “Prolog” oleh Syarifuddin (Kabid SMP), “Pra Pengantar Puisi” oleh Kurniati (Kabid SD), serta “Sekapur Sirih” oleh Achi Soleman (Kepala Dinas Pendidikan Makassar).

Meski melibatkan nama dan jabatan pejabat, Pemkot Makassar menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan, arahan, atau kerja sama dalam penerbitan maupun peredaran buku tersebut. Langkah klarifikasi ini diambil untuk mencegah masyarakat, khususnya pihak sekolah, terjebak dalam praktik jual beli proyek atau pungutan yang tidak sah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa pihaknya maupun Pemerintah Kota Makassar sama sekali tidak terlibat dalam proyek pengadaan buku berbentuk puisi yang belakangan beredar di kalangan sekolah.

“Kami Disdik tidak pernah memberikan narasi di sebuah buku karena kami yakin buku itu akan diperjualbelikan nantinya. Itu hal yang keliru,” tegasnya, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, tidak pernah ada pernyataan, instruksi, ataupun arahan resmi dari Dinas Pendidikan terkait penerbitan maupun penjualan buku tersebut.

Bahkan, Achi menegaskan ia tidak pernah memberikan kata pengantar, selayang pandang, atau tulisan apapun untuk dimuat di dalam buku itu.

“Kenapa tiba-tiba terbit buku itu dengan mencantumkan foto Wali Kota, foto saya, bahkan ada yang mengatasnamakan Kabid. Setelah saya konfirmasi, para Kabid juga mengaku tidak pernah membuat kata pengantar untuk buku tersebut,” jelas Achi, membantah.

Dengan penegasan ini, Dinas Pendidikan Kota Makassar memastikan tidak ada arahan resmi terkait proyek buku puisi tersebut, dan meminta semua pihak tetap mengacu pada regulasi resmi dalam setiap pengadaan di sekolah.

Achi meminta kepada pihak sekolah maupun masyarakat untuk tidak meladeni permintaan pembelian buku tersebut, terlebih jika mengatasnamakan anjuran dari Dinas Pendidikan.

Ia juga berharap pihak penerbit segera menghentikan penjualan dan menarik peredaran buku tersebut. Kalau ada yang memaksa menjual, mohon tidak diladeni sama sekali.

“Itu bukan anjuran kami, bukan himbauan Dinas Pendidikan. Kalau perlu, penerbit mencabut dan tidak memperjualbelikannya lagi,” ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan Achi di sela kegiatan sosialisasi penggunaan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dihadiri kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Makassar.

Achi menjelaskan, tujuan utama pertemuan tersebut adalah memastikan penggunaan Dana BOS di setiap sekolah berjalan sesuai aturan dan persentase yang telah ditetapkan.

“Kami ingin memastikan efektivitas penggunaan Dana BOS, misalnya berapa persen untuk sarana prasarana, berapa persen untuk pembelian buku, dan berapa persen untuk kegiatan lain, semuanya sesuai kaidah yang berlaku,” jelasnya.

Selain membahas BOS, Dinas Pendidikan juga membuka ruang bagi kepala sekolah untuk menyampaikan keluhan terkait infrastruktur, sarana-prasarana, maupun kebutuhan SDM guru dan tenaga kependidikan.

“Masukan dari kepala sekolah ini akan kami masukkan dalam perencanaan dan proyeksi perbaikan sarana-prasarana pendidikan di Makassar,” tuturnya.

“Kualitas pendidikan harus didukung fasilitas yang memadai serta SDM yang profesional,” lanjut Achi.***

Berita Terkait

47 Ribu Warga Terdampak Kekeringan, Pemkot Makassar Konsolidasikan  Lintas Sektor
Semarak HUT RI ke-81,  Pemkot Makassar Pilih Perayaan Merakyat dan Tetap Efisien
Di Hadapan Mahasiswa FH Unhas, Appi Motivasi Generasi Hukum Jadi Agen Perubahan
Semester I, Investasi Makassar Rp2,7 Triliun, Kadis PTSP Optimistis Tembus Rp5,2 Triliun
Soliditas ASN Makassar Peduli untuk Korban Kebakaran, KORPRI Makassar Salurkan Bantuan
Matangkan Ducting Sharing, Pemkot Makassar Siapkan Percontohan Sejumlah Ruas Jalan Tahun Ini
Kalla Youth Fest 2026 Segera Digelar, Appi Harap Jadi Event Lokal Kolaborasi MCH
Tekan Penularan TBC, Pemkot Makassar Gencarkan Tracing di 339 Titik

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:41 WIB

47 Ribu Warga Terdampak Kekeringan, Pemkot Makassar Konsolidasikan  Lintas Sektor

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Semarak HUT RI ke-81,  Pemkot Makassar Pilih Perayaan Merakyat dan Tetap Efisien

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Semester I, Investasi Makassar Rp2,7 Triliun, Kadis PTSP Optimistis Tembus Rp5,2 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Soliditas ASN Makassar Peduli untuk Korban Kebakaran, KORPRI Makassar Salurkan Bantuan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Matangkan Ducting Sharing, Pemkot Makassar Siapkan Percontohan Sejumlah Ruas Jalan Tahun Ini

Berita Terbaru

Ekonomi

Wacana Tambang Emas Ilegal Milik Rakyat Diberi Izin

Jumat, 14 Agu 2026 - 07:02 WIB