HALLOMAKASSAR.COM – Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melakukan rekrutmen pengawas Pemilu yang berintegritas mengedepankan independensi dan transparansi.
Taufan Pawe menegaskan, seleksi tidak cukup hanya mengukur kecerdasan intelektual, tetapi harus menguji kecerdasan emosional dan spiritual.
Itu disampaikan Taufan Pawe ketika Bawaslu melakukan kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu di Kampung Bugis Jaasyira, Siawung, Selasa, 19 Agustus 2025.
“Rekrutmen pengawas harus dilakukan terbuka dan transparan, demi menghasilkan pengawas yang berintegritas,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pengawas pemilu mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran yang kerap muncul dalam kontestasi politik.
“Banyak permasalahan yang harus kita antisipasi, mulai dari penggunaan ijazah palsu, penyalahgunaan paket C, hingga ketidaknetralan ASN. Semua ini perlu dibenahi bersama agar pemilu berjalan jujur dan adil,” kata Taufan Pawe.
Lebih jauh, Taufan Pawe mengingatkan Bawaslu tidak hanya terpaku pada verifikasi administratif, tetapi juga melakukan penelusuran substansial.
“Verifikasi materil harus menjadi perhatian. Kami akan dorong agar Bawaslu ke depan memiliki kewenangan investigasi yang lebih kuat demi memastikan kebenaran materil,” tambahnya.
Sementara Anggota Bawaslu Sulsel,
Adnan Jamal, berharap masukan yang disampaikan menjadi catatan penting kedepannya.
Baca Juga:
Merasa Nama Baiknya Dicemarkan, Hamzah Ahmad Tempuh Jalur Hukum
DKPP, Unhas, dan UMI Bedah Integritas Penyelenggara Pemilu di Makassar
“Kelemahan yang masih ada, terutama dalam norma dan aturan, dapat diperbaiki demi kepentingan bersama,” imbuhnya.(*)







