Arab Saudi Sepakati Kuota Haji untuk Indonesia 221.000 Jemaah

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 12 November 2025 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM –Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kuota haji disepakati 221.000 jemaah.

“Kita pada tahun ini mendapatkan kuota sebanyak 221.000 jemaah, semuanya datang melalui Jeddah dan Madinah,” kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan dalam keterangan persnya, Rabu, (12/11/2025).

MoU tersebut menyepakati penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, diteken kedua belah pihak. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan, kesepakatan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian persiapan penyelenggaraan haji tahun depan.

Gus Irfan mengatakan, selain soal kuota, ia dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, berbicara banyak hal untuk persiapan haji 2026.

“Banyak tentang persiapan penyelenggaraan haji, dan lebih menekankan tentang istitho’ah kesehatan bagi jemaah haji Indonesia, tentang dam, dan terakhir ditutup dengan penandatanganan kesepakatan,” ucapnya.

Kata Gus Irfan, hal yang membahagiakan adalah keberhasilan atau kesuksesan haji Indonesia menjadi cerminan kesuksesan penyelenggaraan haji secara keseluruhan bagi Kemenhaj.

“Begitu pun juga, jika ada tantangan, kedua pihak berkomitmen untuk saling mendukung demi keberhasilan penyelenggaraan haji Indonesia dan kesuksesan haji 2026,” kata dia. Baca

Pemerintah Arab Saudi menekankan pentingnya kelayakan kesehatan calon jemaah sebagai syarat mutlak keberangkatan.

“Kami akan memperketat proses pemeriksaan dan memastikan seluruh calon jemaah memenuhi standar kesehatan,” ucapnya.

Adapun terkait data, kedua negara menegaskan pentingnya validitas dan integrasi data jemaah, meliputi kloter, penerbangan, hotel, dan transportasi guna memperlancar operasional haji. Sejumlah syarikah asal Saudi juga telah membuka kantor di Indonesia untuk memperkuat koordinasi.

“Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal menuju pelaksanaan haji 1447 Hijriah yang lebih tertib, sehat, dan berkeadaban serta mencerminkan hubungan bilateral yang semakin solid antara Indonesia dan Arab Saudi dalam melayani tamu-tamu Allah,” tandasnya.

Berita Terkait

Kemenhaj – Kemenimipas Perkuat Layanan Haji 2026
Indonesia Akan Impor Minyak dan LPG dari Rusia
Bahas PSEL di Pusat, Wali Kota Makassar Harap Lokasinya Tetap di TPA Antang
Idrus Marham Respon Kelompok Kritis: Kebijakan Presiden Sangat Mendasar, Prospektif dan Antisipatif
Pemerintah Kaji WFH Setiap Jumat, Targetkan Konsumsi BBM Nasional Turun 20 Persen
PMI Pertimbangkan Kirim Bantuan Kesehatan untuk Iran Lewat Jalur Internasional
KPK Terbitkan Surat Edaran Larangan Penggunaan Kendaraan Dinas di Hari Raya
BGN Hentikan 717 SPPG, Tak Punya Sertifikasi Higienis

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 07:39 WIB

Kemenhaj – Kemenimipas Perkuat Layanan Haji 2026

Rabu, 15 April 2026 - 06:13 WIB

Indonesia Akan Impor Minyak dan LPG dari Rusia

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:55 WIB

Bahas PSEL di Pusat, Wali Kota Makassar Harap Lokasinya Tetap di TPA Antang

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:47 WIB

Idrus Marham Respon Kelompok Kritis: Kebijakan Presiden Sangat Mendasar, Prospektif dan Antisipatif

Senin, 23 Maret 2026 - 12:37 WIB

Pemerintah Kaji WFH Setiap Jumat, Targetkan Konsumsi BBM Nasional Turun 20 Persen

Berita Terbaru