Kementerian Koperasi Rekrut Tenaga Pendamping untuk Mengawal Kopdes

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 15 September 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COMKementerian Koperasi akan merekrut 8.000 tenaga pendamping untuk mengawal operasional 80 ribu Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia.

“Satu pendamping akan mengawal 10 koperasi,” kata Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi saat meninjau Kopdes Merah Putih Bojong Mangu, Kabupaten Bekasi, Sabtu.

Zabadi menjelaskan program pendampingan merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas. Salah satunya program business assistant. Pelatihan bagi seluruh pengurus Kopdes Merah Putih akan dimulai pada awal Oktober.

Ia menyebut para pendamping akan membantu pengurus memahami sistem bisnis dan operasional koperasi. Kemenkop juga sudah menyiapkan buku panduan sebagai model bisnis yang bisa dijalankan.

“Pekan depan, kami sudah kolaborasi dengan BUMN pangan dan logistik,” ujarnya.

Selain pendampingan, Kemenkop menekankan pentingnya pendataan terintegrasi yang sesuai dengan data desa presisi. Menurut Zabadi, sistem ini akan menjadi pintu masuk kebijakan agar program tepat sasaran.

Ia menegaskan data koperasi penting untuk memastikan distribusi manfaat ekonomi yang adil bagi anggota maupun masyarakat.

“Fungsi dari Kopdes Merah Putih adalah sebagai salah satu instrumen distribusi yang tepat sasaran,” kata Zabadi.

Dalam kunjungan yang sama, anggota Komisi VI DPR Rieke Dyah Pitaloka menilai peran pendamping sangat krusial. Ia menyoroti masih banyak pengurus koperasi yang belum memahami prinsip dasar koperasi.

Rieke berharap pendampingan membuat pengurus lebih memahami tujuan koperasi sebagai bisnis. Koperasi, menurut dia, bukan sekadar wadah bagi-bagi uang, melainkan usaha yang menghasilkan keuntungan untuk anggota.
Ia juga mengusulkan agar Kopdes Merah Putih menyediakan layanan tambahan berupa kredit usaha bagi anggota.

“Diberikan kredit untuk usaha.
Tapi, itu juga usahanya harus jelas dan dipastikan orang tersebut menjadi anggota Kopdes Merah Putih,” kata Rieke.

Ia mendorong pengembangan tiga unit usaha utama di koperasi desa, yaitu produksi, distribusi, dan usaha berskala industri.

“Jadi, koperasi ini bukan mau bagi-bagi duit, karena tujuan koperasi itu bisnis. Di situ ada keuntungan yang dibagikan kepada anggota. Ada gotong-royongnya, hingga ada kekeluargaannya,” ujar dia.***

Berita Terkait

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Menteri Lingkungan Hidup Berganti
Hamka B Kady Minta Implementasi UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Diawasi
Cadangan Beras Bulog Tembus 5 Juta Ton, Waka DPD RI: Fondasi Swasembada Pangan
Peran JK Membuka Jalan ‘Tangga Politik’ Jokowi dan Menyiapkan Logistik
Pemerintah Target Groundbreaking 5 PSEL Juni 2026 nanti
Projo Sulsel Apresiasi Mentan Amran Berhasil Cetak Rekor Stok Cadangan Beras 4,8 Juta Ton
Kemenhaj – Kemenimipas Perkuat Layanan Haji 2026
Indonesia Akan Impor Minyak dan LPG dari Rusia

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:12 WIB

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Menteri Lingkungan Hidup Berganti

Minggu, 26 April 2026 - 11:38 WIB

Hamka B Kady Minta Implementasi UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Diawasi

Jumat, 24 April 2026 - 09:56 WIB

Cadangan Beras Bulog Tembus 5 Juta Ton, Waka DPD RI: Fondasi Swasembada Pangan

Kamis, 23 April 2026 - 09:25 WIB

Peran JK Membuka Jalan ‘Tangga Politik’ Jokowi dan Menyiapkan Logistik

Kamis, 23 April 2026 - 09:08 WIB

Pemerintah Target Groundbreaking 5 PSEL Juni 2026 nanti

Berita Terbaru