81 Peserta  Ikut Sertifikasi Pembimbing Haji Kemenhaj Kolaborasi UIN Alauddin

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 5 September 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melalui Program Studi Manajemen Haji dan Umrah Fakultas Dakwah dan Komunikasi kembali mendapat kepercayaan dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan untuk menyelenggarakan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan IV (Mandiri) Tahun 2026.

Program kerjasama pelaksanaan sertifikasi tersebut dibuka pada Jumat (4/9/2026) malam, di Wisma Shafa, Asrama Haji Embarkasi Makassar, Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Mengusung tema “Standarisasi Kompetensi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah yang Profesional dan Moderat”, kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang datang dari sejumlah wilayah di Indonesia.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis, hadir langsung dalam pembukaan bersama Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail. Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, hadir secara daring melalui zoom.

Adapun sertifikasi pembimbing ibadah haji dan umrah ini kembali diselenggarakan dengan harapan bisa mengasah dan memperkuat kapasitas para pembimbing agar mampu menjalankan tugas-tugasnya secara profesional.

Prof. Hamdan mengungkapkan, dalam sertifikasi ini aspek kepribadian dinilai cukup penting karena pembimbing berhadapan langsung dengan jemaah dalam rangkaian ibadah yang membutuhkan ketenangan dan kemampuan komunikasi.

Psikologi kepribadian pembimbing haji, kata dia, merupakan aspek yang berkaitan dengan profil, kapasitas, serta jati diri seorang pembimbing.

“Saya membawakan langsung mengenai psikologi kepribadian pembimbing haji. Ini penting karena masalah profilnya, masalah kapasitas, dan masalah jati dirinya pembimbing,” ungkap Prof. Hamdan.

Ia menuturkan, pembimbing haji harus memiliki karakter kuat agar mampu menjalankan tugas secara profesional. Karena kualitas pembimbing disebut tidak cukup hanya diukur dari kemampuan teknis dalam menjelaskan tata cara ibadah kepada jemaah.

“Supaya tidak menjadi pembimbing yang amatiran, tetapi pembimbing profesional dengan karakter kuat yang dimiliki,” tegasnya.

Menurut Prof. Hamdan, kebutuhan pembimbing profesional semakin penting bagi jemaah dari kawasan Indonesia Timur.

UIN Alauddin Makassar, lanjutnya, selama ini aktif bekerja sama dengan Kementerian Agama dalam penyelenggaraan pelatihan terkait haji dan umrah.

“Terutama kita-kita ini dari Indonesia Timur, di mana UIN Alauddin bekerja sama dengan Kementerian Agama (Penyelenggara Haji dan Umrah) Provinsi Sulawesi Selatan, selalu setiap saat menyelenggarakan pelatihan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Hamdan juga menekankan bahwa proses pelatihan harus menghasilkan pembimbing dengan kepribadian dan kemampuan profesional.

“Nah, kalau hasil dari pembimbingan ini tidak lantas mewujudkan pembimbing yang memiliki kepribadian kuat dan profesional tadi, berarti kita tidak sukses,” ungkapnya.

Ia mengatakan, penguatan kepribadian menjadi salah satu bagian mendasar yang harus dibenahi melalui program sertifikasi. Pembimbing dinilai perlu memiliki fondasi karakter yang kuat sebelum menjalankan tanggung jawab mendampingi jemaah.

“Inilah sebenarnya salah satu esensi dari pelatihan sertifikasi pembimbing haji,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Abd. Rasyid Masri, mengatakan kerja sama penyelenggaraan pelatihan pembimbing haji dengan Kementerian Agama telah berlangsung berkali-kali.

Program tersebut kemudian diperluas melalui kerja sama dengan Penyelenggara Haji dan Umrah.

“Untuk Kementerian Agama, itu sudah 11 atau 12 kali ya. Terus ditambah ini lagi yang khusus, yaitu Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), ini angkatan yang ke-4. Berarti kalau dihitung, sudah 16 kali,” jelas Prof.Rasyid.

Perjalanan kerja sama kedua lembaga tersebut, katanya, telah menghasilkan pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pelatihan pembimbing. Kerja sama tersebut berjalan baik dan terus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembimbing.

“Ini cukup panjang dan prestasi yang dihasilkan dari kerja sama kedua lembaga ini, antara Penyelenggara Haji dan Umrah dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dalam hal ini UIN Alauddin berjalan dengan baik,” terangnya.

Prof. Rasyid menegaskan sertifikasi tidak boleh berhenti pada pemberian dokumen formal kepada peserta. Melainkan, tujuan utama program tersebut adalah memastikan pembimbing memiliki kemampuan yang dibutuhkan ketika mendampingi jamaah.

“Karena target kita sebenarnya bukan bagaimana saudara-saudara kita itu mendapat sertifikat secara formalitas saja,” imbuhnya.

Termasuk, pembimbing harus mampu memberikan rasa aman dan tenang kepada jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Kompetensi pembimbing juga berkaitan langsung dengan kemampuan menghadapi berbagai situasi yang muncul selama proses pembimbingan.

Adapun jumlah peserta sertifikasi tahun ini disebut mencapai 81 orang. Jumlah tersebut melampaui perkiraan awal panitia yang sebelumnya hanya memproyeksikan sekitar 70 peserta.

“Ini alhamdulillah tembus 80, tepatnya 81 orang. Yang tadinya estimasi kita hanya 70-an, karena mungkin spirit dan animo mereka tinggi, bertambah menjadi 81 orang,” sebut Prof. Rasyid.

Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain datang dari Papua, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, serta sejumlah wilayah lainnya.

“Ada dari Jawa Timur yang terjauh. Dulu ada dari Kalimantan. Tapi ini rata-rata ada dari Papua (Sorong), Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara (Kendari), Palu, Gorontalo, ada 12 provinsi,” ungkapnya.

Foto:

Berita Terkait

KAHMI Sulsel Uji Gagasan Masa Depan Hubungan Pusat dan Daerah
BRI Beri Ruang Setara bagi Penyandang Disabilitas di Sulsel, Beri Pelatihan dan Pemagangan
Tahapan Pilrek UNM Dimulai
Jelang Pelantikan dan Rakerprov, Hasbi Syamsu Ali Ungkap Filosofi Gateball dan Arah Baru PERGATSI Sulsel
KAHMI Sulsel Akan Gelar Diskusi Publik, Bahas Partai Politik dan Masa Depan Otonomi Daerah
Eko Hadi Sujiono dan Jejak Kolektif Menara Pinisi UNM
Dari Belanda ke Makassar, Pelajaran Riset yang Dibawa Pulang Prof Eko Hadi Sujiono
MTBN 2026 Tuntaskan Jelajah Nusantara di Toraja, Eksplore Budaya Hingga Peringati HUT RI di Lembah Ollon

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 16:43 WIB

81 Peserta  Ikut Sertifikasi Pembimbing Haji Kemenhaj Kolaborasi UIN Alauddin

Jumat, 4 September 2026 - 07:01 WIB

BRI Beri Ruang Setara bagi Penyandang Disabilitas di Sulsel, Beri Pelatihan dan Pemagangan

Kamis, 3 September 2026 - 18:28 WIB

Tahapan Pilrek UNM Dimulai

Kamis, 3 September 2026 - 09:47 WIB

Jelang Pelantikan dan Rakerprov, Hasbi Syamsu Ali Ungkap Filosofi Gateball dan Arah Baru PERGATSI Sulsel

Kamis, 3 September 2026 - 07:33 WIB

KAHMI Sulsel Akan Gelar Diskusi Publik, Bahas Partai Politik dan Masa Depan Otonomi Daerah

Berita Terbaru

Politik

SOKSI Dorong Penguatan Kaderisasi dari Kalangan Muda

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:28 WIB