Puluhan Tahun Bertahan, PKL di Mappayukki–Garuda–Rajawali Bongkar Lapak Secara Mandiri

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 8 April 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Setelah puluhan tahun bertahan di lahan fasilitas umum (Fasum), antara trotoar dan badan jalan, deretan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Mappayukki, Kecamatan Mariso, akhirnya memilih menutup satu bab panjang perjalanan mereka.

Bukan karena paksaan, melainkan kesadaran bersama untuk menata ulang wajah kota, tujuh lapak dibongkar secara mandiri, menyisakan jejak kenangan sekaligus harapan baru.

Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Garuda dan Jalan Rajawali, sebanyak 16 lapak yang selama ini berdiri di atas drainase dan memakan badan jalan, perlahan dibongkar oleh pemiliknya sendiri.

Lapak-lapak PKL yang telah menjadi bagian dari denyut ekonomi warga selama puluhan tahun itu kini berganti menjadi ruang terbuka yang lebih tertib dan fungsional.

Camat Mariso, Andi Syahrir, mengungkapkan bahwa kesadaran warga menjadi kunci utama keberhasilan penertiban tanpa konflik tersebut.

“Jadi, pedagang yang bongkar mandiri lapaknya, di Jalan Mappanyuki ada 7 lapak, Jalan Garuda ada delapan lapak. Dan pembongkaran mandiri juga di jalan Rajawali ada delapan lapak,” jelasnya, Rabu (8/4/2026).

Langkah ini bukan sekadar penertiban, tetapi menjadi simbol perubahan pola pikir, bahwa keteraturan kota dapat dimulai dari kesadaran warganya.

Di balik pembongkaran itu, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan, adaptasi, dan kini, kesiapan untuk bertransformasi menuju tata kota yang lebih rapi, aman, dan manusiawi.

Momen ini pun menjadi penanda bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bukanlah hal utopis.

Ketika kesadaran tumbuh dari dalam, perubahan besar dapat terjadi tanpa konflik, menghadirkan wajah baru Kota Makassar yang lebih tertata tanpa menghapus jejak sejarah para pelaku usaha kecil di dalamnya.

Syahrir menegaskan, pendekatan yang dilakukan pihak kecamatan bersama kelurahan tidak mengedepankan penindakan, melainkan komunikasi yang intensif dan menyentuh sisi kemanusiaan para pedagang.

“Metode ini efektif, sehingga para PKL dapat menerima penataan kawasan dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, pembongkaran mandiri ini tidak lepas dari tahapan yang telah dilakukan sebelumnya, mulai dari penyampaian surat peringatan hingga pendekatan langsung kepada pedagang.

“Kami sudah melayangkan SP3, kemudian melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada pedagang yang berjualan di atas trotoar dan drainase,” ungkapnya.

Ditambahkan, langkah penertiban ini bertujuan mengembalikan fungsi fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Selain itu, upaya ini juga untuk menciptakan kenyamanan, meningkatkan keamanan, serta memperlancar arus lalu lintas di kawasan tersebut,” terangnya.

Pembongkaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Kecamatan Mariso, terus berlanjut dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Upaya ini membuahkan hasil, di mana para pedagang secara sukarela membongkar lapak yang selama ini berdiri di atas trotoar, drainase, hingga bahu jalan.

Ke depan, penertiban serupa akan dilanjutkan di sejumlah wilayah lain di Kecamatan Mariso, di antaranya Kelurahan Kunjung Mai, Kelurahan Mariso, Kelurahan Panambungan, dan Kelurahan Lette.

Pemerintah kecamatan Mariso memastikan, pendekatan yang sama tetap akan dikedepankan agar proses penataan berjalan kondusif dan tanpa gesekan.

“Penertiban ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menata kawasan perkotaan agar lebih tertib, nyaman,” tuturnya.

“Dan ramah bagi seluruh pengguna jalan, tanpa mengabaikan aspek sosial dan keberlangsungan usaha masyarakat kecil,” sambung Syahrir. (*)

Berita Terkait

Enam Inovasi DPPKB Antar Makassar Raih Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional
HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Award untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
Disdag Makassar Siapkan Pasar Murah Tahap Ketiga, Fokus Sasar Wilayah Ekonomi Rentan
Disdukcapil Makassar Hadir di Tiga Pulau Terluar, Warga Bisa Urus KTP hingga Kartu Keluarga
Melinda Aksa Tinjau Urban Farming CV Dewi, Dorong Warga Aktif Kelola Sampah dan Lingkungan
Maksimalkan Pelayanan, Disdukcapil Makassar, Jemput Bola Layani Warga di Tiga Pulau Terluar
PSEL Makassar Tunggu Evaluasi Danantara, Wali Kota Appi: Aspirasi Warga Harus Didengar
Dispar Makassar Kembangkan Wisata Kepulauan, Dermaga Lanjukang Dibangun Awal 2027

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:48 WIB

Enam Inovasi DPPKB Antar Makassar Raih Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional

Kamis, 5 November 2026 - 08:45 WIB

Disdag Makassar Siapkan Pasar Murah Tahap Ketiga, Fokus Sasar Wilayah Ekonomi Rentan

Kamis, 5 November 2026 - 06:07 WIB

Disdukcapil Makassar Hadir di Tiga Pulau Terluar, Warga Bisa Urus KTP hingga Kartu Keluarga

Rabu, 4 November 2026 - 21:53 WIB

Melinda Aksa Tinjau Urban Farming CV Dewi, Dorong Warga Aktif Kelola Sampah dan Lingkungan

Rabu, 4 November 2026 - 17:40 WIB

Maksimalkan Pelayanan, Disdukcapil Makassar, Jemput Bola Layani Warga di Tiga Pulau Terluar

Berita Terbaru