Komisi D DPRD Sulsel Pertanyaakan Anggaran Rp4,5 Miliar Masjid 99 Kubah

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti penggunaan anggaran sebesar Rp4,5 miliar untuk rehabilitasi Masjid 99 Kubah Asmaul Husna di kawasan Center Point of Indonesia. Pasalnya dianggap tidak efektif.

Alasannya, perbaikan yang dilakukan pada 2025 tersebut justru disebut tidak mampu mengatasi kebocoran, bahkan memperparah kondisi bangunan.

Itu mengemuka dalam rapat kerja Komisi D DPRD Sulsel bersama Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sulsel, konsultan perencana, kontraktor pelaksana, konsultan pengawasan, hingga Ketua Pengurus Masjid 99 Kubah Asmaul Husna di kantor sementara DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (04/03/2026).

Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, menegaskan bahwa anggaran miliaran rupiah tersebut terkesan sia-sia karena tujuan utama rehabilitasi, yakni menghentikan kebocoran, tidak tercapai.

“Anggarannya tahun 2025 itu Rp4,5 miliar. Tapi ini percuma saja, karena bukan menyetop kebocoran, justru menambah kebocoran,” tegas Kadir.

Ia mengaku kerap melaksanakan salat berjamaah di masjid tersebut dan merasakan langsung dampak kebocoran yang semakin parah. Jika sebelumnya kebocoran hanya terjadi di sekitar mimbar dan dua saf di belakangnya saat hujan deras, kini air disebut mengalir deras di banyak titik ketika hujan turun.

“Tadi dijelaskan oleh perwakilan pengurus yayasan, sebelumnya bocor hanya di sekitar mimbar dan itu pun hanya saat hujan keras, masih berupa titik-titik. Sekarang kalau hujan, air sudah mengalir dan semakin parah,” ujarnya.

Menurut Kadir, keluhan dari jamaah pun semakin banyak, terutama setelah pelaksanaan salat Jumat. Ia menyebut kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait kualitas pekerjaan fisik yang telah dibiayai dari APBD tersebut.

“Ini menjadi perhatian serius. Sia-sia anggaran kalau bukan memperbaiki yang bocor, tapi malah menambah kebocoran,” katanya.

Politisi Golkar ini juga mengungkapkan informasi bahwa masjid tersebut telah empat kali diperbaiki sejak awal dibangun. Namun hingga kini, persoalan kebocoran belum juga tuntas.

Sebagai tindak lanjut, Komisi D DPRD Sulsel berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Para anggota dewan dijadwalkan melaksanakan salat zuhur berjamaah di Masjid 99 Kubah Asmaul Husna sekaligus mengecek kondisi fisik bangunan untuk memastikan penyebab kebocoran yang dinilai semakin parah meski telah menelan anggaran Rp4,5 miliar.

Berita Terkait

Enam Inovasi DPPKB Antar Makassar Raih Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional
HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Award untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
Disdag Makassar Siapkan Pasar Murah Tahap Ketiga, Fokus Sasar Wilayah Ekonomi Rentan
Disdukcapil Makassar Hadir di Tiga Pulau Terluar, Warga Bisa Urus KTP hingga Kartu Keluarga
Melinda Aksa Tinjau Urban Farming CV Dewi, Dorong Warga Aktif Kelola Sampah dan Lingkungan
Maksimalkan Pelayanan, Disdukcapil Makassar, Jemput Bola Layani Warga di Tiga Pulau Terluar
PSEL Makassar Tunggu Evaluasi Danantara, Wali Kota Appi: Aspirasi Warga Harus Didengar
Dispar Makassar Kembangkan Wisata Kepulauan, Dermaga Lanjukang Dibangun Awal 2027

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:48 WIB

Enam Inovasi DPPKB Antar Makassar Raih Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional

Kamis, 5 November 2026 - 08:45 WIB

Disdag Makassar Siapkan Pasar Murah Tahap Ketiga, Fokus Sasar Wilayah Ekonomi Rentan

Kamis, 5 November 2026 - 06:07 WIB

Disdukcapil Makassar Hadir di Tiga Pulau Terluar, Warga Bisa Urus KTP hingga Kartu Keluarga

Rabu, 4 November 2026 - 21:53 WIB

Melinda Aksa Tinjau Urban Farming CV Dewi, Dorong Warga Aktif Kelola Sampah dan Lingkungan

Rabu, 4 November 2026 - 17:40 WIB

Maksimalkan Pelayanan, Disdukcapil Makassar, Jemput Bola Layani Warga di Tiga Pulau Terluar

Berita Terbaru