Inovasi Warga Makassar, Sampah Plastik Disulap Jadi Energi

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Upaya penanganan darurat sampah plastik di Kota Makassar terus bermunculan dari tingkat akar rumput. Salah satunya datang dari Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Bontoala, berupa inovasi alat penyulingan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang mampu mengolah hingga 50 kilogram sampah plastik per hari.

Alat tersebut dikembangkan oleh Darwin, inovator muda asal Tompobalang, bersama timnya, dengan dukungan sponsorship dari Benny yang membiayai dan memfasilitasi pengadaan alat penyulingan tersebut.

Ketua Forum Komunitas Hijau Makassar, Ahmad Yusran, mengapresiasi inovasi tersebut saat meninjau langsung proses kerja alat di lokasi penyulingan.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang menjadi inovasi karya anak Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Bontoala, di mana telah menemukan sebuah inovasi yaitu alat yang mengolah limbah plastik menjadi energi,” kata Ahmad Yusran di tempat penyulingan, Ahad (18/1/2026).

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi jawaban atas krisis limbah nonorganik yang dihadapi Kota Makassar, khususnya sampah plastik yang sulit terurai secara alami.

“Kota Makassar ini sudah darurat limbah, khususnya tidak organik saja, plastik,” ujarnya.

Ahmad Yusran menjelaskan, alat penyulingan itu memanfaatkan limbah plastik dan oli bekas sebagai bahan baku, yang kemudian diproses melalui tungku penyulingan untuk menghasilkan energi.

“Jadi manfaatnya ini dari limbah ke limbah. Bahan bakunya saya melihat ada yang namanya oli bekas, dijadikan bahan bakar, lalu dimasukkan ke dalam tungku, lalu hasil penyulingannya menjadikan sebuah energi,” jelasnya.

Ia menegaskan, inovasi tersebut membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar dapat dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas di masyarakat.

“Hal ini adalah sebuah inovasi atau temuan yang memang membutuhkan pendampingan-pendampingan. Kami sebagai LSM lingkungan hidup ikut terus memberikan penguatan-penguatan, tidak hanya secara ilmiah, tapi juga secara praktik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ahmad Yusran menekankan bahwa pengolahan limbah harus berlandaskan prinsip keadilan, baik bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

“Pengolahan limbah itu pada prinsipnya adalah berkeadilan. Tidak hanya kepada ekologi, tapi bagaimana keberlangsungan masyarakat yang ada di Kecamatan Bontoala dan secara umum Kota Makassar,” katanya.

Sementara itu, Benny selaku sponsor alat penyulingan tersebut menegaskan bahwa fokus utama pengembangan alat bukan pada hasil BBM, melainkan pada kontribusi pengurangan sampah plastik di Makassar.

“Kami membuat alat ini untuk mengurai sampah plastik. Fokus kami saat ini bagaimana kami bisa berkontribusi untuk mengurai sampah plastik yang merupakan salah satu masalah yang sangat besar di Makassar,” ujar Benny.

Ia menambahkan, meskipun alat tersebut mampu menghasilkan BBM seperti solar, bensin, dan minyak tanah, tujuan utama tetap pada pengolahan sampah plastik.

“Terlepas dari alat ini bisa menghasilkan BBM berupa solar, bensin, dan minyak tanah, fokus kami saat ini hanya kepada bagaimana sampah plastik itu bisa terurai,” katanya.

Sementara itu, inovator alat, Darwin, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan dan diuji langsung di wilayah Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Bontoala.

“Lokasinya ini ada di Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Kecamatan Bontoala, Kelurahan Tompobalang,” ujar Darwin.

Ia berharap inovasi sederhana tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan lingkungan.

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia,” ucapnya.

Ahmad Yusran pun kembali memberikan penghargaan atas konsistensi Darwin dan timnya dalam menjalankan inovasi tersebut.

“Aksi kecil itu untuk mengubah hal yang besar dimulai dari aksi hal-hal kecil. Yang luar biasa dan mahal adalah eksekusi dan konsistensi seperti saudara kita Darwin,” pungkasnya.

Berita Terkait

Enam Inovasi DPPKB Antar Makassar Raih Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional
HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Award untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
Disdag Makassar Siapkan Pasar Murah Tahap Ketiga, Fokus Sasar Wilayah Ekonomi Rentan
Disdukcapil Makassar Hadir di Tiga Pulau Terluar, Warga Bisa Urus KTP hingga Kartu Keluarga
Melinda Aksa Tinjau Urban Farming CV Dewi, Dorong Warga Aktif Kelola Sampah dan Lingkungan
Maksimalkan Pelayanan, Disdukcapil Makassar, Jemput Bola Layani Warga di Tiga Pulau Terluar
PSEL Makassar Tunggu Evaluasi Danantara, Wali Kota Appi: Aspirasi Warga Harus Didengar
Dispar Makassar Kembangkan Wisata Kepulauan, Dermaga Lanjukang Dibangun Awal 2027

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:48 WIB

Enam Inovasi DPPKB Antar Makassar Raih Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional

Kamis, 5 November 2026 - 08:45 WIB

Disdag Makassar Siapkan Pasar Murah Tahap Ketiga, Fokus Sasar Wilayah Ekonomi Rentan

Kamis, 5 November 2026 - 06:07 WIB

Disdukcapil Makassar Hadir di Tiga Pulau Terluar, Warga Bisa Urus KTP hingga Kartu Keluarga

Rabu, 4 November 2026 - 21:53 WIB

Melinda Aksa Tinjau Urban Farming CV Dewi, Dorong Warga Aktif Kelola Sampah dan Lingkungan

Rabu, 4 November 2026 - 17:40 WIB

Maksimalkan Pelayanan, Disdukcapil Makassar, Jemput Bola Layani Warga di Tiga Pulau Terluar

Berita Terbaru