PDAM Makassar –  BPKP Teken MoU,  Perkuat Tata Kelola dan Integritas Perusahaan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 18 September 2025 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Selatan, di Aula Tirta Dharma, Kantor Pusat PDAM Makassar, Kamis (18/9/2025).

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, yang juga merupakan Plt Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda.

Kesepakatan tersebut mencakup empat ruang lingkup utama, yakni penerapan good corporate governance (GCG), penguatan manajemen risiko, pengendalian internal, serta penguatan satuan pengawas internal perusahaan.

MoU ini menjadi kelanjutan dari rangkaian kegiatan Inhouse Training bertema “Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Pencegahan Kecurangan” yang digelar sehari sebelumnya di tempat yang sama.

Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, dalam sambutannya menegaskan bahwa MoU ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi tata kelola perusahaan yang lebih kokoh, transparan, dan berintegritas.

“Hari ini adalah momen penting dalam perjalanan PDAM Makassar. Jika kemarin kita memperkuat sisi pengetahuan dan kapasitas SDM lewat pelatihan, maka hari ini kita memperkuat landasan kelembagaan melalui kerja sama strategis dengan BPKP,” ujar Hamzah.

Lebih lanjut, Anca-sapaan Akrab Hamzah Ahmad memaparkan sejumlah persoalan internal perusahaan dalam tiga tahun terakhir yang saat ini menjadi tantangan utama, mulai dari posisi kinerja PDAM Makassar yang berada di urutan ke-9 dari 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, tingginya tingkat kehilangan air (non-revenue water) yang mencapai 51 persen, hingga potensi denda besar akibat persoalan administrasi pengelolaan air baku dan pajak.

Selain itu, Ia juga menyebut, beban pegawai yang mencapai sekitar Rp18 miliar per tahun belum diimbangi dengan kontribusi optimal pada kinerja perusahaan, sementara tingkat pertanggungjawaban perjalanan dinas tiga tahun terakhir yang mencapai Rp12 miliar masih dinilai tidak lengkap.

“Kami sadar keberhasilan perusahaan ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan, tetapi juga kekuatan integritas, akuntabilitas, dan transparansi dalam setiap proses bisnis. Karena itu, kami menyambut kerja sama ini dengan penuh antusias sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan yang bersih dan dipercaya publik,” tegasnya.

Untuk itu, Hamzah berharap dengan dukungan BPKP dapat membantu PDAM Makassar memperkuat sistem pengendalian internal, budaya kerja berintegritas, dan tata kelola yang lebih sehat sehingga dapat mengembalikan kejayaan PDAM Makassar seperti pada masa 2013–2014 saat berhasil meraih predikat terbaik nasional.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Rasono, menyambut baik penandatanganan MoU ini. Ia menyebut kerja sama ini penting untuk mempercepat perbaikan tata kelola, penguatan manajemen risiko, dan pengendalian internal di tubuh PDAM Makassar yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah besar di banyak perusahaan daerah.

“Kami siap mendampingi PDAM Makassar agar pengelolaan perusahaan berjalan efektif, efisien, dan patuh pada ketentuan. BPKP bukan hanya datang untuk mengaudit dan mencari temuan, tetapi menjadi mitra dalam proses perbaikan,” ujar Rasono.

Rasono menambahkan, PDAM memiliki peran vital sebagai penyedia layanan publik sekaligus entitas bisnis daerah. Karena itu, perusahaan harus mampu menyeimbangkan fungsi pelayanan dengan pencapaian keuntungan yang dapat berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia juga menyampaikan pentingnya pengelolaan risiko, pencegahan kecurangan, dan kepatuhan terhadap perizinan, perpajakan, serta standar operasional sebagai bagian dari upaya perbaikan menyeluruh. BPKP, kata dia, akan memberikan pendampingan teknis, asistensi, hingga konsultasi berkelanjutan untuk memastikan implementasi GCG dan manajemen risiko berjalan konsisten.

“Dengan komitmen bersama, kami yakin PDAM Makassar bisa bangkit dan kembali menjadi salah satu perusahaan air minum terbaik di Indonesia Timur,” tutur Rasono.***

Berita Terkait

Makassar Dipilih Jadi 10 Kota Hub GSIH, Appi: Ekosistem Digital Kita Kolaborasikan melalui MCH
Kemarau Panjang, Appi Pastikan Pemkot Makassar Siaga Penuhi Kebutuhan Air Warga
Kepala BKN-Wagub Sulsel dan Wali Kota Makassar Riding Vespa-Tanam Tebuya di CPI
Perkuat Sistem Persampahan, DLH Makassar Tambah Armada hingga Mesin Pengolah Sampah
Appi Geram Data Iuran Sampah Tak Seragam, Camat – Lurah Diminta Turun Cek Ulang di Rumah Warga
DLH Makassar Gencarkan Pemilahan Sampah, 445 Kg Sampah Dikumpulkan di Barrang Lompo
Defile Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dilepas di Balai Kota Makassar
CEO IBR Bawa Tiga Gagasan Strategis, Makassar Dibidik Tembus Pasar Global

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Makassar Dipilih Jadi 10 Kota Hub GSIH, Appi: Ekosistem Digital Kita Kolaborasikan melalui MCH

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Kemarau Panjang, Appi Pastikan Pemkot Makassar Siaga Penuhi Kebutuhan Air Warga

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Kepala BKN-Wagub Sulsel dan Wali Kota Makassar Riding Vespa-Tanam Tebuya di CPI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Perkuat Sistem Persampahan, DLH Makassar Tambah Armada hingga Mesin Pengolah Sampah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Appi Geram Data Iuran Sampah Tak Seragam, Camat – Lurah Diminta Turun Cek Ulang di Rumah Warga

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Terkendali Anggaran

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:06 WIB