Menkeu Purbaya Bakal Blacklist Importir Pakain Bekas

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam bakal memblacklist atau memasukkan ke daftar hitam para importir pakaian bekas supaya tak bisa mengimpor lagi.

Hal ini dilakukan Purbaya demi melindungi industri tekstil hingga UMKM dalam negeri dari gempuran barang impor, terutama pakaian bekas.

“Kita sudah tahu pemain-pemain siapa aja (importir barang bekas), kalau dia yang pernah balpres, saya akan blacklist nggak bisa beli impor barang-barang lagi,” ujar Purbaya kepada wartawan, Rabu (22/10).

Purbaya mengungkapkan, pertama kali mendengar istilah balpres saat rapat dengan Dirjen Bea Cukai dan jajarannya pada Rabu (22/10) pagi di Kantor Bea Cukai Rawamangun, Jakarta Timur. Pembahasannya mengenai sistem percepatan AI hingga balpres.

Dalam pembahasan itu, Purbaya juga berencana mengubah sistem penangan impor. Apabila selama ini pelaku atau importir pakaian bekas hanya dikenakan sanksi sebatas pemusnahan barang bukti hingga tindak pidana, maka ke depannya akan disertai denda.

“Rupanya selama ini hanya bisa dimusnahkan, dan yang impor masuk penjara, saya nggak dapat duit, nggak didenda, saya rugi. Cuma ngeluarin ongkos untuk memusnahkan barang itu, tambah ngasih makan orang-orang yang di penjara itu. Jadi keadaan berubah, di mana kita bisa denda orang itu juga,” terangnya.

Saat ini pakaian bekas impor banyak ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia. Purbaya pun berencana untuk mengganti barang-barang yang dijual pedagang dengan buatan dalam negeri.

“Nanti kan isi dengan barang-barang dalam negeri. Masa mau menghidupkan UMKM ilegal, bukan itu tujuan kita,” imbuhnya.

Dengan pelarangan tersebut, ia berharap UMKM dengan produk dalam negeri bisa makin berkembang. Hal ini dinilai akan berdampak positif bagi industri tekstil yang tengah melempem.

“Kita tujuannya menghidupkan UMKM ilegal yang juga bisa menciptakan tenaga kerja di penyerapan, di sisi produksi di sini. Jadi kita ingin hidupkan lagi produsen-produsen tekstil di dalam negeri,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Tekan Beban Usaha, Laba Pelindo Jasa Maritim Wilayah 1 Melesat 171 Persen
Laba Bersih Tembus 206% dari Target, Kinerja Keuangan Pelindo Jasa Maritim Wilayah 2 Tetap Moncer hingga Mei 2026
Keselamatan Jadi Prioritas, PJM Samarinda Perkuat Budaya Operasional Andal
Kinerja April 2026 Solid, Bank Mandiri Terus Fokus Menjadi Mitra Strategis Pemerintah Melalui Solusi Finansial Menyeluruh
Telkom Bakal Tutup 10 Anak Usaha
Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026
Kunjungan Direktur Utama Pelindo ke Pelabuhan Makassar Perkuat Sinergi – Bahas Tantangan Operasional
Mandiri Bagi Dividen Rp 44,47 Triliun, Simak Jadwalnya

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:31 WIB

Tekan Beban Usaha, Laba Pelindo Jasa Maritim Wilayah 1 Melesat 171 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:18 WIB

Laba Bersih Tembus 206% dari Target, Kinerja Keuangan Pelindo Jasa Maritim Wilayah 2 Tetap Moncer hingga Mei 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:09 WIB

Keselamatan Jadi Prioritas, PJM Samarinda Perkuat Budaya Operasional Andal

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:24 WIB

Kinerja April 2026 Solid, Bank Mandiri Terus Fokus Menjadi Mitra Strategis Pemerintah Melalui Solusi Finansial Menyeluruh

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:48 WIB

Telkom Bakal Tutup 10 Anak Usaha

Berita Terbaru