HALLOMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar menargetkan pemenang tender pembangunan Stadion Untia ditetapkan pada akhir September 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, ST, MT, mengatakan proses pelelangan pembangunan stadion saat ini masih berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan Pengadaan Barang/Jasa.
“Pelelangan tender sudah dapat diumumkan. Berdasarkan informasi dari Bapak Wali Kota, saat ini kita masih mengikuti jadwal dari Pokja selaku penanganan pengadaan barang dan jasa untuk stadion,” kata Zuhaelsi. Selasa (1/9/2026)
Ia menjelaskan, tahapan tender saat ini telah memasuki proses pengunggahan dokumen penawaran dari peserta lelang. Setelah seluruh tahapan evaluasi selesai, Pokja dijadwalkan menetapkan pemenang tender pada akhir September.
“Sesuai jadwal atau timeline dari Pokja, insyaallah pada akhir September ini akan ditentukan pemenang dari stadion,” ujarnya.
Zuhaelsi mengatakan, nilai pagu pembangunan Stadion Untia mencapai sekitar Rp350 miliar. Namun, besaran nilai penawaran peserta hingga calon pemenang belum dapat dipastikan karena menjadi kewenangan Pokja.
“Dari Rp350 miliar pagunya itu, kisaran-kisaran yang ikut lelang kemungkinan yang nilainya menang belum bisa kita pastikan penawarannya. Nanti Pokja yang memiliki ranah dan kewenangan,” katanya.
Setelah pemenang tender diumumkan, proses belum langsung masuk ke tahap pelaksanaan konstruksi. Peserta lelang masih memiliki masa sanggah selama satu pekan.
Jika tidak ada sanggahan, seluruh dokumen hasil tender akan diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PU Kota Makassar untuk diproses ke tahap berikutnya.
“Setelah pengumuman pemenang, masih ada masa sanggah selama satu minggu. Jika tidak ada sanggah dan semuanya berjalan lancar, semua dokumen akan diserahkan ke PPK di Dinas PU,” jelas Zuhaelsi.
Selanjutnya, Dinas PU akan memproses penetapan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ), administrasi penandatanganan kontrak, jaminan pelaksanaan, serta sejumlah dokumen lainnya.
Setelah seluruh administrasi rampung, pekerjaan akan memasuki tahap Mutual Check 0 (MC 0) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Setelah itu, kita akan lakukan secepatnya penetapan SPPBJ dari PU dan pengurusan beberapa administrasi, dokumen-dokumen penandatanganan kontrak, pengurusan jaminan, dan lain-lain. Setelah itu dilakukan MC 0,” ujarnya.
Dengan tahapan tersebut, Zuhaelsi optimistis peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Stadion Untia dapat dilakukan pada awal Oktober 2026.
“Insyaallah groundbreaking atau peletakan batu pertama bisa dilakukan pada awal Oktober,” katanya.
Zuhaelsi mengatakan, besarnya nilai proyek membuat kualifikasi perusahaan yang dapat mengikuti tender pembangunan Stadion Untia cukup tinggi.
Dengan nilai pagu di atas Rp100 miliar, peserta tender berpotensi berasal dari perusahaan konstruksi berskala besar, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen tender.
“Karena melihat dari pagu yang kita kompetisikan itu sudah di atas Rp100 miliar, maka yang akan mengikuti tidak menutup kemungkinan kualifikasinya besar. Jadi mungkin dari BUMN dan bahkan dari perusahaan-perusahaan pool bisa masuk,” ujarnya.
Meski demikian, Zuhaelsi menegaskan peluang mengikuti tender tetap terbuka bagi perusahaan lain selama memenuhi seluruh persyaratan kualifikasi dan ketentuan pengadaan.
“Biasanya di atas Rp100 miliar itu, seperti pengalaman kita, masuk BUMN. Namun, tidak menutup kemungkinan yang lain bisa masuk juga jika memenuhi syarat kualifikasi,” katanya.
Setelah groundbreaking, pekerjaan fisik akan difokuskan pada penyiapan lahan dan struktur awal bangunan.
Zuhaelsi mengatakan, pekerjaan pertama yang menjadi prioritas adalah penimbunan lahan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan pondasi serta struktur bangunan bawah.
“Tahap pertama yaitu penimbunan. Itu yang akan kita fokuskan, kemudian pondasi bangunan bawah. Struktur bangunan bawah itu yang menjadi prioritas,” katanya.
Ia menargetkan pekerjaan penimbunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan. Setelah itu, pekerjaan akan berlanjut pada tahap pondasi dan pemancangan.
“Insyaallah dalam waktu tiga bulan ini, penimbunan akan selesai dan tahap pondasi serta pemancangan akan dilaksanakan. Insyaallah pemancangan pada Desember,” ujar Zuhaelsi.
Dengan demikian, pekerjaan utama yang ditargetkan berlangsung hingga Desember 2026 meliputi penimbunan lahan, pembangunan pondasi, dan pekerjaan pemancangan.
“Target pekerjaan sampai Desember yang dikerjakan adalah penimbunan, pondasi, dan pancang,” tutupnya.







