Pendapatan Terkuras Bayar Cicilan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 11 September 2025 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) per Agustus 2025 menunjukkan peningkatan proporsi pembayaran cicilan atau utang terhadap pendapatan, terutama pada kelompok pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta.

Data survei BI mencatat proporsi pembayaran cicilan atau utang (debt to income ratio) pada Agustus 2025 sebesar 11,4 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar sebesar 10,9 persen.

“Porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan mengalami peningkatan, terutama juga pada kelompok pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta (9,6 persen) dan Rp3,1 juta-Rp4 juta (12,1 persen),” dikutip dari laporan survei BI yang dirilis Rabu, (10/9).

Sementara itu, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) pada Agustus 2025 relatif stabil di angka 13,7 persen.

Lalu, pada Agustus 2025, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 74,8 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 75,4 persen.

Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada sebagian kelompok, terutama kelompok berpengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta dan Rp3,1 juta-Rp4 juta.

“Rasio konsumsi terhadap pendapatan menurun, di tengah pembayaran cicilan yang meningkat, dan tabungan yang relatif stabil,” bunyi survei BI.

Meskipun demikian, tingkat optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi masih berada dalam zona positif.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 117,2, berada di atas ambang batas optimisme (>100), meskipun lebih rendah dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 118,1.

“Optimisme konsumen pada Agustus 2025 bersumber dari keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan yang tetap terjaga pada level optimis,” bunyi survei BI.

Indeks ini mencerminkan persepsi dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun masa depan.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 105,1, sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) berada di angka 129,2. Kedua indeks ini menunjukkan bahwa meski terjadi penurunan, keyakinan konsumen masih relatif terjaga.

Secara kelompok, IKK tertinggi tercatat pada responden dengan pengeluaran di atas Rp5 juta (120,9), diikuti oleh responden pengeluaran Rp4,1-5 juta (117,2).***

Berita Terkait

PJM Group Catatkan Perbaikan Kinerja Signifikan Sampai Dengan Juli 2026
SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Grab – Coca-Cola Pilih Makassar Buka Rangkaian Teras Perwira 2026, Ekosistem Digital Tumbuh Signifikan
Pelindo Marine Sukses Relokasi Infrastruktur  Energi di Pelabuhan Benoa
Wacana Tambang Emas Ilegal Milik Rakyat Diberi Izin
PJM dan TNI AL Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II
IPCM Layani Sandar Perdana Kapal Berukuran Panamax di Pelabuhan Katimban
Pelindo Jasa Maritim Bukukan Laba Bersih Semester I 2026 Naik 44 Persen, Lampaui Target

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:23 WIB

PJM Group Catatkan Perbaikan Kinerja Signifikan Sampai Dengan Juli 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:40 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Grab – Coca-Cola Pilih Makassar Buka Rangkaian Teras Perwira 2026, Ekosistem Digital Tumbuh Signifikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:56 WIB

Pelindo Marine Sukses Relokasi Infrastruktur  Energi di Pelabuhan Benoa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Wacana Tambang Emas Ilegal Milik Rakyat Diberi Izin

Berita Terbaru

Politik

Isu Bupati Barru  Gabung Gerindra Menguat

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:14 WIB

Sulawesi Selatan

DPRD – Pemprov Batalkan Kenaikan Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor

Selasa, 25 Agu 2026 - 17:14 WIB