Lomba Kebersihan Cluster Berlian Permai Jadi Momentum Pilah Sampah dari Sumber

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM — Warga Cluster Berlian Permai, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, mendorong perubahan pola pengelolaan sampah melalui pemilahan dari rumah. Upaya itu dilakukan melalui Lomba Kebersihan dan Pengelolaan Persampahan yang diikuti 14 zona atau blok selama tiga hari, 18–20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua setelah pertama kali digelar pada 2025. Bagi warga, lomba tidak sekadar menjadi ajang mencari blok terbersih, tetapi juga sarana membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Penilaian dilakukan tim juri independen yang melibatkan unsur Dewan Lingkungan Kota Makassar, Pemerintah Kelurahan Tamangapa, dan Yayasan Butta Porea Indonesia. Koordinator tim juri, Mashud Azikin, yang juga anggota Dewan Lingkungan Kota Makassar, memimpin proses edukasi dan verifikasi lapangan.

Empat indikator menjadi dasar penilaian, yakni kebersihan lingkungan, inovasi pengelolaan sampah, estetika kawasan, dan partisipasi warga.

Pada aspek kebersihan, juri memeriksa kondisi drainase, jalan lingkungan, dan pekarangan untuk memastikan tidak terdapat timbulan sampah. Sementara inovasi pengelolaan sampah meliputi pemilahan dari sumber, pengomposan mandiri, hingga pemanfaatan bank sampah.

Penataan tanaman hias, penghijauan lorong, serta kerapian setiap blok menjadi bagian dari penilaian estetika. Adapun partisipasi warga dilihat dari keterlibatan dan kekompakan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara swadaya.

Lomba kebersihan tersebut berlangsung di tengah perubahan kebijakan persampahan Kota Makassar. Sejak 1 Agustus 2026, kewajiban pemilahan sampah dari sumber mulai diberlakukan sebagai bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar mengangkut dan membuang menjadi mengurangi, memilah, dan mengolah sejak dari rumah.

Perubahan kebijakan itu juga berjalan seiring dengan penghentian praktik open dumping atau penimbunan sampah secara terbuka di TPA Tamangapa.

Kondisi tersebut membuat kawasan permukiman tidak lagi dapat sepenuhnya mengandalkan tempat pemrosesan akhir sebagai solusi atas persoalan sampah. Sampah yang tercampur sejak dari rumah akan lebih sulit dimanfaatkan kembali dan berpotensi menambah beban pengelolaan di tingkat kota.

Karena itu, pemilahan dari sumber menjadi salah satu mata rantai penting dalam membangun sistem persampahan yang lebih berkelanjutan.

“Yang kita nilai bukan hanya bersihnya halaman. Yang lebih penting adalah apakah warga sudah mulai mengubah cara pandang terhadap sampah, dari sesuatu yang harus dibuang menjadi sesuatu yang harus dipilah dan dikelola,” ujar Mashud saat penjurian, Jumat (21/8/2026).

Menurut Mashud, kawasan permukiman memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan sistem persampahan. Kebijakan pemerintah, kata dia, akan sulit mencapai hasil optimal apabila tidak diterjemahkan menjadi kebiasaan sehari-hari di tingkat rumah tangga.

Cluster Berlian Permai memiliki posisi strategis dalam agenda persampahan Makassar karena berada di Kelurahan Tamangapa, kawasan yang selama bertahun-tahun identik dengan keberadaan TPA Tamangapa.

Kini, kawasan tersebut memiliki peluang menunjukkan wajah berbeda: bukan hanya sebagai wilayah tempat sampah kota berakhir, tetapi juga sebagai kawasan yang mampu mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Pelibatan seluruh blok dalam lomba dinilai dapat menjadi instrumen sosial untuk membangun kebiasaan tersebut. Kompetisi mendorong warga berbenah, tetapi edukasi dan pembentukan sistem pengelolaan sampah menjadi tujuan yang lebih penting.

Jika pemilahan dilakukan secara konsisten, sampah organik dapat diarahkan untuk pengomposan atau pengolahan lainnya. Sementara sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah atau rantai daur ulang.

Dengan pola tersebut, hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang semestinya masuk ke sistem pembuangan akhir.

Keberhasilan gerakan kebersihan di tingkat permukiman tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi kawasan saat tim juri melakukan penilaian. Tantangan utamanya adalah mempertahankan kebiasaan tersebut setelah lomba berakhir.

Cluster Berlian Permai diharapkan dapat menjadikan kegiatan tahunan tersebut sebagai pintu masuk menuju sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang lebih permanen.

Kawasan permukiman juga berpeluang menjadi laboratorium kecil penerapan ekonomi sirkular. Sampah organik dapat kembali menjadi kompos atau bahan olahan, sampah anorganik bernilai ekonomi masuk ke rantai daur ulang, sedangkan residu ditekan seminimal mungkin.

Dalam konteks penghentian open dumping di TPA Tamangapa, perubahan pola pengelolaan sampah dari rumah tangga bukan lagi sekadar pilihan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem persampahan kota yang lebih aman bagi lingkungan dan masyarakat.

Tamangapa, dengan sejarah panjang persoalan persampahannya, justru memiliki peluang menjadi bagian dari solusi.

Perubahan itu mungkin terlihat sederhana jika dimulai dari 14 blok di sebuah kawasan perumahan. Namun, apabila kebiasaan memilah sampah berkembang menjadi budaya bersama, langkah tersebut dapat menjadi fondasi bagi perubahan pengelolaan sampah di Kota Makassar.

Sampah kota tidak pernah benar-benar bermula di TPA. Ia bermula dari rumah. Karena itu, perubahan sistem persampahan juga harus dimulai dari rumah.

Berita Terkait

Makassar Tuan Rumah, Wali Kota Munafri Sambut 1.173 Peserta MTQ KORPRI Nasional
Kota Makassar Siap Sambut Ribuan Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Ramah Tamah HUT RI Bersama Tokoh Masyarakat, Appi Ajak Warga Perkuat Kebersamaan dan Gotong Royong
Pendataan Perlinsos Digital di 15 Kecamatan Tuntas, Selanjutnya RT/RW Sisir Warga Belum Terdata
Tindak Lanjut Arahan Wali Kota, BPBD Makassar Salurkan Air Bersih ke 23 Titik di 5 Kecamatan
Polda Sulsel Periksa Bupati Gowa atas Laporan Mantan Suaminya
Pemkot Makassar dan Transjakarta Bahas Peluang Bangun Sistem Bus Terintegrasi
Terima KKDB, Wali Kota Appi Ajak Kolaborasi Atasi Sampah dari Rumah, Jadi Sumber Ekonomi

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Makassar Tuan Rumah, Wali Kota Munafri Sambut 1.173 Peserta MTQ KORPRI Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Kota Makassar Siap Sambut Ribuan Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Pendataan Perlinsos Digital di 15 Kecamatan Tuntas, Selanjutnya RT/RW Sisir Warga Belum Terdata

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Tindak Lanjut Arahan Wali Kota, BPBD Makassar Salurkan Air Bersih ke 23 Titik di 5 Kecamatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Lomba Kebersihan Cluster Berlian Permai Jadi Momentum Pilah Sampah dari Sumber

Berita Terbaru

Info Makassar

Kota Makassar Siap Sambut Ribuan Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:12 WIB